Pasukan Penjajah Israel Menyerbu Beberapa Wilayah di Yerusalem dan Sekitarnya

Ket. Foto: Pasukan Pendudukan Penjajah Israel Menyerbu Beberapa Wilayah di Yerusalem dan Sekitarnya
Ket. Foto: Pasukan Pendudukan Penjajah Israel Menyerbu Beberapa Wilayah di Yerusalem dan Sekitarnya Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Pasukan penjajah Israel menyerbu beberapa wilayah di Yerusalem yang diduduki dan sekitarnya pada hari Minggu malam, tanggal 15 Juni 2025 waktu setempat.

Sumber-sumber lokal menyampaikan pasukan penjajah Israel menyerbu daerah Wadi al-Joz.

“Ini memicu konfrontasi di mana tentara menembakkan tabung gas air mata tetapi tidak ada korban luka yang dilaporkan,” ujar mereka.

Selain itu, pasukan penjajah Israel juga menyerbu Kota Al-Issawiya yang terletak di timur laut Yerusalem yang diduduki, menembakkan tabung gas air mata tanpa ada laporan korban luka.

Baca Juga:
3 Warga Sipil Palestina Tewas dalam Serangan Udara Penjajah Israel yang Targetkan Kota Gaza

Kota Jabal al-Mukabber juga diserbu pasukan penjajah Israel tanpa ada laporan penahanan.

Di sisi lain, lembaga-lembaga narapidana seperti Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan, Komite Tinggi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan, Masyarakat Tahanan Palestina, Pusat Pembelaan Kebebasan mengecam dimasukkannya Asosiasi Dukungan Tahanan dan HAM Addameer dalam daftar ‘teroris’ Departemen Keuangan AS.

Selain itu, beberapa organisasi Palestina lainnya dimasukkan ke dalam daftar yang sama.

Lembaga-lembaga itu menganggap tuduhan yang dibuat oleh Departemen Keuangan AS mengenai hubungan Addameer dengan Front Populer untuk Pembebasan Palestina atau PFLP sebagai salah dan tidak berdasar.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Menahan 2 Warga Palestina dari Ramallah dan Jenin di Tepi Barat

Addameer adalah salah satu organisasi Palestina paling terkemuka yang bekerja selama puluhan tahun untuk membela hak-hak tahanan Palestina.

Mereka juga menganggap keputusan tersebut sebagai langkah politik yang terkait dengan agresi yang dipimpin oleh rezim pendudukan penjajah Israel selama bertahun-tahun.

Keputusan ini menggolongkan Addameer dan organisasi HAM serta masyarakat sipil Palestina lainnya sebagai ‘ilegal’ dan juga telah mengeluarkan perintah militer untuk menutupnya.

Lembaga-lembaga itu menekankan keputusan ini merupakan upaya lain oleh pendudukan penjajah Israel untuk mengkriminalisasi pekerjaan organisasi-organisasi HAM dan masyarakat sipil Palestina, membungkam setiap suara yang membela hak-hak Palestina, dan melemahkan peran efektif mereka dalam membela tahanan Palestina. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

3 Warga Sipil Palestina Tewas dalam Serangan Udara Penjajah Israel yang Targetkan Kota Gaza

Dalam serangan udara yang dilakukan penjajah Israel yang menargetkan Kota Gaza, sebanyak 3 warga sipil Palestina dilaporkan tewas.

Pasukan Penjajah Israel Menahan 2 Warga Palestina dari Ramallah dan Jenin di Tepi Barat

Sebanyak 2 warga Palestina yang berasal dari Provinsi Ramallah dan Jenin di Tepi Barat ditahan oleh pasukan pendudukan penjajah Israel.

Militer Penjajah Israel Keluarkan Peringatan untuk Mengungsi di dalam dan Sekitar Kompleks Medis Nasser

Perintah untuk melakukan pengungsian dikeluarkan oleh militer penjajah Israel di dalam dan sekitar Kompleks Medis Nasser di Khan Younis.

11 Warga Palestina Tewas dalam Serangkaian Serangan Udara Penjajah Israel di Jalur Gaza Selatan dan Tengah

Serangkaian serangan udara yang dilakukan penjajah Israel di Jalur Gaza tengah dan selatan menyebabkan sebanyak 11 warga Palestina tewas.

Kementerian Kesehatan Gaza Memperingatkan Adanya Penurunan dalam Donor Darah

Adanya penurunan dalam donor darah karena krisis kemanusiaan yang semakin parah diperingatkan Kementerian Kesehatan Gaza.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;