Seorang Pria Palestina Ditembak dan Dibunuh Pasukan Penjajah Israel di Dekat Kamp Pengungsi Nour Shams

Ket. Foto: Seorang Pria Palestina Dibunuh Pasukan Penjajah Israel di Sebelah Timur Kota Tulkarm
Ket. Foto: Seorang Pria Palestina Dibunuh Pasukan Penjajah Israel di Sebelah Timur Kota Tulkarm Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Seorang pria Palestina dilaporkan ditembak dan dibunuh oleh pasukan penjajah Israel di dekat kamp pengungsi Nour Shams yang berada di sebelah timur Kota Tulkarm di Tepi Barat bagian utara.

Kementerian Kesehatan Palestina menyampaikan korban bernama Waleed Hassan Saad Bdeir yang berusia 61 tahun.

Dia ditembak mati pada hari Kamis malam, tanggal 3 Juli 2025 waktu setempat, oleh pasukan penjajah Israel di sekitar kamp.

Insiden terbaru ini terjadi di tengah-tengah serangan militer penjajah Israel yang sedang berlangsung terhadap Kota Tulkarm dan juga kamp-kamp pengungsiannya yang hingga kini telah berlangsung selama 158 hari berturut-turut.

Baca Juga:
Seorang Pesepakbola Terkenal Palestina Tewas Akibat Serangan Udara Penjajah Israel di Jalur Gaza Tengah

Dengan meninggalnya Bdeir, jumlah warga Palestina yang tewas di Tulkarm sejak dimulainya serangan telah meningkat. Kini jumlahnya menjadi 14 orang, termasuk dengan seorang anak dan 2 wanita, yang salah satunya sedang hamil 8 bulan.

Kampanye penjajah Israel juga menyebabkan ribuan orang mengungsi dan kerusakan infrastruktur, bisnis, rumah, dan kendaraan yang meluas.

Di sisi lain, Wakil Presiden Negara Palestina, Hussein Al-Sheikh, bertemu pada hari Kamis, tanggal 3 Juli 2025 waktu setempat, dengan delegasi Eropa.

Pertemuan tersebut untuk membahas upaya internasional guna mengakhiri agresi penjajah Israel yang hingga kini masih berlangsung di Jalur Gaza dan juga meningkatnya kekerasan yang dilakukan pemukim dan pasukan penjajah Israel di Tepi Barat, termasuk dengan Yerusalem Timur.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Menahan Sebentar Sekelompok Aktivis Asing di Desa Umm al-Khair Masafer Yatta

Selama pembicaraan, Hussein Al-Sheikh menekankan gencatan senjata segera di Jalur Gaza harus menjadi prioritas utama untuk mengakhiri apa yang dia gambarkan sebagai perang genosida.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengutuk kekerasan pemukim yang sedang berlangsung di Tepi Barat dan Yerusalem.

Dia juga menyerukan kepada masyarakat internasional untuk bertanggung jawab melindungi rakyat Palestina dari agresi yang hingga kini terus berlanjut. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Seorang Pesepakbola Terkenal Palestina Tewas Akibat Serangan Udara Penjajah Israel di Jalur Gaza Tengah

Serangan udara penjajah Israel di Jalur Gaza tengah menyebabkan seorang pesepakbola terkenal Palestina meninggal dunia.

Pasukan Penjajah Israel Menahan Sebentar Sekelompok Aktivis Asing di Desa Umm al-Khair Masafer Yatta

Sekelompok aktivis asing terpaksa menjalani penahanan sebentar oleh pasukan penjajah Israel di Desa Umm al-Khair di Masafer Yatta.

Seorang Tahanan Palestina Kehilangan Kemampuan Bergerak Akibat Penyiksaan di Penjara Penjajah Israel

Akibat mengalami penyiksaan berat di penjara penjajah Israel, seorang tahanan Palestina kehilangan kemampuan bergeraknya.

Sebuah Rumah Tinggal dan Beberapa Rumah Kaca Pertanian di Utara Tulkarm Dihancurkan Pasukan Penjajah Israel

Beberapa rumah kaca pertanian beserta sebuah rumah tinggal 2 lantai di sebelah utara Tulkarm dihancurkan pasukan penjajah Israel.

Serangan Penjajah Israel Tewaskan 14 Warga Palestina di Kamp Pengungsi Nuseirat Jalur Gaza Tengah

Serangan yang dilakukan penjajah Israel di kamp pengungsi Nuseirat yang terletak di Jalur Gaza tengah menyebabkan 14 warga Palestina tewas.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;