China Keluarkan Peringatan Potensi Peningkatan Kasus Covid-19

<p>Ket Foto: Ilustrasi Vaksinasi Covid-19. (Foto/Pixabay)</p>
Ket Foto: Ilustrasi Vaksinasi Covid-19. (Foto/Pixabay)

Internasional, gemasulawesi – China telah mengeluarkan peringatan tentang potensi peningkatan kasus setelah pemerintah melonggarkan aturan wajib pengujian Covid-19, mengizinkan beberapa pasien Covid untuk melakukan karantina sendiri di rumah dan mengakhiri blokade skala besar.

Tiongkok diperkirakan akan mengalami potensi peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan setelah pemerintah melonggarkan peraturan yang bertujuan untuk mengurangi penyebaran dan jumlah kasus.

Berdasarkan laporan ANC, salah satu pakar kesehatan ahli epidemiologi terkemuka Zhong Nanshan mengatakan kepada media pemerintah dalam sebuah wawancara pada Minggu, 11 Desember 2022 bahwa jenis virus Omicron, yang tersebar luas di China, sangat menular dan dapat menyebabkan peningkatan kasus covid-19.

Baca: Satgas Sebut 1.016.903 Sudah Dapatkan Vaksin Covid-19 Booster Kedua

“Mutasi covid-19 Omicron saat ini sangat menular. Satu orang dapat menginfeksi 22 orang,” kata Zhong, yang pernah menjabat sebagai penasihat utama pemerintah selama pandemi.

Saat ini kata dia, epidemi covid-19 di China menyebar dengan cepat, dan dalam keadaan seperti itu, sekuat apapun pencegahan dan pengendaliannya, akan sulit untuk memutus mata rantai penularan secara tuntas.

” Pelonggaran kebijakan anti-Covid China yang ketat adalah hasil dari protes besar-besaran di seluruh negeri, karena peraturan tersebut diyakini telah menghancurkan perekonomian nasional,” tuturnya.

Baca: Kasus Covid-19 Menurun, Masyarakat Diajak Tetap Terapkan Prokes

Sementara itu, jutaan lansia di Tiongkok masih belum diimunisasi lengkap, dan rumah sakit kekurangan dana serta tidak memiliki kapasitas untuk merawat pasien dalam jumlah besar.

Pejabat kesehatan negara itu, Jiao Yahui, juga memperingatkan bahwa hanya ada satu tempat tidur perawatan intensif untuk setiap 10.000 orang di negara itu.

Dia juga mengatakan bahwa hingga 106.000 dokter dan 177.700 perawat akan dipindahkan ke unit perawatan intensif untuk menangani gelombang pasien Covid-19. (*/KSD)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Hujan Deras Di Arab Saudi Memaksa Penerbangan Ditunda, Sekolah Diliburkan Dan 2 Korban Jiwa

Hujan lebat melanda di kota pesisir Jeddah, Arab Saudi pada Kamis membuat otoritas setempat harus menunda penerbangan.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;