Pusat Pemberian Makanan Bergizi Dibangun di Morowali Utara

<p>Petugas Kesehatan Memberikan Vaksin Kepada Bayi (Ilustrasi Gambar)</p>
Petugas Kesehatan Memberikan Vaksin Kepada Bayi (Ilustrasi Gambar)

Berita Kesehatan, gemasulawesi – Pusat pemberian makanan bergizi atau feeding center telah di buka Pemerintah Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, untuk menekan resiko stunting pada balita di daerah tersebut.

Bupati Morowali Utara Delis J Hehi Jumat 15 Juli 2022, mengatakan bahwa langkah itu untuk mencegah anggota keluarga alami stunting. Stunting saat ini menjadi masalah serius yang perlu ditangani oleh pemerintah daerah di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Morowali Utara.

“Masyarakat yang masuk ke feeding center ini bertugas untuk memberi makan keluarga secara rutin dan berkesinambungan selama enam bulan berturut-turut, yang merupakan tujuan dari program pencegahan dan penanganan stunting,” ucap Delis.

Dengan memberikan makanan bergizi, tim juga memberikan penyuluhan tentang gizi yang baik sesuai dengan potensi dan kapasitas lokal masing-masing keluarga. Hal ini untuk menghasilkan generasi yang sehat dan unggul.

Baca: Diduga Korupsi Kadis Ketahanan Pangan Donggala Ditahan

Ia menjelaskan, operasional sentra penyediaan pangan bergizi sangat mendesak mengingat prevalensi stunting masih relatif tinggi di Kabupaten Morowali Utara. Tanpa upaya penanganan dan pencegahan yang berkelanjutan, kata dia, angka prevalensi stunting di daerah akan terus meningkat.

Dia mengatakan 680 anak saat ini mengalami stunting di Morowali Utara. Mereka tersebar di 10 kecamatan, dengan tiga kecamatan memiliki prevalensi stunting yang tinggi, yaitu Bungku Utara 118 orang, Soyo Jaya 96 orang dan Petasia Timur 86 orang. Berdasarkan hasil identifikasi, terdapat 17 desa yang penduduknya berisiko stunting, yang menjadi sasaran prioritas pelaksanaan pusat penanggulangan dan pencegahan stunting pusat pemberian makanan bergizi. (*/Ikh)

Baca: Pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat, Tanam Jagung Morowali Utara

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Ratusan Hewan Ternak di Sulawesi Selatan Terpapar Wabah PMK

Ratusan hewan ternak di Sulawesi Selatan, terpapar wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hingga 13 Juli 2022 berdasarkan laporan dari

Berhasil Tekan Stunting, Sulawesi Barat Terima Penghargaan

Berhasil tekan stunting atau kekerdilan pada balita pada tahun 2021, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat, terima penghargaan yang

32 Pasien Wisma Atlet Jakarta Kasus Infeksi Varian Omicron

32 pasien covid-19 di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet merupakan kasus positif terinfeksi varian Omicron, 19 diantaranya merupakan

Cegah PMK Sulawesi Tengah Stop Sementara Suplai Hewan dari Luar

Cegah wabah Penyakit Kaki dan Mulut (PMK), Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, menghentikan

Jelang Tahun Ajaran Baru, BPBD Makassar Desinfeksi Puluhan Sekolah

Jelang tahun ajaran baru, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, melakukan desinfeksi puluhan sekolah di Kota

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;