Donald Trump Mengusulkan TikTok Menjual 50 Persen Saham ke AS, Inilah Tanggapan dari Tiongkok

Platform media sosial TikTok
Platform media sosial TikTok Source: Foto/Ilustrasi/Pixabay

Kupas Tuntas, gemasulawesi - Beberapa jam setelah pelarangannya di Amerika Serikat, layanan TikTok dipulihkan dengan bantuan Donald Trump.

Presiden AS yang baru itu meyakinkan perusahaan tersebut bahwa mitranya tidak akan dikenai sanksi karena bekerja sama dengan mereka setelah batas waktu 19 Januari yang ditetapkan dalam RUU AS tahun lalu.

Terungkap pula bagaimana layanan tersebut dapat bertahan di negara tersebut dalam jangka panjang.

Kini, Tiongkok telah menanggapi rencana yang diusulkan Donald Trump untuk mempertahankan TikTok di negara tersebut.

Dilansir dari Android Headlines, Mao Ning, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, menjawab beberapa pertanyaan terkait situasi TikTok dan hubungan dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

Dimulai dengan TikTok, posisi Tiongkok terkait potensi penjualannya adalah bahwa langkah tersebut harus "diputuskan secara independen oleh perusahaan berdasarkan prinsip pasar."

Rencana yang diusulkan Trump adalah agar Amerika Serikat membeli 50 persen saham TikTok di AS melalui perusahaan lokal.

Tidak diungkapkan perusahaan mana yang dapat mengajukan penawaran, namun inisiatif Project Liberty baru-baru ini muncul sebagai kandidat.

Mao juga berbicara lebih umum tentang situasi perusahaan Tiongkok di Amerika Serikat.

Ia mengatakan bahwa pejabat AS harus "mendengarkan dengan saksama suara-suara rasional dan menyediakan lingkungan bisnis yang terbuka, adil, jujur, dan tidak diskriminatif bagi entitas pasar dari semua negara untuk beroperasi di Amerika Serikat."

Juru bicara tersebut mengingat popularitas TikTok yang sangat besar di Amerika Serikat, di mana platform media sosial tersebut memiliki sekitar 170 juta pengguna aktif di negara tersebut.

Ditambah lagi, kantornya menampung sekitar 7000 karyawan, jadi Mao mengklaim bahwa kehadiran aplikasi tersebut telah membantu meningkatkan konsumsi dan lapangan kerja lokal juga.

"Jika perusahaan asal Tiongkok terlibat, maka mereka harus mematuhi hukum dan peraturan dari Tiongkok," tambahnya.

Elon Musk baru-baru ini mengangkat isu larangan Tiongkok terhadap layanan Amerika Serikat.

"Situasi saat ini di mana TikTok diizinkan beroperasi di Amerika, tetapi X tidak diizinkan beroperasi di Tiongkok adalah 'tidak seimbang,' dan sesuatu perlu diubah," katanya.

Mao menjawab bahwa bisnis asing diterima di Tiongkok selama mereka mengikuti aturan dan hukum negara tersebut.

Banyak layanan teknologi asing tidak tersedia di Tiongkok karena tidak mematuhi peraturan data lokal.

Peraturan ini dilaporkan menyiratkan adanya resiko privasi pengguna karena tuntutan pemerintah Tiongkok.

Meski demikian, Mao menegaskan bahwa Tiongkok tidak pernah dan tidak akan meminta perusahaan atau individu untuk mengumpulkan data pengguna di luar negeri.

Saat ini belum diketahui apa posisi ByteDance terkait usulan penjualan TikTok oleh Donald Trump.

Untuk saat ini, mungkin itu satu-satunya cara agar layanan tersebut tetap beroperasi di Amerika Serikat. (*/Armyanti)

...

Artikel Terkait

wave

Apple, Google, Meta dan Perusahaan Besar Lainnya Diinterogasi Terkait Sumbangan Besar untuk Donald Trump, Inilah Penjelasannya

Beberapa perusahaan teknologi seperti Apple, Google, dan Meta, diinterogasi oleh parlemen AS terkait sumbangan besar mereka untuk Donald Tru

Instagram Meluncurkan Aplikasi Penyunting Video Bernama Edits untuk Menyaingi CapCut, Begini Cara Kerjanya

Instagram meluncurkan sebuah aplikasi penyuntingan video baru yang disebut Edits yang akan bersaing dengan CapCut milik ByteDance

Sisi Buruk Perkembangan AI: Studi Menunjukan bahwa Semakin Banyak Siswa Menggunakan ChatGPT untuk Mengerjakan Tugas Sekolah

Studi menunjukan bahwa sudah banyak siswa yang menggunakan ChatGPT untuk tugas sekolah, yang berdampak buruk pada dunia pendidikan

CEO HONOR Mengundurkan Diri karena Alasan Pribadi, Digantikan oleh Mantan CEO Huawei

CEO dari produsen ponsel pintar terkenal, HONOR, Zhao Ming mengundurkan diri dari posisinya dan akan digantikan mantan CEO Huawei, Li Jian

Layanan TikTok Kembali Beroperasi di AS karena Perintah Donald Trump, Inilah Alasannya

Setelah sebelumnya akan dimatikan, TikTok kini kembali beroperasi di Amerika Serikat karena perintah Donald Trump, dan inilah alasannya

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;