LinkedIn Digugat karena Diduga Membagikan Informasi Pribadi Pengguna untuk Pelatihan AI, Inilah Detail Kasusnya

LinkedIn
LinkedIn Source: Foto/Ilustrasi/Pixabay

Kupas Tuntas, gemasulawesi - Di era kecerdasan buatan ini, informasi merupakan sumber daya yang sangat berharga bagi pengembang dan perusahaan.

Data penggunaan dari ribuan (atau jutaan) orang dapat menjadi bagian dari kumpulan data yang digunakan untuk melatih model kecerdasan buatan atau AI tertentu.

Microsoft merupakan pemain terkemuka di sektor AI, yang bekerja sama erat dengan OpenAI.

Dilansir dari Android Headlines, telah muncul gugatan hukum yang menargetkan LinkedIn milik Microsoft, dengan tuduhan pengumpulan data yang tidak sah untuk pelatihan AI.

Banyak layanan memiliki opsi yang dapat anda pilih, di mana anda membagikan data penggunaan aplikasi anda kepada pengembang atau developer.

Biasanya, akan ada pesan yang mengatakan bahwa data anda akan bersifat pribadi, tidak digunakan untuk mengidentifikasi anda, dan membantu meningkatkan aplikasi.

Hal serupa muncul saat anda pertama kali menyiapkan ponsel Android, misalnya, yang menawarkan anda tombol untuk mengaktifkan atau menonaktifkan opsi tersebut.

Namun, gugatan hukum terbaru terhadap LinkedIn ini menuduh bahwa layanan tersebut diam-diam memperkenalkan opsi untuk membagikan data penggunaan tanpa otorisasi sebelumnya.

Dengan kata lain, perusahaan tersebut mungkin telah menerapkan pengaturan default baru tanpa memberi tahu pengguna.

Menurut gugatan tersebut, LinkedIn dapat membagikan data pribadi, termasuk pesan langsung, dengan pihak ketiga untuk melatih model AI mereka.

Seperti layanan lain dengan opsi serupa, anda dapat memilih untuk tidak ikut serta.

Namun, gugatan tersebut menuduh bahwa LinkedIn menerapkan pengaturan baru tersebut tanpa memberi tahu pengguna.

Ini berarti bahwa banyak orang mungkin membagikan informasi pribadi mereka saat ini tanpa menyadarinya.

Pengajuan tersebut mengatakan bahwa platform sosial untuk para profesional memperbarui bagian Tanya Jawabnya, yang mencerminkan keberadaan opsi baru tersebut.

Namun, disebutkan bahwa menonaktifkannya tidak akan memengaruhi data yang telah dibagikan.

Penggugat meminta ganti rugi sebesar 1000 Dolar untuk setiap pengguna yang terdampak, sedangkan di sisi lain, tim LinkedIn mengklaim tidak melakukan penyimpangan apa pun.

Seorang juru bicara perusahaan itu mengatakan bahwa tuduhan tersebut "adalah klaim palsu tanpa dasar." (*/Armyanti)

...

Artikel Terkait

wave

Samsung Memperkenalkan Smart Board Baru, Papan Tulis Pintar yang Menawarkan Fitur Circle to Search pada Layar Besar

Samsung memperkenalkan papan tulis pintar atau smart board yang membawa fitur canggih Circle to Search, untuk mempermudah proses belajar

ASUS ROG Phone 9 FE telah Mendapatkan Sertifikasi dari Beberapa Lembaga: Inilah Spekulasi tentang Spesifikasinya

ASUS telah memperkenalkan seri ROG Phone 9 dan versi yang terjangkaunya, ROG Phone 9 Fan Edition, sudah mendapat beberapa sertifikasi

Donald Trump Mencabut Perintah Eksekutif Joe Biden Terkait Resiko AI, demi Melawan Pengaruh Tiongkok

Presiden baru AS, Donald Trump, mencabut peraturan dalam masa pemerintahan Joe Biden, terkait resiko perkembangan AI

Donald Trump Mengusulkan TikTok Menjual 50 Persen Saham ke AS, Inilah Tanggapan dari Tiongkok

Tiongkok memberi tanggapan terkait usul Donald Trump aga TikTok menjual 50 persen saham mereka ke Amerika Serikat

Apple, Google, Meta dan Perusahaan Besar Lainnya Diinterogasi Terkait Sumbangan Besar untuk Donald Trump, Inilah Penjelasannya

Beberapa perusahaan teknologi seperti Apple, Google, dan Meta, diinterogasi oleh parlemen AS terkait sumbangan besar mereka untuk Donald Tru

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;