Beredar Sebuah Video Rumah Seorang Nenek di Jambi Hancur Akibat Perusahaan Asing, Wali Kota Tampaknya Ogah Bertanggung Jawab

<p>Ket Foto: Sebuah rumah nenek hancur akibat perusahaan asing (Foto/Instagram/@jktnewss)</p>
Ket Foto: Sebuah rumah nenek hancur akibat perusahaan asing (Foto/Instagram/@jktnewss)

Nasional, gemasulawesi – Terkait video yang beredar di jagat media sosial, seorang gadis meminta Wali Kota Jambi untuk bertanggung jawab terkait rumah neneknya yang telah hancur.

Dalam video yang telah diunggah oleh akun media sosial @jktnewss, gadis tersebut menghampiri Wali Kota Jambi yang bertanggung jawab atas kerusakan yang disebabkan perusahaan Cina.

Namun bukan menerima kritikan, Wali Kota Jambi tersebut mengatakan bahwa kala itu bukan dirinya yang menjabat menjadi Wali Kota kala itu sehingga tidak bisa bertanggung jawab mengenai hal tersebut.

Baca: Perubahan Cuaca yang Dramatis: Prakiraan Cuaca Bandar Lampung pada 16 Mei 2023, dari Cerah Berawan Hingga Hujan Ringan

Dalam unggahan tersebut pula, seorang nenek bernama Hafsah membuat sebuah video untuk meminta tolong agar kerusakan tersebut bisa diperbaiki.

“Pak Presiden Jokowi dan Ibu, kami minta tolong rumah dan sumur kami dirusak oleh perusahaan Cina,” tuturnya nenek Hafsah pada video.

Diketahui sebuah perusahaan Cina diduga bernama COSCO tersebut tidak bertanggung jawab atas kerusakan pemukiman yang telah diperbuatnya.

Baca: Ngakak! Gubernur Lampung Tanya Warga karena Tak Tahu Nama Daerahnya Saat Kedatangan Presiden RI: Yang Maju Perutnya, Bukan Kotanya

“Mereka tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Video nenek yang diperkirakan berusia 70 tahun tersebut menyampaikan dirinya tidak bisa menyampaikan aspirasinya kembali beserta menampilkan penampilan rumahnya yang telah hancur.

“Saya tidak mampu lagi apalagi harus berdemo karena tenaga dan pikiran saya sudah habis saat merawat tentara yang luka saat merebut kemerdekaan,” pungkasnya.

Baca: Walikota Palu Dukung Pemberian Perlindungan Sosial ke ASN

Dalam video yang viral lainnya yang direkam oleh seorang gadis bernama Fadiyah, dirinya menghampiri Syarif Fasha, Wali Kota Jambi yang terlihat tengah berkunjung.

Dalam video tersebut dirinya terus memohon untuk segera memperbaikin rumah sang nenek yang telah hancur karena perusahaan Cina.

Diketahui, kerusakan tersebut sudah berjalan cukup lama.

Baca: Seorang Pria di Kendari Bawa Senjata Tajam Sambil Mengamuk di Kantor Jasa Pengiriman Barang Karena Ini: Lebih Utamakan Bawa Parang Ketimbang Bawa Hati dan Otak

Namun, Wali Kota yang telah menjabat selama dua periode tersebut beralasan bahwa masa kerusakan tersebut ketika dirinya belum menjabat.

“Tapi kan Wali Kotanya bukan saya,” jawabnya.

Melalui hal ini, banyak masyarakat Indonesia berharap kelangsungan rumah nenek tersebut untuk segera diperbaiki. (*/Naaf)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim           

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Prakiraan Cuaca Tangerang pada 21 Mei 2023: Mendung Penuh Harapan untuk Cerahnya Masa Depan

Berikut merupakan sebuah prakiraan cuaca yang ada di Tangerang yang telah dirilis oleh BMKG pada 21 Mei 2023.

Yogyakarta Menyambut Liburan dengan Cuaca Cerah: Prakiraan Cuaca Menggembirakan untuk 21 Mei 2023

Berikut merupakan sebuah prakiraan cuaca yang dirilis oleh BMKG untuk wilayah yang ada di Yogyakarta pada 21 Mei 2023.

Harmoni Alam Bandung: Prakiraan Cuaca Menunjukkan Pagi Cerah dan Sore yang Diguyur Hujan pada 21 Mei 2023

Berikut merupakan sebuah prakiraan cuaca untuk wilayah yang ada di Bandung pada tanggal 21 Mei 2023, ada guyuran hujan di siang hari.

Surabaya Bersinar dengan Cuaca Cerah pada 21 Mei 2023: Waktu yang Ideal untuk Aktivitas Luar Ruangan

Berikut merupakan sebuah prakiraan cuaca pada tanggal 21 Mei 2023, masyarakat dihimbau untuk selalu waspada akan adanya cuaca ekstrem.

Mengawali Hari dengan Cuaca Cerah: Prakiraan Cuaca Semarang Menjanjikan pada 21 Mei 2023

Berikut merupakan sebuah prakiraan cuaca pada tanggal 21 Mei 2023, masyarakat dihimbau untuk selalu waspada akan adanya cuaca ekstrem.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;