Ada Biaya untuk Charger HP di Rutan, Dewan Pengawas KPK Sebut Akan Terus Lakukan Dalami Lebih Lanjut Kasus Pungli

Ket. Foto: Dewan Pengawas KPK Menyatakan Akan Terus Mendalami Lebih Lanjut Kasus Pungli yang Melibatkan 93 Pegawai KPK
Ket. Foto: Dewan Pengawas KPK Menyatakan Akan Terus Mendalami Lebih Lanjut Kasus Pungli yang Melibatkan 93 Pegawai KPK Source: (Foto/GMaps/arie zuhri)

Nasional, gemasulawesi – Anggota Dewan Pengawas KPK, Albertina Ho, menyatakan jika terdapat sejumlah temuan yang didapatkan oleh Dewan Pengawas KPK dari rangkaian sidang etik terkait dengan kasus pungutan liar atau pungli yang dilakukan sekitar 93 orang pegawai KPK.

Menurut Albertina Ho, Dewan Pengawas KPK menemukan terdapat uang yang harus dibayarkan untuk memasukkan hp ke rutan KPK.

Selain itu, hal lain yang ditemukan Dewan Pengawas KPK adalah ada juga tarif yang dikenakan para oknum pungli untuk mereka yang ingin mengisi daya baterai HP milik mereka yang berhasil dibawa ke dalam rutan KPK.

Baca Juga:
Presiden Gelar Rapat Terbatas, Mendag Sebut Salah Satu Pokok Pembahasan Adalah Ketersediaan Beras Nasional

“Untuk biaya memasukkan HP ke rutan KPK sekitar 10 hingga 20 juta rupiah dan ada juga uang bulanan yang dibayarkan selama yang bersangkutan menggunakan HP tersebut,” katanya.

Dia menambahkan sedangkan untuk biaya charger HP, para oknum pungli membebankan biaya sekitar 200.000 hingga 300.000 rupiah.

Terkait hal-hal ini, Albertina menyebutkan jika Dewan Pengawas KPK akan terus mendalami lebih lanjut kasus pungli yang melibatkan oknum pegawai KPK tersebut.

Baca Juga:
Dilepas Menhan Prabowo, KRI dr Radjiman Wedyodiningrat 992 Berangkat untuk Berikan Bantuan ke Palestina

Untuk perkara ini, Dewan Pengawas KPK mengakui telah mengantongi sekitar 65 bukti.

“Untuk bukti yang kami dapatkan berupa dokumen penyerahan uang dan yang lainnya,” jelasnya.

Albertina menuturkan para pegawai KPK yang terkena dugaan pelanggaran etik untuk kasus pungli ini akan dikenakan pasal yang berkaitan dengan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan untuk menguntungkan diri sendiri.

Baca Juga:
Menanti Keputusan Uji Materi, Menparekraf Harap Pemda Dapat Berdiskusi tentang Insentif Tambahan Terkait Pajak Hiburan

Dia menerangkan jika hal-hal tersebut dihubungkan, dari 93 pegawai KPK yang terlibat pungli, jumlah nominal uang yang paling sedikit didapatkan adalah sekitar 1 juta rupiah.

“Sedangkan untuk nominal paling banyak ada yang menerima uang hingga 504 juta rupiah,” ucapnya.

Salah satu anggota Dewan Pengawas KPK tersebut menuturkan jika memang para oknum pegawai KPK tersebut menerima uang tersebut agar tahanan-tahanan itu memperoleh fasilitas yang mereka inginkan.

Baca Juga:
Progres Pembangunan Berjalan Masif, Presiden Jokowi Akan Kembali Lakukan Groundbreaking Tahap 5 di IKN Bulan Februari

“Para pegawai KPK yang menjadi oknum pungli itu akan berpura-pura tidak mengetahui ada fasilitas tambahan yang didapatkan para tahanan di rutan KPK,” terangnya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Pajak Hiburan Akan Naik, Menko Marves Luhut Tekankan Kenaikan Tidak Boleh Beratkan Pelaku Usaha

Kemarin, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan kenaikan pajak hiburan tidak boleh memberatkan para pelaku usaha.

DBD Menjalar, Wakil Menteri Kesehatan Himbau Masyarakat Lebih Peka dan Waspada terhadap Lingkungan

Dalam keterangannya kemarin, Wakil Menteri Kesehatan menghimbau masyarakat lebih peka dan waspada terhadap lingkungan mengingat DBD menjalar

Rencana Lakukan Upacara 17 Agustus di IKN, Presiden Jokowi Yakin Sejumlah Hotel Telah Selesai Dibangun

Presiden Jokowi menyatakan dia yakin saat upacara 17 Agustus mendatang di IKN, sejumlah hotel telah selesai dibangun.

Minta Kasus Firli Bahuri Dihentikan, Polda Metro Jaya Sebut Yusril Ihza Mahendra Tak Miliki Kompetensi untuk Intervensi

Hari ini, Polda Metro Jaya menyatakan Yusril Ihza Mahendra tidak memiliki kompetensi untuk melakukan intervensi kasus Firli Bahuri.

Peningkatan Aktivitas, PVMBG Ubah Jarak Rekomendasi Kegiatan Masyarakat dari Gunung Lewotobi Laki Laki Jadi 5 Kilometer

PVMBG diketahui meminta masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki menjadi 5 km setelah sebelumnya 4 km

Berita Terkini

wave

Menakar Urgensi Tenaga Ahli di Parigi Moutong: Investasi Solusi atau Beban Politik APBD?

Tenaga ahli sejatinya harus menjadi solusi bukan hanya menjadi beban APBD tanpa kontribusi terhadap kepentingan daerah.

Tekan Biaya Sosial, Anggota DPRD Serli Prioritaskan Bantuan Alat Duka di Tomini

Legislator PAN Serli tampung aspirasi PKK Tomini Utara terkait bantuan alat prasmanan & tenda guna ringankan beban biaya sosial warga desa.

Legislator Parigi Moutong Arpan Sahar Peringatkan Bahaya Narkoba Saat Reses

Legislator PDIP Arpan Sahar serap aspirasi warga Sidoan. Fokus pada bantuan tani, infrastruktur jalan, hingga edukasi bahaya narkoba.

BPBD Parigi Moutong Perkuat Kesiapsiagaan Nelayan Hadapi Kecelakaan Laut

BPBD Parigi Moutong bekali nelayan Bantaya teknik penyelamatan mandiri dan prediksi cuaca maritim guna tekan angka kecelakaan di laut.

Pemda Parigi Moutong Perkuat Kapasitas Satlinmas Jadi Garda Bencana

Pemda Parigi Moutong integrasikan Satlinmas ke RPJMD. Kini Linmas jadi garda terdepan mitigasi bencana dan stabilitas demokrasi di desa.


See All
; ;