Nekat Gunakan Atribut TNI, Pria Asal Lampung Diamankan Polisi

<p>Foto: Militer Indonesia.</p>
Foto: Militer Indonesia.

Berita nasional, gemasulawesi– Satu pria asal Lampung dimankan polisi di Sragen, Jawa Tengah, karena nekat menggunakan atribut TNI.

Pria berinisial H (42) mengaku sebagai anggota TNI berpangkat mayjen. Pelaku nekat menggunakan atribut militer palsu, karena terobsesi usai tiga kali gagal mendaftar TNI.

“Yang bersangkutan diamankan anggota TNI dari Koramil Gemolong usai mendapatkan laporan dari anggota masyarakat. Karena Koramil kan tidak memiliki kewenangan menyidik, sehingga yang bersangkutan dibawa ke Polsek Gemolong,” ungkap Kapolsek Gemolong AKP I Ketut Putra, di Sragen, Jumat 25 Juni 2021.

Pelaku yang kesehariannya tinggal di wilayah Jakarta Timur ini, diamankan saat pulang ke keluarga istrinya di Kecamatan Gemolong, Sragen, Rabu 23 Juni 2021.

Selain itu, polisi juga mengamankan baju dinas loreng berpangkat Mayjen TNI dengan kesatuan Kopassus.

Kepada petugas, pelaku mengaku nekat memakai baju loreng untuk kebanggaan sendiri, karena terobsesi menjadi anggota TNI sejak kecil dan tiga kali mendaftar namun selalu gagal.

Dari keterangan istrinya, pelaku mulai sering menggunakan atribut TNI usai keluar dari pabrik tempatnya bekerja. Sebelumnya pelaku bekerja sebagai buruh pabrik di daerah Bekasi.

Baca juga: Bappenas: Belanja Alat Militer dari Pinjaman Luar Negeri

“Keterangan dari istrinya, pada saat menikah sudah tahu suaminya bekerja sebagai buruh di pabrik. Mulai sering menggunakan seragam TNI sekitar dua tahun setelah tidak bekerja di pabrik,” terangnya.

Hasil interogasi petugas, pelaku tidak pernah menggunakan atribut TNI itu untuk melakukan tindak pidana. Pelaku disinyalir memakai atribut hanya untuk gagah-gagahan saja.

“Kemungkinan bersangkutan tidak tahu kepangkatan juga. Sekarang logikanya kalau orang tahu (pangkat), Mayjen TNI naik bus umum apakah masuk akal? Karena dia tidak tahu kepangkatan penting ada pakaian TNI dipakai saja,” ujarnya.

Selain itu, istrinya mengungkapkan, seragam TNI itu pelaku membelinya sendiri. Namun keterangan pelaku, seragam itu merupakan pemberian salah seorang temannya.

Pihaknya tidak menemukan tindak pidana dalam kasus itu, polisi akhirnya mengembalikan pelaku kepada keluarga. Sementara baju seragam militer milik pelaku diamankan pihak polisi militer (PM).

“Setelah kita interogasi, korban pun tidak ada. Pelaku belum pernah melakukan tindak pidana juga. Kecuali nanti ada korban, ada yang dirugikan, menipu atau menggelapkan barang kita bisa proses. Untuk pakaian (seragam) sudah disita PM Sragen,” tutupnya. (***)

Baca juga: Polisi Musnahkan Pabrik Penyulingan Miras di Pagimana

...

Artikel Terkait

wave

Indonesia-China Kerjasama Perdagangan Local Currency Settlement

Penggunaan mata uang Rupiah dan Yuan sebagai alat transaksi perdagangan, Indonesia dan China melakukan kerjasama Local Currency Settlement.

346 Desa di Indonesia Belum Teraliri Listrik

Pemerintah memiliki strategi mencapai rasio elektrifikasi 100 persen di Papua dan Papua Barat, tercatat 346 desanya belum teraliri listrik.

8 Kg Sabu Dimusnahkan BNN Kalimantan Selatan

Sebanyak 8 Kg Narkoba jenis sabu hasil sitaan Badan Narkotika Nasional Kalimantan Selatan dimusnahkan, usai ditetapkan jaksa.

Meski Ada SKB, Revisi UU ITE Tetap Dilakukan

SKB Pedoman Implementasi UU ITE, pemerintah tetap akan melakukan revisi, Dibuktikan dengan disepakatinya perbaikan dua sub Tim Pengkaji.

Defisit APBN Mei 2021 Melebar, Tercatat Senilai Rp 219 Triliun

Kemenkeu mencatat defisit APBN Mei 2021 melebar senilai Rp 219 triliun dibanding April 2021, itu setara dengan 1,32 persen terhadap PDB.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;