Kementan Bangun Embung di Luwu Utara, Sulawesi Selatan

<p>Foto: Salah satu embung di Sulawesi Tengah.</p>
Foto: Salah satu embung di Sulawesi Tengah.

Berita nasional, gemasulawesi– Untuk meningkatkan meningkatkan produktivitas pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) membangun embung di Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan.

“Agar aliran air dapat terdistribusi dengan baik, kami membangun embung yang disalurkan untuk Kelompok Tani Momearoi di Desa Taloto, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara,” ungkap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, di Jakarta, Senin 28 Juni 2021.

Embung di Luwu Utara merupakan program pengairan areal persawahan agar budidaya pertanian berjalan dengan baik. Sebab, air merupakan salah satu faktor utama dalam sektor pertanian yang harus dijaga dengan baik.

“Air merupakan faktor penting dalam budidaya pertanian. Keberadaannya harus diperhatikan dengan baik, karena aliran air yang baik akan membuat budidaya pertanian juga menjadi baik,” tuturnya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menjelaskan, embung merupakan salah satu program krusial sebagai pengaturan air. Dalam kondisi apapun, air harus diatur dengan baik agar dapat dialiri ke sawah sesuai kebutuhan.

“Embung ini merupakan water management. Pertanian tak boleh terganggu apapun baik saat musim hujan maupun musim kemarau. Untuk itu, embung merupakan program yang diperuntukkan memasok air dengan baik sesuai kebutuhan ke areal persawahan petani,” jelasnya.

Baca juga: Sulawesi Terkini, Akibat Gagal Panen Produksi Petani Tolai Turun 60 Persen

Kemudian, dengan pasokan air yang cukup maka petani dapat terus berproduksi dan meningkatkan produktivitas mereka. Dengan embung berkontribusi besar untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian petani.

“Orientasi akhirnya adalah tingkat kesejahteraan petani. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian kita, yaitu menyediakan pangan bagi seluruh rakyat, meningkatkan kesejahteraan petani dan menggenjot ekspor,” tuturnya.

Direktur Irigasi Pertanian Ditjen PSP Kementan, Rahmanto menjelaskan, bangunan konservasi air untuk Kelompok Tani Momearoi dibuat dengan panjang 28 meter, lebar 10 meter dengan kedalaman empat meter.

“Kami berharap embung ini dapat bermanfaat bagi petani setempat untuk digunakan dengan bijak. Tak hanya untuk tanaman pangan, embung ini juga berfungsi untuk hortikultura, peternakan dan perkebunan,” tutupnya. (***)

Baca juga: 2022, Bantuan 1 Miliar Rupiah untuk Petani Parigi Moutong

...

Artikel Terkait

wave

Kemenkeu Bakal Tambah Pajak Orang Super Kaya Sebesar 35 Persen

Kemenkeu akan menambah lapisan tarif PPh orang super kaya penghasilan di atas Rp 5 miliar mengalami kenaikan tarif pajak sebesar 35 persen.

Bea Cukai Bangun Rumah Sakit Paru Karawang dari Uang Cukai Tembakau

Bea Cukai merealisasikan pemanfaatan dana bagi hasil cukai hasil tembakau, bangun Rumah Sakit Paru Karawang dengan pemerintah daerah.

Wapres Minta Kominfo Beri Layanan Tol Langit ke Papua

Wapres meminta Kementrian komunikasi dan informatika (Kominfo) beri layanan tol langit ke Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

Menteri Harap BUMDes Akomodir Potensi Desa

Sesuai Undang-undang (UU) Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020, diharapkan Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes dapat mengakomodir potensi desa.

Aksi Pasangan Mesum dan Curi Kotak Amal Terekam CCTV Masjid di Maros

Aksi pasangan mesum bermesraan dan mencuri isi kotak amal terekam CCTV Masjid Nurul Ikhsan Perumnas Tumalia, Maros, Sulawesi Selatan.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;