Buntut Viralnya Keributan Pembubaran Jemaat Ibadah Rosaria di Tangerang Selatan, Begini Tanggapan Dirjen Bimas Katolik

Begini tanggapan Dirjen Bimas Katolik terkait kerusuhan pembubaran jemaat ibadah Rosaria di Tangerang Selatan yang viral di media sosial.
Begini tanggapan Dirjen Bimas Katolik terkait kerusuhan pembubaran jemaat ibadah Rosaria di Tangerang Selatan yang viral di media sosial. Source: Foto/bimaskatolik.kemenag.go.id

Nasional, gemasulawesi - Dirjen Bimas Katolik, Suparman menanggapi viralnya aksi pembubaran sekelompok orang terhadap jemaat yang sedang melakukan ibadah Rosaria menurut ajaran Katolik di Jalan Ampera, Babakan, Setu, Tangerang Selatan.

Dalam keterangannya, Suparman menekankan pentingnya menjaga kedamaian dan toleransi di tengah masyarakat pasca-insiden ribut antarwarga di Tangerang Selatan.

Lebih lanjut Suparman mengajak umat Katolik untuk terus menjaga kedamaian, semangat toleransi, dan kerukunan antarumat beragama.

Suparman menegaskan perlunya sikap bijak dan hati-hati dari umat Katolik dalam menghadapi situasi tersebut, serta tidak terprovokasi atau terhasut.

Baca Juga:
Wacana Revisi UU, Ketua Komisi II DPR Sebut Dapat Membuat Jumlah Kementerian Bertambah atau Berkurang

Beliau juga menyoroti bahwa saat ini situasi di lokasi kejadian sudah kondusif, dengan mahasiswa dapat melanjutkan aktivitasnya tanpa gangguan.

Namun, Suparman tetap mengingatkan agar umat Katolik tetap tenang dan tidak terprovokasi.

“Saat ini situasi di lokasi kejadian sudah stabil. Mahasiswa melanjutkan aktivitas harian mereka seperti kuliah dan bekerja dengan baik. Sambil menunggu langkah-langkah dari pihak kepolisian, diharapkan umat Katolik dapat bersikap bijak, tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan menghindari terhasut dalam menghadapi peristiwa ini,” ujarnya.

Dalam konteks dukungan terhadap pihak kepolisian, beliau menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan penuh guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Baca Juga:
Proses Visa Jemaah Haji Reguler Indonesia Hampir Selesai, 554 Kloter Dilaporkan Telah Terbentuk

Suparman juga menekankan pentingnya memperkuat hubungan baik antarumat beragama, sejalan dengan semangat toleransi dan kerukunan.

Hal ini disampaikan Suparman dalam acara rapat koordinasi di Kantor Polres Tangerang Selatan.

Kasus ini bermula dari keributan yang terjadi pada 5 Mei 2024 antara sejumlah warga dengan jemaat yang sedang melaksanakan ibadah Rosario di Babakan Setu, Tangerang Selatan, hingga menjadi sorotan di media sosial.

Dua jemaat mengalami luka dalam insiden tersebut dan melaporkannya ke polisi.

Baca Juga:
Unjuk Rasa Pro Palestina di Sejumlah Negara, Kemlu Sebut Merupakan Cerminan Kekecewaan Mahasiswa atas Sikap Pemerintah Mereka

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ibnu Bagus Santoso, bersama timnya segera menangkap keempat tersangka terkait peristiwa ini.

Menurut Ibnu Bagus Santoso, hasil penyelidikan mengindikasikan keterlibatan keempat tersangka dalam tindak pidana yang mengakibatkan luka pada dua jemaat.

Proses penyidikan termasuk pemeriksaan saksi-saksi dan penyitaan barang bukti penting.

Hasilnya memperkuat kesimpulan bahwa ada bukti cukup untuk menetapkan sejumlah saksi sebagai tersangka.

Baca Juga:
Salah Satu Tujuan Penempatan Favorit, Menaker Tegaskan Berkomitmen untuk Terus Meningkatkan Perlindungan Pekerja Migran di Makau

Selain penetapan tersangka, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa rekaman video kejadian yang viral di media sosial serta tiga bilah senjata tajam jenis pisau yang digunakan dalam insiden tersebut.

Kasus ini ditangani sesuai hukum dengan menghadapkan keempat tersangka pada Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 dan/atau Pasal 170 KUHP, Pasal 351 KUHP, Pasal 335 KUHP Juncto Pasal 55 KUHP yang dapat menghadapi hukuman maksimal 10 tahun penjara. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Ibu dan Anak Perempuannya Ditembak Mati, Ini tentang Gereja Katolik Keluarga Kudus yang Diserang Penjajah Israel

Ini tentang Gereja Katolik Keluarga Kudus yang menjadi tempat tewasnya ibu dan anak perempuan Palestina yang dibunuh penembak jitu Israel.

Diberi Sanksi Tanpa Ampun! FA Thailand Berikan Hukuman Keras kepada Pemain dan Staf Terlibat Keributan di Final SEA Games 2023

Bola, Gemasulawesi – Federasi Sepak Bola Thailand (FA Thailand) telah mengambil langkah tegas dengan menjatuhkan sanksi kepada pemain dan staf mereka. Yang terlibat dalam keributan kontroversial yang terjadi di laga final SEA Games melawan Indonesia kemarin. Keputusan ini menunjukkan komitmen FA Thailand untuk menjaga integritas dan fair play dalam dunia sepak bola. Baca: Perolehan Medali SEA […]

KKB Papua Kembali Buat Aksi Keributan Kini Seorang Supir Jadi Korban

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kembali membuat aksi keributan di Kabupaten Puncak, Papua, seorang supir.

Viral Pembubaran Acara Doa Bersama di Tangerang Selatan Berakhir Ricuh, Polisi Tangkap 4 Orang Tersangka, Ini Pasal yang Menjeratnya

Pembubaran acara doa bersama jemaat ibadah Rosario di Tangerang Selatan berakhir ricuh, polisi tetapkan 4 orang sebagai tersangka.

Merupakan Kloter Pertama, Lebih dari 2 Ribu Calon Jemaah Haji Tangerang Siap untuk Diberangkatkan ke Tanah Suci pada 13 Mei

Lebih dari 2 ribu calon jemaah haji Kabupaten Tangerang telah siap untuk diberangkatkan ke Tanah Suci pada pekan kedua bulan Mei.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;