Termasuk Sektor Pertanian, Moeldoko Sebut Peran Pesantren Dapat Ditingkatkan dalam Pemberdayaan Ekonomi

Ket. Foto: Moeldoko Menyatakan Pesantren Dapat Ditingkatkan Peranannya dalam Pemberdayaan Ekonomi
Ket. Foto: Moeldoko Menyatakan Pesantren Dapat Ditingkatkan Peranannya dalam Pemberdayaan Ekonomi Source: (Foto/ANTARA/HO-KSP)

Nasional, gemasulawesi – Menurut laporan, Moeldoko, yang merupakan Kepala Staf Kepresidenan, menuatakan jika pesantren tidak hanya sebagai lembaga pendidikan dan juga penyiaran agama.

Namun, disebutkan Moeldoko, jika peran pesantren dapat ditingkatkan dalam pemberdayaan ekonomi, termasuk dalam sektor pertanian.

Dalam keterangannya kemarin, 28 Mei 2024, Moeldoko menyampaikan dia mendorong pesantren untuk dapat menjadi penggerak sektor pertanian nasional.

Baca Juga:
Muncul Kesaksian Baru dari Teman Pegi Terkait Kasus Pembunuhan Vina di Cirebon, Yakin Jika Polisi Salah Tangkap, Ini Alasannya

“Yang utamanya berkaitan dengan kemandirian pangan,” katanya.

Dia mengungkapkan persetujuannya jika pesantren menjadi pusat dalam menggerakkan petani dan juga pertanian Indonesia.

Dikutip dari Antara, menurutnya, pondok pesantren juga dapat memberikan peran dalam membangun kemandirian sektor pangan.

Baca Juga:
Ibu Pegi Beberkan Pesan Sang Anak Usai Ditangkap, Sebut Dirinya Jadi Tumbal Orang-orang Penting dan Pejabat dalam Kasus Pembunuhan Vina

Dia menambahkan jika itu nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, juga memperkuat kearifan lokal dan identitas yang menjadi kekuatan bangsa.

Moeldoko juga mengakui menginginkan pondok pesantren dapat menjadi pembina masyarakat di lingkungannya, yang termasuk mencukupi perutnya sendiri.

Dalam kesempatan tersebut, dia mengungkapkan harapannya agar pondok pesantren dapat menjadi suatu subsistem dalam membangun sektor pertanian di Indonesia.

Baca Juga:
89887 Calon Haji Gelombang 1 Telah Tiba di Arab Saudi, Kemenag Sebut Sekitar 49176 Adalah Perempuan

Dia menuturkan pesantren tidak hanya menghasilkan santri dengan pengetahuan agama yang kuat, namun, juga dapat mengajarkan semangat kewirausahaan dan keterampilan.

Moeldoko,yang juga adalah Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, mengatakan keberadaan pesantren di Indonesia yang sebagian besar ada di daerah, dapat secara langsung menyentuh para petani.

“Dengan melalui pemberdayaan petani oleh ponpes, maka pesantren dapat membantu masyarakat pedesaan untuk mempertahankan bahan pangan,” paparnya.

Baca Juga:
Terkait GovTech, Menpan RB Sebut sedang Secara Bertahap Memadukan 7 Layanan Kementerian dan Lembaga yang Ada di Indonesia

Disebutkan olehnya, di pesantren, juga diajarkan metode pertanian yang dapat bertahan lama, diantaranya konservasi sumber daya air, pertanian organik dan pengendalian hama terpadu.

“Dalam jangka panjang ke depannya, saya berharap pengetahuan ini nantinya dapat menjaga kelestarian lingkungan dan juga meningkatkan produktivitas pertanian,” ujarnya.

Sebelumnya, di pekan lalu, Kepala Staf Kepresidenan tersebut juga sempat mengundang Ketua Komite Anti Dumping Indonesia atau KADI, Donna Gultom, untuk melakukan pembahasan kebijakan anti dumping melalui pengenaan bea masuk anti dumping produk impor, yang salah satunya adalah produk keramik. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Diduga Alami Serangan Jantung, Calon Jemaah Haji Asal Soppeng Sulawesi Selatan Ini Meninggal Dunia Saat Tiba di Jeddah

Seorang calon jemaah haji asal Soppeng, Sulawesi Selatan, meninggal dunia ketika tiba di Jeddah, diduga akibat serangan jantung.

Memanas! DPR RI Cecar Dirjen PHU Kemenag Soal Alokasi Kuota Haji, Singgung Lamanya Masa Tunggu Pendaftar yang Banyak Dikeluhkan Masyarakat

Viral video Rapat Dengar Pendapat ketika Komisi VIII DPR RI keroyok Kemenag, pertanyakan soal kebijakan alokasi kuota haji 2024.

Berhasil Ditangkap Usai 8 Tahun Buron, Polda Jawa Barat Sebut Pegi Adalah Otak Pelaku Pembunuhan Vina di Cirebon, Ini Alasannya

Polda Jawa Barat menyebut Pegi sebagai otak di balik pembunuhan Vina di Cirebon. Berikut peran pelaku dalam kasus tersebut.

Resmi Jadi Tersangka, Gestur Tubuh Pegi Saat Polda Jawa Barat Beri Keterangan Terkait Perannya dalam Kasus Pembunuhan Vina Jadi Sorotan

Gestur tubuh Pegi yang terlihat menggelengkan kepala saat Polda Jawa Barat memberikan keterangan menjadi perbincangan hangat di media sosial

Bukan 3 Orang, Polda Jawa Barat Tegaskan DPO dalam Kasus Pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon Kini Hanya Satu, Yakni Pegi

Setelah menangkap Pegi, Polda Jawa Barat mengubah informasi terkait jumlah tersangka buronan dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;