Aksi Warga Purworejo Gugat Ganjar Pranowo: Tolak Bendungan Bener

<p>Foto: Aksi tolak bendungan bener.</p>
Foto: Aksi tolak bendungan bener.

Berita nasional, gemasulawesi– Aksi warga Purworejo gugat Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, tolak bendungan bener ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang.

“Desa kami sampai sekarang masih terancam digusur, dirusak, akan ditambang. Maka perwakilan kami sampai kapanpun akan menolak. Karena kami tahu bagaimana dampaknya, kita akan kehilangan segalanya,” ungkap perwakilan warga dari Desa Wadas anggota Wadon Wadas, Rokanah, dalam konferensi pers secara daring, Jumat 23 Juli 2021,

Aksi warga Purworejo gugat Ganjar Pranowo tolak bendungan bener itu diajukan pada 16 Juli lalu. Merupakan bentuk perlawanan warga desa terhadap kesewenang-wenangan pejabat publik.

Baca juga: DPUPRP Parimo Bersihkan Material Kayu di Bendungan Parigi Kanan

Pembangunan proyek telah disetujui Gubernur itu, tidak akan memberi kesejahteraan bagi warga desa.

Dalam aksi warga Purworejo gugat Ganjar Pranowo tolak bendungan bener, warga mengatakan alih-alih itu proyek dinilai bakal merusak ekosistem di desa setempat.

Warga desa sangat ketakutan dan menilai pembangunan bendungan itu bisa mengancam mata pencaharian warga yang kebanyakan bertani.

Menurutnya, adanya proyek itu akan menggusur lahan pertanian warga.

“Bumi Wadas yang indah seperti ini, tidak ada kehidupan lagi barangkali. Kita tidak bisa bercocok tanam, air bersih pun tidak ada, rumah-rumah semua rusak,” kata dia.

Baca juga: Istri Tersangka Teroris Makassar Ajukan Praperadilan

Izin Penetapan Lokasi (IPL) diteken Gubernur dinilai ingkari perjuangan warga

Dalam kesempatan aksi warga Purworejo gugat Ganjar Pranowo tolak bendungan bener, dia juga memaparkan perpanjangan Izin Penetapan Lokasi (IPL) yang diteken Gubernur dinilai telah mengingkari perjuangan warga desa.

Apalagi, IPL proyek itu telah habis sejak lama. Namun, malah diterbitkan kembali tanpa ada perbincangan dengan warga desa sekitar.

“Padahal itu pematokan, pengukuran dilakukan secara ilegal jadinya. Jadi dengan adanya pematokan pengukuran ilegal itu, seluruh masyarakat Wadas resah, mau mencari rejeki jadi susah,” kata dia.

Gugatan diajukan warga itu telah diterima pihak PTUN dengan Nomor Perkara 68/G/PU/2021/PTUN.SMG.

Dalam gugatan itu, Ganjar dituntut untuk menunda pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara (KTUN) berupa Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah, nomor  590/20 Tahun 2021 tentang Pembaruan Atas Penetapan Lokasi Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Wonosobo Provinsi Jawa Tengah tertanggal 7 Juni 2021. (***)

Baca juga: Gubernur Jateng Jabat Ketum Indonesia Persada

...

Artikel Terkait

wave

Lambat Serapan Dana Pemulihan Ekonomi Nasional, Ini Dugaan BPK

Ini dugaan Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK atas lambatnya serapan dana Pemulihan Ekonomi Nasional dan penanganan covid-19.

KPAI Minta Pemerintah Siapkan Beasiswa Cegah Anak Putus Sekolah

KPAI minta pemerintah siapkan beasiswa dan fasilitas belajar daring cegah anak putus sekolah. Akibat dampak pandemi covid19,

ICW Desak Firli Bahuri Mundur dari Jabatan Ketua KPK

ICW desak Firli Bahuri mundur dari jabatan Ketua KPK, Menyusul temuan Ombudsman mengenai pelanggaran prosedur dan pelaksanaan TWK.

India Batalkan Bea Masuk Anti Dumping Produk Baja Indonesia

India batalkan bea masuk anti dumping produk baja Indonesia. Menyusul adanya tindakan diplomatik Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi.

Kemensos Usul Gunakan Kartu Elektronik Percepat Penyaluran Bansos

Kemensos usul Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) gunakan kartu elektronik percepat penyaluran Bansos, Seperti ATM itu.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;