Viral di Medsos! Penumpang Ini Keluhkan Ongkos Naik Angkot K-17 Jurusan Terminal Cikarang Cibarusah yang Tak Masuk Akal, Begini Kronologinya

Penumpang angkot K-17 Jurusan Terminal Cikarang Cibarusah ini keluhkan mahalnya ongkos yang harus dibayar.
Penumpang angkot K-17 Jurusan Terminal Cikarang Cibarusah ini keluhkan mahalnya ongkos yang harus dibayar. Source: Foto/Tangkap layar Instagram @memomedsos_official

Nasional, gemasulawesi - Penumpang angkot K-17 jurusan Terminal Cikarang - Cibarusah baru-baru ini mengeluhkan tarif yang tidak masuk akal. Mereka dikenakan ongkos sebesar Rp25 ribu per orang. 

Kejadian ini menjadi viral setelah diunggah oleh akun TikTok @atikah094, yang berbagi pengalaman tidak menyenangkan saat menggunakan angkot tersebut.

Menurut cerita yang diunggah oleh @atikah094, ia dan rekannya memutuskan untuk naik angkot K-17 dari Stasiun Cikarang menuju SGC dekat pintu tol untuk melanjutkan perjalanan menggunakan bus Primajasa. 

Awalnya, mereka memilih angkot karena dianggap sebagai moda transportasi yang lebih murah. 

Baca Juga:
Sempat Saling Kritik di Media Sosial, Wakil Wali Kota Depok Akhirnya Temui Petugas Damkar yang Viralkan Peralatan Rusak, Janjikan Hal Ini

Namun, ketika mereka turun dari angkot, mereka diminta membayar Rp25 ribu per orang, yang totalnya menjadi Rp50 ribu untuk dua orang. 

Ongkos yang dikenakan ini dianggap tidak masuk akal mengingat jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh, hanya berkisar 900 meter.

Postingan tersebut langsung mendapatkan banyak perhatian dan komentar dari netizen. 

Salah satu pengguna, @iqb***, menyatakan keprihatinannya dan memprediksi bahwa tingkah laku seperti ini bisa membuat penumpang beralih ke ojek online. 

Baca Juga:
Aksi Pencurian Sepeda Motor di Jatiasih Bekasi Berhasil Digagalkan, Diikat di Tiang Besi Usai Kepergok Warga, Begini Modus Awal Pelaku

"Ntar penumpang pada pindah naik ojek online, angkot pada demo, terus ojek online di blokade gak boleh nurunin dan ambil penumpang deket pangkalan," tulisnya, disertai dengan emotikon tawa.

Pengguna lain, @rrreeetttss, membagikan pengalaman serupa di masa lalu ketika ia dikenakan ongkos yang lebih tinggi dari yang seharusnya. 

"Dulu tahun 2015, naik angkot dari Deltamas ke SGC, gua siapin duit pas 12 ribu. Sampai stadion ada kuli bangunan 4 orang naik, sopirnya dengan lantang jawab 'berempat 160 ribu'. Gua shock banget akhirnya mereka gua adu domba," cerita @rrre***, menggambarkan betapa seringnya kejadian serupa terjadi di wilayah Cikarang.

Banyak netizen lainnya turut berkomentar dan mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap tarif yang tidak wajar ini. 

Baca Juga:
Lakukan 2 Serangan Udara Terpisah di Khan Younis, Seorang Bayi Perempuan Berusia 4 Bulan Termasuk di antara 15 Korban yang Tewas

Salah satu pengguna, @luf***, menyindir dengan berkata, "Pantesan hidupnya miskin terus. Lah kelakuannya kayak gitu."

Beberapa pengguna lainnya juga mengkritik kondisi fisik angkot yang bobrok dan pelayanan yang buruk, yang semakin membuat penumpang enggan menggunakan angkot. 

"Semua pindah ojol aja udah. Biarin angkot sepi, yang bikin sepi dia sendiri soalnya. Mobil uda bobrok, malah banyak tingkah," tulis @jae***.

Kasus ini menggambarkan tantangan yang dihadapi oleh angkot sebagai salah satu moda transportasi umum di tengah persaingan dengan ojek online yang menawarkan tarif lebih transparan dan layanan yang lebih baik. 

Baca Juga:
Perang Palestina, Brigade Al Qassam dan Al Quds Akui Serangkaian Serangan terhadap Militer Penjajah Israel

Banyak penumpang berharap agar pihak berwenang dapat melakukan pengawasan lebih ketat terhadap tarif angkot agar kejadian serupa tidak terulang.

Sementara itu, tarif yang tidak masuk akal dan pelayanan yang buruk hanya akan memperburuk citra angkot di mata masyarakat. 

Jika tidak ada perbaikan, bukan tidak mungkin angkot akan semakin ditinggalkan oleh penumpangnya. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Geger! Sekelompok Relawan Ini Terlibat Cekcok dengan Sopir Angkot di Flayofer Cibinong Hingga Terluka, Begini Kronologi Lengkapnya

Video pengendara dan penumpang mobil terlibat cekcok dengan sejumlah sopir angkot di sekitar Flyover Cibinong viral di media sosial.

Sempat Mogok! Angkot di Jalan Raya Limo Depok Terbakar, Seluruh Bodi Kendaraan Hangus Dilahap Api, Begini Kondisi Sang Sopir

Angkot terbakar di Jalan Limo Raya, Depok dan menyebabkan hampir seluruh bodi kendaraan hangus terbakar.

Diamankan Polisi, Sopir Angkot di Bogor yang Viral Usai Ngamuk Karena Tak Terima Ditegur Saat Melawan Arah Akhirnya Minta Maaf

Seorang sopir angkot di Bogor yang viral setelah melaju melawan arah dan memukul pengendara motor diamankan polisi dan minta maaf.

Metropod, Angkot Listrik Buatan MAB Siap Meluncur sebagai Transportasi Publik Unggulan di IKN

Metropod ini siap meluncur sebagai transportasi publik unggulan di Kawasan Industri Kota Nusantara (IKN).

Sopir Angkot di Bogor Viral Usai Marah-Marah ke Pengemudi Lain, Tak Terima Ditegur dan Dihadang Motor Ini Padahal Melawan Arah

Video oknum sopir angkot di Bogor yang ngamuk usai dihadang pengemudi sepeda motor dan ditegur karena melawan arah ini viral di media sosial

Berita Terkini

wave

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal

Gurita Tambang Ilegal: Oknum Polisi Edi Jaya Diduga Lebarkan Sayap hingga ke Desa Maleali

Tidak hanya di Mentawa Sausu Torono, Oknum polisi Edi Jaya diduga juga mulai masuk merambah ke Desa Maleali.

Rapor Merah AKBP Hendrawan: Dinilai Gagal Total Disiplinkan Anggota Penyusup Bisnis PETI dan Solar Ilegal

Kapolres Parigi moutong, Hendrawan dinilai gagal mendisiplinkan internal dalam jajarannya berkaitan keterlibatan PETI di Parimo.


See All
; ;