KPK Angkat Bicara Usai Sandy Butar Butar Bongkar Bobroknya Damkar Depok hingga Viral di Media Sosial, Tegaskan Hal Ini

Juru Bicara KPK Tessa Mahardika menanggapi video viral petugas DPKP Kota Depok, Sandi Butar Butar.
Juru Bicara KPK Tessa Mahardika menanggapi video viral petugas DPKP Kota Depok, Sandi Butar Butar. Source: Foto/Instagram @official.kpk

Nasional, gemasulawesi - Sebuah video yang menampilkan keluhan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok mengenai kondisi alat-alat yang rusak telah masih menjadi perbincangan hangat beberapa hari terakhir.

Dalam video tersebut, petugas damkar, Sandi Butar Butar, menunjukkan berbagai peralatan pemadam kebakaran yang tidak berfungsi, termasuk alat pemotong pohon dan rem tangan pada mobil pemadam kebakaran.

Menyusul viralnya video tersebut, pihak berwenang merasa perlu untuk melakukan audit terkait penggunaan anggaran Damkar di Pemerintah Kota Depok. 

Tessa Mahardika Sugiarto, juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menyatakan bahwa audit ini akan dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). 

Baca Juga:
Mengungkap Keindahan Tersembunyi Pegunungan Kendeng, Destinasi Wisata Eksotis dan Petualangan Seru di Jawa Tengah dan Jawa Timur

Menurut Tessa, audit ini bertujuan untuk memastikan bahwa anggaran yang digunakan sesuai dengan ketentuan. 

Jika ditemukan adanya penyimpangan atau kerugian, maka tindakan hukum dapat diambil oleh KPK atau lembaga penegak hukum lainnya.

"Kita bisa memeriksa nanti jika ada penyimpangan atau kerugian yang terjadi. Dengan demikian, jika muncul masalah seperti yang disebutkan dalam video viral tersebut, KPK, kepolisian, atau kejaksaan dapat menindaklanjutinya," jelasnya.

Dalam video yang beredar luas di medai sosial, petugas Damkar menjelaskan bahwa mereka telah mengajukan permohonan perbaikan peralatan yang rusak beberapa bulan lalu, namun belum ada respons. 

Baca Juga:
Menjelajahi Keajaiban Alam Bukit Kura Kura di Kediri, Destinasi Wisata Unik dengan Pemandangan Perbukitan Indah

Sandi Butar Butar meminta maaf kepada masyarakat Kota Depok karena ketidakmampuan mereka dalam menangani kasus seperti pohon tumbang akibat kerusakan alat. 

Ia juga memperlihatkan rem tangan pada mobil pemadam yang rusak, menambahkan bahwa kerusakan ini sangat membahayakan, terutama saat melintasi tanjakan.

Petugas juga menunjukkan berbagai alat lain yang mengalami kerusakan dan mengungkapkan kekhawatiran mereka tentang keselamatan selama bertugas. 

"Kami sudah mengajukan nota perbaikan dan melaporkan masalah ini sejak beberapa bulan yang lalu, tapi belum ada tindak lanjut. Kami mohon maaf atas keterlambatan penanganan masalah ini," jelas Sandi.

Baca Juga:
Menikmati Keindahan Taman Wisata Sungai Gronjong Wariti di Kediri, Oase Sejuk dengan Suara Gemericik Air dan Panorama Alam yang Menyegarkan

Setelah video viral, Sandi Butar Butar mengaku bahwa rekan-rekannya di Damkar telah dipanggil oleh atasan mereka. 

Ia merasa tidak adil jika teman-temannya juga dipersalahkan dan meminta agar tanggung jawab sepenuhnya diletakkan padanya. 

Ia juga mengusulkan agar pejabat di Damkar Depok diperiksa secara transparan agar masyarakat dapat mengetahui kondisi yang sebenarnya dan memastikan tidak ada kesalahan yang dilakukan tanpa alasan yang jelas.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono, juga telah mengunjungi lokasi dan menyampaikan terima kasih atas laporan yang diberikan. 

Baca Juga:
Tidak Hanya Meningkatkan Kepercayaan Publik, Anggota I BPK Sebut Opini WTP Juga Meningkatkan Rating dan Citra Positif Stakeholder

Dalam kunjungannya, Imam berjanji untuk segera melakukan perbaikan pada peralatan Damkar yang rusak. 

Ia menyatakan bahwa perbaikan akan dilakukan secepat mungkin untuk memastikan petugas dapat melaksanakan tugas mereka dengan efektif dan aman. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Kerugian Negara Capai Puluhan Miliar! 3 Rumah Sakit Diduga Lakukan Kecurangan Besar-besaran dalam Klaim BPJS Kesehatan, Ini Temuan Baru KPK

KPK temukan dugaan fraud yang menyangkut tagihan klaim fiktif RS ke BPJS, dengan indikasi kerugian negara diperkirakan miliaran rupiah.

Meresahkan! Aksi Pemerasan Pegawai Gadungan di Lingkup Pemkab Bogor Terungkap, KPK Gerak Cepat Tangkap Pelaku, Ini Barang Bukti yang Disita

KPK menangkap seorang pegawai KPK gadungan berinisial YS yang terbukti melakukan aksi pemerasan di lingkup Pemerintah Kabupaten Bogor.

Bongkar Kasus Korupsi di Lingkungan Pemkot Semarang, KPK Tetapkan 4 Tersangka Baru dengan 3 Isu Utama, Ini Detailnya

KPK mengungkap dugaan korupsi di Pemkot Semarang. Tersangka dijerat pasal pemerasan, gratifikasi, dan pengadaan barang dan jasa.

Sangat Membantu, Pemda Mengapresiasi Kehadiran Tim Korsupgah KPK RI di Kabupaten Gowa

Kehadiran dari Tim Korsupgah KPK RI di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, diapresiasi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa.

Sita 2 Koper saat Penggeledahan, KPK Tetapkan Wali Kota Semarang Mbak Ita dan Suaminya sebagai Tersangka Kasus Dugaan Korupsi

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu alias Mbak Ita beserta sang suami, ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi.

Berita Terkini

wave

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal

Gurita Tambang Ilegal: Oknum Polisi Edi Jaya Diduga Lebarkan Sayap hingga ke Desa Maleali

Tidak hanya di Mentawa Sausu Torono, Oknum polisi Edi Jaya diduga juga mulai masuk merambah ke Desa Maleali.

Rapor Merah AKBP Hendrawan: Dinilai Gagal Total Disiplinkan Anggota Penyusup Bisnis PETI dan Solar Ilegal

Kapolres Parigi moutong, Hendrawan dinilai gagal mendisiplinkan internal dalam jajarannya berkaitan keterlibatan PETI di Parimo.


See All
; ;