Setelah Didemo Ribuan Massa di 15 Kota, KPU Pastikan Putusan MK Terkait UU Pilkada 2024 Tetap Berlaku Meski Revisi PKPU Belum Rampung

Usai demo besar-besaran, KPU pastikan putusan MK berlaku langsung meskipun revisi PKPU belum selesai.
Usai demo besar-besaran, KPU pastikan putusan MK berlaku langsung meskipun revisi PKPU belum selesai. Source: Foto/kpu.go.id

Nasional, gemasulawesi - Setelah terjadi demo besar-besaran di 15 kota, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan bahwa putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pencalonan Pilkada 2024 akan langsung diberlakukan meski revisi Peraturan KPU (PKPU) terkait pencalonan mungkin tidak dapat diterbitkan tepat waktu. 

Ketua KPU, Mochammad Afifuddin, menekankan bahwa putusan MK bersifat final dan mengikat, sehingga dapat menjadi dasar hukum yang sah tanpa perlu menunggu revisi PKPU.

"Pada prinsipnya, putusan MK itu sudah langsung berlaku setelah dibacakan. Nah, kita akan melakukan itu," tegas Afifuddin pada Sabtu, 24 Agustus 2024.

Penegasan ini muncul di tengah situasi yang memanas setelah ribuan demonstran di 15 kota menyuarakan kekhawatiran mereka terkait aturan pencalonan yang dianggap tidak jelas. 

Baca Juga:
Untuk Melakukan Eksplorasi Kekayaan Karst, Tim Ekspedisi Internasional Banggai Raya dari Berbagai Negara Kunjungi Banggai Kepulauan

Para demonstran menuntut KPU untuk segera mengklarifikasi apakah revisi PKPU yang mengacu pada putusan MK dapat diterbitkan tepat waktu sebelum masa pendaftaran calon kepala daerah pada 27-29 Agustus 2024. 

Afifuddin menjelaskan bahwa revisi PKPU memang diperlukan untuk menyesuaikan aturan pencalonan dengan putusan MK yang baru saja diterbitkan pada Selasa, 20 Agustus 2024. 

Namun, waktu yang semakin mendesak memunculkan kekhawatiran bahwa revisi ini mungkin tidak selesai tepat waktu.

Untuk meredam gejolak publik dan menjaga stabilitas proses pemilihan, Afifuddin menegaskan bahwa KPU akan tetap mengikuti putusan MK meskipun revisi PKPU belum selesai. 

Baca Juga:
Dalam Rangka untuk Penanganan Objek Vital Nasional Energi, PT Pertamina Patra Niaga Gandeng Polda Sulawesi Tengah

Situasi ini diibaratkan dengan kejadian serupa pada tahun 2023, ketika MK tiba-tiba mengubah syarat minimum usia bagi calon presiden dan wakil presiden. 

Pada saat itu, KPU belum sempat merevisi PKPU terkait syarat usia, namun pencalonan tetap dianggap sah karena mengacu pada putusan MK yang berlaku.

"Situasi yang sedang terjadi saat ini mirip dengan perubahan syarat usia capres-cawapres pada tahun lalu, jadi kita akan tetap berpedoman pada putusan MK," jelas Afifuddin. 

Untuk memastikan semua langkah berjalan sesuai prosedur, KPU akan tetap melakukan rapat konsultasi dengan pemerintah dan DPR RI pada Senin, 26 Agustus 2024 mendatang. 

Baca Juga:
Untuk Mendukung Implementasi Program di Badan Gizi Nasional, Menteri PANRB Sebut Digitalisasi Menjadi Kunci

"Konsultasi ini kita tempuh sebagai bentuk dari tertib prosedur," lanjutnya.

Sesuai putusan MK Nomor 92/PUU-XIV/2016, KPU memang diwajibkan untuk berkonsultasi sebelum menerbitkan PKPU. 

Namun, Afifuddin menegaskan bahwa hasil rapat konsultasi tersebut tidak bersifat mengikat.

KPU tetap akan menjalankan putusan MK sebagai dasar hukum yang sah untuk Pilkada 2024.

Baca Juga:
Agar Tidak Mengalami Kerugian Besar, DP3 Sleman Imbau Pembudidaya Ikan untuk Mewaspadai Berbagai Dampak pada Puncak Musim Kemarau

KPU juga berharap bahwa penegasan ini dapat menenangkan situasi dan memberikan kepastian hukum kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses Pilkada 2024.

Dengan mengedepankan putusan MK sebagai dasar hukum, KPU berkomitmen untuk memastikan Pilkada 2024 berjalan lancar meski menghadapi tantangan waktu dan protes publik. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Masih dalam Proses Finalisasi, Ketua KPU Sulut Sebut Proses Pengadaan Logistik untuk Pelaksanaan Pilkada Dilakukan dengan Prinsip Transparan dan Akuntabel

Proses pengadaan logistik untuk pelaksanaan Pilkada, disebutkan Ketua KPU Sulawesi Utara, dilakukan dengan prinsip akuntabel dan transparan.

KPU Tegaskan Komitmennya Patuhi Putusan MK Terkait UU Pilkada, Ini Alasan dan Langkah-langkah Strategis yang Akan Diambil

KPU berkomitmen mematuhi putusan MK dengan mengkaji dan merevisi peraturan Pilkada 2024, serta melakukan konsultasi dengan DPR.

Jika KPU Mengacu Putusan Terbaru Mahkamah Kontitusi Terkait Pilkada, Begini Analisa Pemetaan Partai Pengusung di Parigi Moutong

Begini peta politik partai dalam mengusung kandidat di Parigi moutong paska keluarnya putusan MK. Sejumlah partai non seat bisa mengusung.

Telah Masuk Klasifikasi, KPU Kabupaten Tangerang Mencatat Sebanyak 450 Penyandang Disabilitas Mental Masuk Sebagai Daftar Pemilih Sementara

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tangerang mencatat 450 penyandang disabilitas mental masuk sebagai DPS.

Dalam Pilkada 2024, KPU Parigi Moutong Sebut Tidak Ada Pasangan Bakal Calon Perseorangan Lolos Verfak untuk Menjadi Bupati dan Wabup

Bakal calon perseorangan, disebutkan KPU Parigi Moutong, tidak ada yang lolos verfak untuk menjadi bupati dan wakil bupati dalam Pilkada.

Berita Terkini

wave

Gencar Usut Dugaan Pungli Barcode Solar Petani, Jurnalis Malah Diancam Polisikan oleh Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong

Bukannya Tertibkan Administrasi, Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong Malah Serang Balik Pers Pakai Ancaman Lapor Polisi.

Jaringan Gurita Barcode Solar Bersubsidi, "Uang Pelicin" Diduga Jadi Budaya di Dinas TPHP Parigi Moutong

Bisnis barcode dinas TPHP Parigi moutong diduga sudah sejak lama menggurita, praktek pungli penerbitan barcode disebut sudah menjadi budaya.

Bau Menyengat Transaksi Barcode Solar: Sektor Pertanian Parigi Moutong Kembali Digerogoti Oknum

Dugaan permainan dalam penerbitan barcode solar untuk petani di Parigi moutong, disebut menjadi ladang cuan oknum pejabat.

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.


See All
; ;