Agar Tidak Mengalami Kerugian Besar, DP3 Sleman Imbau Pembudidaya Ikan untuk Mewaspadai Berbagai Dampak pada Puncak Musim Kemarau

Ket. Foto: Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman Mengimbau Pembudidaya Ikan Mewaspadai Berbagai Dampak pada Musim Kemarau
Ket. Foto: Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman Mengimbau Pembudidaya Ikan Mewaspadai Berbagai Dampak pada Musim Kemarau Source: (Foto/ANTARA/Victorianus Sat Pranyoto)

Sleman, gemasulawesi – DP3 atau Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, mengimbau pembudi daya ikan di wilayah tersebut untuk mewaspadai berbagai dampak pada puncak musim kemarau agar tidak mengalami kerugian besar akibat penurunan jumlah produksi.

Plt Kepala DP3 Kabupaten Sleman, Suparmono, dalam keterangannya hari ini, Jumat, tanggal 23 Agustus 2024, mengatakan dampak dari puncak musim kemarau ini diantaranya berkurangnya pasokan air, sehingga kolam mengering dan serangan penyakit pada ikan.

Suparmono menyampaikan berdasarkan informasi dari BMKG Kabupaten Sleman memasuki musim kemarau pada bulan Mei 2024 dan akhir bulan Juli di puncak musim kemarau yang terjadi di Sleman memberi potensi dampak kekeringan pada beberapa wilayah.

Baca Juga:
Atas Tindak Pidana Korupsi, Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah Memvonis Hukuman Pidana Mantan Rektor Untad selama 4 Tahun

Dia mengatakan data di bidang perikanan menunjukkan kolam budidaya yang mulai mulai terkena dampak kekurangan air dan sebagian sudang kering seluas 171,1 hektare dari luas kolam 1.134 hektare atau 15 persen.

“Seiring dengan puncak musim kemarau juga mengalami cuaca eksrem atau di istilah Jawa dikenal dengan ‘mongso bedding’,” ujarnya.

Dikutip dari Antara, dia melanjutkan fluktuasi suhu berlangsung secara cepat, siang panas menyengat, malam hari dingin membeku.

Baca Juga:
Untuk Pemerataan Distribusi Nakes pada Fasilitas Kesehatan Milik Pemerintah, Pj Bupati Parigi Moutong Sebut Transformasi SDMK Perlu Dilakukan

Dia menyatakan dampak lain musim kemarau untuk sektor perikanan tentu pada penurunan produksi ikan, baik benih maupun ikan konsumsi,” katanya.

Dia mengatakan faktor penyebabnya antara lain volume air di kolam kurang dan bahkan tidak dapat terairi.

“Kondisi ini mengakibatkan banyak pembudidaya ikan memanen ikan lebih awal sebab takut kekeringan,” ucapnya.

Baca Juga:
Melalui Program SSW Tahap III Tahun 2024, Kota Palu Mendapat Kuota 70 Orang untuk Bekerja di Jepang

Dia menyatakan ketiadaan air juga menyebabkan pembudidaya itidak dapat memelihara ikan.

Suparmono menyampaikan di sisi lain suhu dingin yang ekstrem memicu pathogen penyebab penyakit ikan berkembang lebih cepat.

Parasit endemi seperti Trichodina ditemukan hampir di seluruh wilayah perairan budidaya di wilayah Kabupaten Sleman.

Baca Juga:
Dilakukan dalam Kurun Waktu 2 Hari Berturut-Turut, Polisi Ungkap 3 Kasus Penangkapan Ikan Secara Ilegal di Perairan Sulawesi Tengah

Juga ditemukan Bakteri Aeromas sp yang berkembang dan menyerang ikan. (Antara)

...

Artikel Terkait

wave
Dalam Rangka Menjajaki Peluang Kerja Sama untuk Pembangunan Berkelanjutan, Gubernur Sulteng Sambut Kedatangan Pejabat AS

Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura, menyambut kedatangan pejabat Amerika Serikat dalam rangka menjajaki peluang kerja sama.

Dituduh Jadi Pelaku Tabrak Lari, Bocah 13 Tahun di Depok Jadi Korban Begal, Sepeda Motornya Raib Digasak Pencuri

Seorang bocah di Depok menjadi korban pencurian motor setelah dituduh sebagai pelaku tabrak lari oleh dua pria tak dikenal.

Memanas! Demo Tolak RUU Pilkada di Semarang Berujung Ricuh, Massa Dorong Pagar DPRD Jawa Tengah hingga Jebol

Aksi ribuan massa di Semarang menolak RUU Pilkada memanas, jebol pagar DPRD Jateng, dan menuntut integritas pilkada.

Dikepung Ribuan Massa, Ketua DPR Puan Maharani Malah Absen dalam Rapat Pengesahan RUU Pilkada Hari Ini, Ada Apa?

Ketua DPR Puan Maharani tidak hadir di dalam ruang rapat paripurna yang digelar hari ini untuk pengesahan Revisi UU Pilkada, ternyata ini al

Untuk Kelompok Perempuan di Kabupaten Donggala, Literasi Pendidikan Penyiaran Diberikan oleh KPID Sulawesi Tengah

KPID Provinsi Sulawesi Tengah memberikan literasi pendidikan penyiaran untuk kelompok perempuan di Donggala.

Berita Terkini

wave

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal

Gurita Tambang Ilegal: Oknum Polisi Edi Jaya Diduga Lebarkan Sayap hingga ke Desa Maleali

Tidak hanya di Mentawa Sausu Torono, Oknum polisi Edi Jaya diduga juga mulai masuk merambah ke Desa Maleali.

Rapor Merah AKBP Hendrawan: Dinilai Gagal Total Disiplinkan Anggota Penyusup Bisnis PETI dan Solar Ilegal

Kapolres Parigi moutong, Hendrawan dinilai gagal mendisiplinkan internal dalam jajarannya berkaitan keterlibatan PETI di Parimo.


See All
; ;