Melalui Program SSW Tahap III Tahun 2024, Kota Palu Mendapat Kuota 70 Orang untuk Bekerja di Jepang

Ket. Foto: Kuota 70 Orang untuk Bekerja di Jepang Didapatkan Palu Lewat Program SSW Tahap III Tahun 2024
Ket. Foto: Kuota 70 Orang untuk Bekerja di Jepang Didapatkan Palu Lewat Program SSW Tahap III Tahun 2024 Source: (Foto/Duan)

Palu, gemasulawesi – Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, mendapat kuota 70 orang untuk bekerja di Jepang melalui program SSW atau Specified Skilled Workers tahap III tahun 2024.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Palu, Setyo Susanto, mengatakan program ini telah berjalan sejak tahun 2021 dan proses kontrak kerja oleh perusahaan pemberi kerja baru dimulai pada tahun 2022.

Setyo Susanto menerangkan program BPS adalah salah satu langkah konkret Pemerintah Kota Palu membuka lapangan kerja baru untuk masyarakat, tentunya untuk menjadi PMI atau Pekerja Migran Indonesia melalui program BPS wajib mempunyai keterampilan sesuai bidang kerja masing-masing.

Baca Juga:
Dilakukan dalam Kurun Waktu 2 Hari Berturut-Turut, Polisi Ungkap 3 Kasus Penangkapan Ikan Secara Ilegal di Perairan Sulawesi Tengah

“Baik dari aspek teknis pekerjaan, budaya kerja dan bahasa negara tujuan,” katanya.

Menurut data Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Palu, jumlah PMI atau Pekerja Migran Indonesia yang telah bekerja di Jepang sejak tahun 2022 hingga bulan April 2024 sekitar 176 orang dari program BPS maupun magang.

Dalam keterangannya di Palu pada hari Kamis, tanggal 22 Agustus 2024, dia menyampaikan saat ini masih ada sekitar 30 orang sedang mengikuti proses pelatihan teknis untuk menunggu pemberangkatan ke negara tujuan.

Baca Juga:
Dalam Rangka Menjajaki Peluang Kerja Sama untuk Pembangunan Berkelanjutan, Gubernur Sulteng Sambut Kedatangan Pejabat AS

Setyo Susanto memaparkan program BPS adalah bentuk kerja sama Pemerintah Kota Palu dan BP2MI atau Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia yang juga mendapat dukungan penuh dari Kemenaker atau Kementerian Ketenagakerjaan.

Perektrutan gelombang III tahun ini, program BPS berlangsung selama 13 hari khusus pendaftaran dimulai tanggal 19 hingga 31 Agustus 2024.

Dia mengatakan syarat yang harus dipenuhi calon PMI, yaiu penguasaan bahasan dan budaya Jepang karena hal ini sangat krusial.

Baca Juga:
Dituduh Jadi Pelaku Tabrak Lari, Bocah 13 Tahun di Depok Jadi Korban Begal, Sepeda Motornya Raib Digasak Pencuri

“Lalu ada pula seleksi kompetensi sesuai bidang pekerjaan masing-masing, kurang lebih terdapat 14 item pekerjaan dan 142 sub item pilihan kerja,” paparnya.

Dia melanjutkan model pembiayaan untuk peserta program BPS dilakukan dengan 2 skema, yaitu khusus pelatihan selama 3 bulan dibiayai oleh Pemerintah Kota Palu dengan nilai 7 juta rupiah per orang dan biaya pemberangkatan serta kebutuhan hidup ditanggulangi secara mandiri oleh pekerja.

Dia menyampaikan secara tidak langsung program ini dapat memberikan kesejahteraan untuk masyarakat ikut program itu dari sisi ekonomi, karena upah mereka terima jauh lebih tinggi dengan upah dalam negeri. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Memanas! Demo Tolak RUU Pilkada di Semarang Berujung Ricuh, Massa Dorong Pagar DPRD Jawa Tengah hingga Jebol

Aksi ribuan massa di Semarang menolak RUU Pilkada memanas, jebol pagar DPRD Jateng, dan menuntut integritas pilkada.

Dikepung Ribuan Massa, Ketua DPR Puan Maharani Malah Absen dalam Rapat Pengesahan RUU Pilkada Hari Ini, Ada Apa?

Ketua DPR Puan Maharani tidak hadir di dalam ruang rapat paripurna yang digelar hari ini untuk pengesahan Revisi UU Pilkada, ternyata ini al

Untuk Kelompok Perempuan di Kabupaten Donggala, Literasi Pendidikan Penyiaran Diberikan oleh KPID Sulawesi Tengah

KPID Provinsi Sulawesi Tengah memberikan literasi pendidikan penyiaran untuk kelompok perempuan di Donggala.

Bahas Penanganan HAM Masa Lalu, Pemerintah Kota Palu Menerima Kunjungan Kerja DPR Aceh

Kunjungan kerja DPR Aceh diterima oleh Pemerintah Kota Palu, Sulteng, dan membahas penanganan HAM masa lalu.

Telah Membantu Meringankan Beban Biaya Perkuliahan Mahasiswa, Wakil Rektor III Sebut UIN Datokarama Palu Sangat Berterima Kasih kepada BAZNAS

Wakil Rektor III menyebutkan UIN Datokarama sangat berterima kasih kepada BAZNAS telah membantu meringankan beban biaya perkuliahan.

Berita Terkini

wave

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.

Maut Mengintai di Buranga: Mengapa Tambang Ilegal di Depan Mata Polres Parigi Moutong Seolah Tak Tersentuh?

Bahaya di PETI Buranga berpotensi sama dengan Tambang ilegal yang berada di gunung Nasalena. Ancaman maut reruntuhan material mengintai.

Maut di Lubang Emas Lobu: Menagih Tanggung Jawab Pengelola PETI atas Tewasnya Penambang

Emas berdarah Parigi moutong kembali telan korban jiwa, kali ini PETI berlokasi di Desa Lobu Kecamatan Moutong yang kena giliran.


See All
; ;