Akui Salah! Menteri Yandri Susanto Buka Suara Terkait Penggunaan Surat Resmi Kementerian untuk Acara Pribadinya

Yandri Susanto beri klarifikasi terkait penggunaan surat kementerian untuk haul ibundanya yang menuai kontroversi.
Yandri Susanto beri klarifikasi terkait penggunaan surat kementerian untuk haul ibundanya yang menuai kontroversi. Source: Foto/Tangkap layar Instagram @kemendespdtt

Nasional, gemasulawesi - Dalam beberapa hari terakhir, nama Menteri Desa dan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menjadi sorotan publik setelah surat edaran yang menggunakan kop kementerian untuk mengundang masyarakat dalam acara haul ibundanya viral. 

Acara yang diadakan di Pondok Pesantren BAI Mahdi Sholeh Ma’mun, Kramat Watu, Serang, Banten ini menimbulkan berbagai reaksi, terutama setelah surat tersebut dikeluarkan sehari setelah pelantikannya oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menyusul kontroversi ini, Yandri langsung memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa acara haul ini sepenuhnya bersifat pribadi dan tidak ada agenda politik di baliknya. 

"Kami tegaskan bahwa kami tidak ingin acara ini ditunggangi oleh kepentingan politik. Ini adalah momen untuk mengenang ibunda kami," ujar Yandri. 

Baca Juga:
Bus Pariwisata yang Bawa 58 Anak TK Hangus Dilahap Api di Jalan Tol Jakarta Timur, Kerugian Ditaksir Capai Rp800 Juta

Dia berusaha untuk meredakan ketegangan dan menjelaskan bahwa tujuan dari surat tersebut adalah untuk menghormati mendiang ibunya, tanpa maksud untuk memanfaatkan jabatannya.

Sementara itu, Yandri juga berterima kasih kepada mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, yang memberikan kritiknya melalui akun Twitter. 

Ia menganggap kritik tersebut sebagai masukan yang membangun dan mengaku akan lebih berhati-hati di masa mendatang. 

"Terima kasih kepada Pak Mahfud atas kritiknya. Kami akan memastikan tidak ada kejadian serupa di kemudian hari," katanya.

Baca Juga:
Hamas Dilaporkan Menghancurkan Tank Penjajah Israel di Jalur Gaza Utara

Yandri mengklarifikasi bahwa undangan tidak hanya ditujukan kepada kepala desa, tetapi juga mencakup berbagai tokoh masyarakat, alim ulama, dan pejabat daerah lainnya. 

"Kami juga ingin acara ini bisa menjadi pertemuan silaturahmi yang tidak hanya mengundang pegawai negeri, akan tetapi juga masyarakat luas," tegasnya. 

Hal ini menunjukkan upayanya untuk menjaga agar acara tersebut tetap dalam bingkai penghormatan tanpa muatan politik.

Di samping itu, Yandri juga menyatakan bahwa mereka membagikan makanan kepada peserta haul sebagai bentuk syukuran dan penghormatan kepada ibunya. 

Baca Juga:
Kakanwil Kemenag Sulut Sebut ASN Berperan Penting dalam Melayani Masyarakat dan Umat

Pernyataan ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai agenda di balik kegiatan tersebut.

Meskipun demikian, pertanyaan mengenai etika penggunaan surat resmi kementerian dalam konteks pribadi masih mengemuka. 

Yandri Susanto mengakui bahwa penggunaan surat tersebut seharusnya lebih diperhatikan, dan ia berjanji untuk lebih berhati-hati ke depannya. 

"Kami menyadari pentingnya memisahkan antara urusan dinas dan urusan pribadi, dan hal ini akan kami perbaiki," jelasnya.

Baca Juga:
Keluarga Tentara Kristen Penjajah Israel yang Terbunuh di Gaza Diperintahkan untuk Menyingkirkan Salib dari Nisan

Klarifikasi Yandri diharapkan dapat meredakan spekulasi yang berkembang di masyarakat. 

Walaupun acara haul ini dilihat dari sudut pandang pribadi, tindakan yang diambil oleh seorang pejabat publik tetap menarik perhatian dan menjadi bahan diskusi. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Mahfud MD Kecam Mendes Yandri Susanto soal Surat Kementerian untuk Acara Pribadi, Singgung Soal Etika

Mahfud MD memberikan teguran tajam kepada Yandri Susanto terkait penggunaan kop kementerian untuk acara pribadi.

Kejagung Tangkap 3 Hakim yang Bebaskan Ronald Tanur dalam Kasus Kematian Dini Sera, Ini Sosok Ketiganya

Penangkapan tiga hakim yang memvonis bebas Ronald Tannur menuai sorotan, membuka kembali polemik sistem peradilan.

Buntut Permintaan Anggaran Rp20 Triliun untuk Kementerian HAM, DPR RI Bakal Panggil Menteri Natalius Pigai

Permintaan tambahan anggaran Rp20 triliun dari Natalius Pigai viral, DPR RI akan memanggil untuk klarifikasi.

Geger! Menteri Yandri Susanto Pakai Surat Resmi dengan Kop Kementerian Desa untuk Acara Pribadi, Picu Kritik Tajam

Penggunaan surat resmi Kemendes untuk acara pribadi Menteri Yandri Susanto menuai kontroversi dan kritik luas di media sosial.

Resmi Jadi Penghuni Istana Presiden, Harga Stoller Bobby Kertanegara Kucing Prabowo Jadi Sorotan Warganet

Stoller milik kucing peliharaan Presiden Praboro Subianto bernama Bobby Kertanegara jadi sorotan warganet karena harganya

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;