Fakta Oknum Pegawai Komdigi yang Jadi Tersangka Kasus Judi Online, Punya Karyawan Hingga Untung Jutaan Rupiah per Situs

Ilustrasi oknum pegawai Komdigi RI ketika bekerja melindungi ribuan situs judi online agar tetap beroperasi
Ilustrasi oknum pegawai Komdigi RI ketika bekerja melindungi ribuan situs judi online agar tetap beroperasi Source: (Foto/Pixabay/@meminsito)

Nasional, gemasulawesi - Seorang oknum pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI kini tengah menjadi sorotan publik setelah tersandung kasus perjudian online di Kota Bekasi.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa pegawai tersebut diduga memperoleh keuntungan besar dari menjaga agar sejumlah situs judi online tetap aktif dan tak terblokir. 

Berdasarkan pernyataan Kombes Polisi Wira Satya Triputra pada Jumat, 1 November 2024, oknum ini mendapat bayaran hingga Rp8,5 juta per situs yang dijaga agar tetap dapat diakses.

Tindakan ini memperlihatkan betapa luas dan terorganisirnya jaringan judi online di Indonesia, serta melibatkan berbagai pihak untuk menghindari tindakan hukum.

Baca Juga:
Mengenal Lebih Dekat Latiao, Jajanan Viral yang Peredarannya Dihentikan BPOM Karena Diduga Sebabkan Keracunan

Lebih lanjut, Wira mengungkapkan bahwa pegawai Komdigi tersebut memiliki kendali atas sekitar 1.000 situs judi online yang dijaga agar tidak terkena blokir, sementara 4.000 situs lainnya dilaporkan ke atasan untuk segera diblokir.

Dengan skema pembayaran sebesar Rp8,5 juta per situs, keuntungan yang diperolehnya cukup besar, memungkinkan dirinya untuk mempekerjakan sejumlah admin dan operator.

Menurut keterangan yang disampaikan, para pegawai tersebut bekerja dari pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB di sebuah ruko yang difungsikan sebagai kantor operasional.

Para pegawai yang direkrut oleh oknum ini memperoleh gaji senilai Rp5 juta per bulan, menunjukkan bahwa operasional judi online ini dikelola dengan sistematis layaknya sebuah perusahaan resmi.

Baca Juga:
Kementerian HAM Minta Tambahan Anggaran Fantastis dan Ribuan Staf, Ini Alasan di Balik Pengajuan Kontroversial Natalius Pigai

Dalam perkembangan terbaru penyelidikan, pihak kepolisian menetapkan tambahan tiga tersangka baru dalam kasus ini, sehingga jumlah total tersangka kini mencapai 14 orang.

Dari 14 tersangka tersebut, 11 di antaranya merupakan oknum pegawai Komdigi, sementara tiga lainnya berasal dari kalangan sipil. Kombes Wira Satya Triputra menyebutkan bahwa pihak kepolisian berencana menyita seluruh aset yang diduga terkait dengan tindak pidana judi online ini.

Saat ini, polisi sedang melakukan pendataan aset untuk memproses langkah penyitaan lebih lanjut. Langkah tegas ini menunjukkan komitmen pihak berwenang dalam menindak praktik judi online yang melibatkan oknum pemerintah.

Kasus ini menyoroti masalah integritas dan pengawasan di lingkungan pemerintah.

Tindakan pegawai Komdigi ini tidak hanya mencemarkan institusi, tetapi juga menunjukkan adanya celah dalam sistem yang memungkinkan oknum untuk menyalahgunakan kekuasaan.

Pemerintah diharapkan dapat memperketat pengawasan internal, terutama terkait akses dan kontrol terhadap situs internet di lingkungan kerja. (*/Risco)

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda menemukan aktifitas melanggar hukum atau lainnya segera laporkan atau menghubungi kantor kepolisian terdekat.

...

Artikel Terkait

wave

Mengenal Lebih Dekat Latiao, Jajanan Viral yang Peredarannya Dihentikan BPOM Karena Diduga Sebabkan Keracunan

Informasi mengenai produk latiao, jajanan yang belakangan ini viral dan peredarannya dihentikan BPOM karena diduga menyebabkan keracunan

Viral! Kelompok Ini Wajibkan Rumah Makan Padang di Jakarta Berlisensi IKM, Warganet Soroti Tudingan Monopoli Oligarki

Lisensi rumah makan Padang oleh IKM picu kritik, warganet ramai-ramai bahas soal monopoli masakan Minang.

Kementerian HAM Minta Tambahan Anggaran Fantastis dan Ribuan Staf, Ini Alasan di Balik Pengajuan Kontroversial Natalius Pigai

Kementerian HAM minta Rp20 triliun dan 2.544 staf untuk wujudkan program HAM, ini alasan Natalius Pigai.

Pertemuan Ridwan Kamil dan Prabowo di Tengah Masa Kampanye Pilkada 2024 Jadi Sorotan Publik, Istana Buka Suara

Istana buka suara terkait pertemuan Ridwan Kamil dan Prabowo di tengah masa kampanye Pilkada 2024 yang baru-baru ini jadi sorotan.

Kejagung Blokir Rekening Keluarga Eks Pejabat MA Terkait Kasus Vonis Bebas Ronald Tannur

Usut tuntas kasus dugaan suap vonis bebas Ronald Tannur, Kejagung blokir rekening keluarga eks pejabat MA terkait.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;