Fantastis! Perputaran Uang Jaringan Narkoba Fredy Pratama Capai Rp56 Triliun, Polisi Beberkan Rinciannya

Kabareskrim Polri, Komjen Pol Wahyu Widada mengungkap bahwa perputaran uang jaringan narkoba Fredy Pratama mencapai Rp56 triliun.
Kabareskrim Polri, Komjen Pol Wahyu Widada mengungkap bahwa perputaran uang jaringan narkoba Fredy Pratama mencapai Rp56 triliun. Source: Foto/Dok. Polda Metro Jaya

Nasional, gemasulawesi - Baru-baru ini, Polri mengungkap fakta mengejutkan tentang jaringan narkoba internasional yang dipimpin oleh Fredy Pratama. 

Perputaran uang yang berhasil dicatat dari jaringan Fredy Pratama ini mencapai Rp56 triliun. 

Jumlah ini mencengangkan dan menunjukkan betapa seriusnya masalah narkoba di Indonesia, serta skala operasi yang dijalankan oleh Fredy Pratama.

Kabareskrim Polri, Komjen Pol Wahyu Widada, mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menjadi kunci dalam melacak transaksi yang terhubung dengan jaringan ini. 

Baca Juga:
Aksi Oknum Polisi di Jakarta Selatan Terekam Pukul Sopir Taksi Online Viral, Begini Kronologi dan Nasibnya Sekarang

“Nilai transaksi narkoba dari jaringan FP sekitar Rp56 triliun,” ujar Wahyu pada Selasa, 5 November 2024.

Angka ini tidak hanya menggambarkan kekayaan yang dihasilkan dari perdagangan narkoba, tetapi juga dampak luasnya terhadap masyarakat.

Fredy Pratama diketahui mengendalikan jaringan narkoba di 14 provinsi di Indonesia, termasuk Sumatera Utara, Riau, Lampung, Banten, dan DKI Jakarta. 

Operasi jaringannya tidak terbatas pada satu wilayah saja, melainkan menjangkau berbagai daerah, mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Kalimantan dan Sulawesi. 

Baca Juga:
Kumpulkan Kayu secara Mandiri, Pria ODGJ di Kebumen Ini Berhasil Bangun Rumah Bertingkat di Tepi Pantai

Dengan pengaruh yang sedemikian luas, keberadaan Fredy Pratama jelas menjadi ancaman serius bagi ketertiban masyarakat.

Selain jaringan Fredy, Polri juga mengawasi dua jaringan narkoba internasional lainnya yang dipimpin oleh Hendra Sabarudin dan Helen, bandar narkoba asal Jambi. 

Jaringan yang dikelola Hendra mencatatkan perputaran uang sebesar Rp2,1 triliun, sementara jaringan Helen mencapai Rp1,1 triliun. 

Jumlah ini meskipun lebih kecil dibandingkan dengan Fredy, tetap menunjukkan bahwa masalah narkoba di Indonesia tidak bisa dianggap remeh.

Baca Juga:
BSIP Sulteng dan BBPSI Veteriner, Menggelar Kegiatan Penguatan Kapasitas Penerapan Standar SNI Bagi Pelaku Usaha Burung Walet

Sebagai langkah strategis, Polri telah melakukan penyitaan aset dari ketiga jaringan narkoba tersebut dengan total nilai mencapai Rp869,7 miliar. 

Langkah pemiskinan ini diharapkan dapat memutus aliran dana dan kemampuan finansial mereka untuk melanjutkan operasi. 

Dengan cara ini, diharapkan jaringan narkoba dapat dilemahkan secara signifikan.

Keberanian Polri dalam mengungkap fakta-fakta ini menunjukkan komitmen mereka dalam memberantas kejahatan narkoba. 

Baca Juga:
Resmi Jadi Tersangka, Ibu Ronald Tannur Disebut Kucurkan Dana Rp3,5 Miliar Demi Bebaskan Putranya, Kejagung Temukan Fakta Ini

Namun, tantangan masih banyak menghadang, terutama dengan perputaran uang yang mencapai angka fantastis seperti ini. 

Upaya pencegahan dan penegakan hukum perlu terus ditingkatkan agar Indonesia bisa terbebas dari jeratan narkoba yang merusak.

Dengan adanya informasi ini, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada dan mendukung upaya pemerintah dalam memerangi narkoba. 

Kesadaran dan kerjasama dari semua pihak menjadi penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bebas dari pengaruh negatif narkoba. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Viral! Sejumlah Desa di Indonesia Tiba-tiba Ramai dengan Proyek Perbaikan Jalan, Imbas Ratusan Kades Diperiksa?

Perbaikan jalan di desa ramai dibahas, diduga ada kaitannya dengan penyalahgunaan Anggaran Dana Desa yang sedang diselidiki. Benarkah?

Operasi Kilat Densus 88! Tiga Terduga Teroris Dibekuk di Kudus, Demak, dan Solo dalam Satu Hari

Tiga terduga teroris ditangkap Densus 88 di Jawa Tengah, menunjukkan komitmen untuk menjaga keamanan publik.

Lakukan Rapat Tertutup dengan Kepala BIN, Anggota Komisi I DPR Bongkar Apa Saja yang Dibahas dengan Muhammad Herindra

Kepala BIN Muhammad Herindra baru-baru ini melakukan rapat tertutup bersama Komisi I DPR RI, berikut ini hal-hal yang dibahas di rapat itu

Tangkap 2 Tersangka Baru, Polisi Bakal Sita Seluruh Aset Pegawai Komdigi yang Terlibat dalam Kasus Judi Online

Polda Metro Jaya tangkap tersangka baru, penyitaan aset dalam kasus judi online segera dilakukan dalam waktu dekat.

Eks Dirjen Perkeretaapian di Kemenhub Tersandung Kasus Korupsi Proyek Jalur Kereta Besitang Langsa, Begini Kata Kejagung

Kasus korupsi proyek jalur kereta api Besitang-Langsa menyeret eks pejabat Kemenhub, langsung ditahan Kejagung.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;