Terungkap! Salah Satu Pegawai Komdigi yang Terlibat Kasus Judol Ternyata Tidak Lulus Tes Rekrutmen Kementerian

Ilustrasi internet, tempat di mana oknum pegawai Komdigi RI melindungi website judol agar bisa beroperasi
Ilustrasi internet, tempat di mana oknum pegawai Komdigi RI melindungi website judol agar bisa beroperasi Source: (Foto/Pixabay/@geralt)

Nasional, gemasulawesi - Pihak Polda Metro Jaya mengungkapkan hal yang cukup mengejutkan mengenai kasus judol yang melibatkan pegawai Komdigi RI.

Dalam konferensi pers yang digelar Selasa 5 November 2024, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra menjelaskan bahwa pegawai Komdigi berinisial AK yang ditangkap karena terlibat kasus judol, ternyata tidak lulus seleksi ketika melakukan tes masuk sebagai tenaga pendukung di Kementerian Komdigi.

Diketahui bahwa tes yang dilakukan AK tersebut terjadi pada tahun 2023 lalu.

Akan tetapi, meskipun tidak lulus tes, AK nyatanya tetap bekerja dan mendapat kewenangan di Kementerian Komdigi.

Baca Juga:
Tanggapi Kasus Judol yang Libatkan Pegawai Komdigi, Mahfud MD Sebut Polisi Harus Panggil dan Periksa Budi Arie

"Terkait dengan tersangka AK, yang bersangkutan di akhir tahun 2023 mengikuti seleksi penerimaan calon tenaga pendukung teknis sistim pemblokiran konten negatif yang bersifat terbatas di Komdigi," kata Kombes Wira Satya.

"Hasilnya (seleksi), tersangka AK tidak lulus, namun faktanya tersangka AK kemudian dipekerjakan dan diberikan kewenangan untuk mengatur pemblokiran website perjudian online," lanjut Kombes Wira Satya.

Menanggapi temuan ini, pihak Kepolisian akan mendalami lebih lanjut kasus AK untuk menjawab mengapa ia dapat bekerja di Komdigi meskipun tidak memenuhi persyaratan rekrutmen.

"Oleh sebab itu, kami sampaikan bahwa kami masih melakukan pendalaman secara intensif untuk menjawab mengapa tersangka AK yang tidak lulus seleksi namun tetap dapat bekerja di Komdigi," jelas Kombes Wira

Baca Juga:
Mahfud MD Sebut Presiden Prabowo Serius Soal Pemberantasan Korupsi dan Penegakan Hukum, Begini Alasannya

Kasus ini menjadi pembelajaran bagi instansi pemerintah untuk memastikan proses seleksi dan perekrutan tenaga pendukung dilakukan sesuai aturan dan prosedur

Kewenangan dalam mengelola sistem digital nasional, terutama yang terkait pemblokiran konten negatif, idealnya dipegang oleh orang-orang yang kompeten dan telah melalui seleksi ketat.

Selain menguak fakta baru mengenai rekrutmen AK, kasus ini juga membuka mata masyarakat akan bahaya judi online yang semakin meluas.

Judi daring tidak hanya merugikan secara finansial tetapi juga mengakibatkan dampak sosial yang cukup serius, seperti keterlibatan orang dalam tindakan ilegal untuk memperoleh akses lebih luas ke situs perjudian.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menjauhi segala bentuk judi online yang hanya menawarkan keuntungan semu. Aktivitas ini bisa merugikan diri sendiri dan masyarakat secara keseluruhan, menimbulkan kecanduan, serta menciptakan masalah ekonomi yang sulit diatasi. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Batal Pensiun! Mantan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Resmi Jadi Kepala Otorita IKN, Simak Perjalanan Kariernya

Simak perjalanan karier Basuki Hadimuljono dari Menteri PUPR hingga Kepala Otorita IKN yang penuh dedikasi.

Tanggapi Kasus Judol yang Libatkan Pegawai Komdigi, Mahfud MD Sebut Polisi Harus Panggil dan Periksa Budi Arie

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menyebut Budi Arie harus dipanggil dan diperiksa Polisi terkait kasus judol yang melibatkan pegawai Komdigi

Mahfud MD Sebut Presiden Prabowo Serius Soal Pemberantasan Korupsi dan Penegakan Hukum, Begini Alasannya

Mahfud MD mengatakan bahwa menurutnya Presiden Prabowo cukup serius dalam mengatasi korupsi, penegakan hukum, dan kesejahteraan rakyat

Fantastis! Perputaran Uang Jaringan Narkoba Fredy Pratama Capai Rp56 Triliun, Polisi Beberkan Rinciannya

Polri ungkap perputaran uang jaringan narkoba Fredy Pratama mencapai Rp56 triliun, ancaman besar bagi masyarakat.

Viral! Sejumlah Desa di Indonesia Tiba-tiba Ramai dengan Proyek Perbaikan Jalan, Imbas Ratusan Kades Diperiksa?

Perbaikan jalan di desa ramai dibahas, diduga ada kaitannya dengan penyalahgunaan Anggaran Dana Desa yang sedang diselidiki. Benarkah?

Berita Terkini

wave

10 HP Terbaik yang Akan Hadir di 2026: Spesifikasi, Fitur AI, dan Perbandingan Lengkap

Sedang mencari HP terbaik 2026? Simak daftar 10 smartphone terbaru dari Samsung, Xiaomi, Google, Vivo hingga OPPO lengkap dengan fitur AI

Skandal Galian C Sausu Taliabo: Keruk Bumi Pakai Solar Subsidi, Dewo Satria Kebal Hukum?

Aktivitas tambang galian C ilegal diduga milik Dewo Satria beraktifitas lancar dan lolos dari pantauan Unit Tipidter Polres Parigi moutong.

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali


See All
; ;