Investasi Bodong Pengadaan Alkes Covid19 Senilai Miliaran Rupiah Terbongkar, Begini Cara Pelaku Mengelabui Korban

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi beri keterangan soal penipuan investasi alat kesehatan Covid-19.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi beri keterangan soal penipuan investasi alat kesehatan Covid-19. Source: Foto/dok. Polda Metro Jaya

Nasional, gemasulawesi - Kasus penipuan investasi terkait pengadaan alat kesehatan untuk Covid-19 berhasil diungkap oleh Polda Metro Jaya. 

Satu tersangka berinisial FD ditetapkan dalam kasus yang merugikan korban hingga miliaran rupiah ini. 

Penipuan tersebut terjadi dengan modus menawarkan investasi palsu yang menggiurkan, menjanjikan keuntungan besar dari proyek pengadaan alat kesehatan, yang belakangan diketahui tidak benar. 

Kejadian ini menambah deretan kasus penipuan investasi di masa pandemi, di mana banyak orang tertarik dengan janji keuntungan cepat di tengah situasi ekonomi yang sulit.

Baca Juga:
Viral Momen Presiden Prabowo Kenalkan Menlu Sugiono dan Mayor Teddy ke Joe Biden di Gedung Putih Amerika Serikat

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menyatakan bahwa kasus ini dilaporkan oleh seorang korban berinisial BS pada Januari 2022. 

"Polda Metro Jaya melalui Subdit Ranmor Ditreskrimum telah berhasil mengungkap kasus penipuan dan penggelapan yang melibatkan tersangka FD, dengan laporan awal dari korban BS," ungkap Ade Ary dalam pernyataan resminya pada Kamis, 14 November 2024.

Ade Ary juga mengungkapkan, korban diduga mengalami kerugian hingga Rp5,8 miliar dari investasi yang dijanjikan keuntungan sebesar 20 persen.

Lebih lanjut, Ade Ary menjelaskan bagaimana FD menjalankan modus operandinya. 

Baca Juga:
Buru Gembong Narkoba Murtala dan 7 Tahanan Lain yang Kabur dari Rutan Salemba, Polisi Beri Update Terkini Olah TKP

Tersangka meyakinkan korban dengan menawarkan investasi dalam berbagai proyek pengadaan alat kesehatan yang terkesan nyata dan mendesak untuk penanganan Covid-19. 

Di antaranya adalah proyek pengadaan masker, jaket pelampung, wastafel portabel, dan alat pelindung lainnya yang diklaimnya diperuntukkan bagi kantor Wali Kota Jakarta Timur. 

"Tersangka bahkan menampilkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) seolah-olah proyek tersebut sah, untuk meyakinkan korban bahwa investasi itu aman," tambah Ade Ary.

Namun, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak Pemprov DKI Jakarta, diketahui bahwa proyek-proyek tersebut memang ada, tetapi FD ternyata bukan pemenang tender atau pihak yang ditunjuk untuk proyek tersebut. 

Baca Juga:
Diskusi dengan Menhan AS, Prabowo Beberkan Posisi Indonesia untuk Laut China Selatan, Begini Kata Presiden RI

Artinya, semua klaim yang disampaikan kepada korban hanyalah rekayasa untuk melancarkan aksinya.

Hingga saat ini, Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah melakukan pemeriksaan terhadap 30 orang saksi untuk memperkuat bukti-bukti dalam kasus ini. 

Barang bukti yang disita juga sudah diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk proses hukum lebih lanjut. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Memanas! Kasus Korupsi Tom Lembong Dituding Sarat Kepentingan Politik, DPR Desak Kejagung Transparan

Kasus dugaan korupsi Tom Lembong ramai diperbincangkan, DPR minta Kejagung beri penjelasan transparan terkait bukti.

Perihal Mata Pelajaran Coding untuk Anak SD, Mendikdasmen RI Abdul Mu'ti: Itu Bukan Hal Baru di Indonesia

Abdul Mu'ti selaku Mendikdasmen RI menjelaskan rencananya menerapkan mata pelajaran coding untuk anak SD, dimulai dari kelas 4

Diskusi dengan Menhan AS, Prabowo Beberkan Posisi Indonesia untuk Laut China Selatan, Begini Kata Presiden RI

Presiden RI Prabowo Subianto menerangkan posisi politik internasional Indonesia di Laut China Selatan usai bertemu dengan Menhan AS

Soroti Kabar Gelar Doktor Bahlil Lahadalia Ditangguhkan, Rocky Gerung Sebut UI Membuat Keputusan yang Bijaksana

Komentator politik, Rocky Gerung memberikan tanggapan terkait kabar UI yang menangguhkan kelulusan studi doktoral Bahlil Lahadalia

Komentari Layanan Lapor Mas Wapres Inisiasi Gibran Rakabuming, Mahfud MD: Itu Bagian dari Gimik Politik Saja

Mahfud MD baru-baru ini mengomentari layanan Lapor Mas Wapres yang dibuat oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;