Pemda Batasi Pelayaran Kapal Angkutan Penumpang ke Asmat

<p>Foto: Illustrasi Kapal Angkutan Penumpang.</p>
Foto: Illustrasi Kapal Angkutan Penumpang.

Gemasulawesi– Pemda Asmat, Provinsi Papua terus melakukan langkah mitigasi menekan penularan kasus covid19, dengan batasi pelayaran kapal angkutan penumpang ke Asmat.

“Kapal-kapal penumpang untuk sementara waktu kami tunda dulu melayani pengangkutan,” ungkap Bupati Asmat Elisa Kambu, Sabtu 21 Agustus 2021.

Selain batasi pelayaran kapal angkutan penumpang ke Asmat, beberapa waktu lalu pihaknya juga menghentikan layanan transportasi udara ke Bandara Ewer. Namun sekarang sudah mulai dibuka kembali.

Baca juga: DPR: Mitigasi Pembelajaran Tatap Muka di Zona Hijau Covid-19

Menurut dia, Pemda Asmat terus melakukan sosialisasi dan memberikan imbauan kepada masyarakat, untuk mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Hanya saja, tidak semua warga bisa memahami hal itu karena berbagai keterbatasan.

“Masyarakat kita ini ada yang dengar, tapi banyak juga yang malas tahu dengan Prokes meskipun sudah diimbau berulang kali. Meskipun begitu, kami tidak pernah menyerah untuk terus mengimbau dan mengambil langkah-langkah untuk pencegahan penularan Covid19 di Asmat,” kata dia.

Minimnya pasokan vaksin Sinovac dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua ke Kabupaten Asmat menghambat percepatan program vaksinasi Covid19 di Asmat.

Baca juga: Satgas Jemput 500 Dosis Vaksin Covid 19 Tahap Pertama

Asmat sudah terima 20.700 dosis Vaksin Sinovac

Dia mengatakan, sampai saat ini daerahnya baru menerima 20.700 dosis Vaksin Sinovac. Dari jumlah itu, vaksin sudah digunakan atau disuntikkan kepada warga lebih dari 17.000 dosis.

Sedangkan target sasaran yang harus divaksin di daerah itu kata dia, lebih dari 90.000 orang. Sasaran itu terdiri dari sekitar 88.000 orang dewasa dan sisanya pelajar usia 12 tahun hingga 17 tahun.

“Untuk mempercepat program vaksinasi, kami menunggu pengiriman logistik dari pusat. Tenaga vaksinator kami sudah siap dan masyarakat Asmat sangat antusias untuk mendapatkan vaksin. Sampai hari ini cakupannya baru sekitar 12 persen,” kata dia.

Dia berharap serta meminta tambahan logistik Vaksin Sinovac dari Kemenkes untuk dikirim ke Asmat.

Percepatan program vaksinasi di Asmat dalam upaya menekan laju penularan virus corona yang sudah menjangkiti 1.034 warga, dan telah merenggut nyawa 13 warga masyarakat setempat.

Dia pun menyebut, penularan virus corona di wilayahnya sudah semakin menurun, karena berkurang drastisnya pasien dirawat di RSUD Asmat, dan 3 Puskesmas setempat. Sebelumnya ada 8 distrik/kecamatan di Asmat zona merah Covid19. (***)

Baca juga: Banyak TKA Pulang, Pemerintah Harus Mitigasi Resiko Realisasi Investasi

...

Artikel Terkait

wave

Renovasi Rujab Ketua DPRD Sumbar Bernilai Fantastik Diminta Dihentikan

Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, meminta renovasi Rujab Ketua DPRD Sumbar bernilai fantastik sekitar Rp 5,6 miliar diminta dihentikan.

Ketua DPRD Aceh Bantah Soal Tiga Anggotanya Berkelahi Akibat Interupsi

Ketua DPRD Aceh Dahlan Jamaluddin membantah penyebab perkelahian tiga anggotanya akibat adanya interupsi saat sidang paripurna.

Misi Evakuasi di Afghanistan, 26 WNI dan 7 WNA Tiba di Indonesia

Misi evakuasi di Afghanistan, sebanyak 26 WNI dan tujuh orang WNA tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Sabtu 21 Agustus 2021 dini hari.

Percepatan Vaksinasi, Pemerintah Siapkan JBI Disabilitas

Upaya mendorong percepatan vaksinasi, bahkan bagi penyandang disabilitas pemerintah siapkan JBI disabilitas di beberapa fasilitas kesehatan.

Warga Enggan Lakukan Isoter Sebabkan Penularan Virus Meningkat di Tingkat Keluarga

Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid19 Alexander Kaliaga Ginting mengatakan, banyak warga enggan lakukan Isoter Isolasi terpusat.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;