Soroti Tas Bantuan Korban Banjir Berlabel Wapres Gibran yang Viral, Dokter Tifa: Apakah Bikinnya Pakai Uang Pajak Saya?

Potret tas biru untuk bantuan korban banjir betuliskan bantuan Wapres Gibran yang dikomentari Dokter Tifa
Potret tas biru untuk bantuan korban banjir betuliskan bantuan Wapres Gibran yang dikomentari Dokter Tifa Source: (Foto/Twitter/@DokterTifa)

Nasional, gemasulawesi - Baru-baru ini, sebuah tas biru bertuliskan "Bantuan Wapres Gibran" viral di media sosial.

Tas tersebut diketahui dibagikan sebagai bantuan bagi korban banjir di wilayah Kebon Pala, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur.

Wilayah ini dilanda banjir dan dikunjungi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Kamis, 28 November 2024.

Dalam kunjungannya, Gibran memantau situasi sembari membagikan bantuan yang ditempatkan dalam tas biru tersebut.

Baca Juga:
Resmi Dibuka! Begini Cara Daftar Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Tahun 2025, Lengkapi Syarat-syarat Berikut

Tulisan "Bantuan Wapres Gibran" pada tas bantuan menuai berbagai sorotan dari masyarakat.

Beberapa warganet mempertanyakan perlunya mencantumkan nama Wapres pada tas tersebut, menganggapnya tidak sesuai dan tidak perlu.

Sorotan ini membuat tas biru tersebut semakin ramai diperbincangkan di media sosial, menjadikannya viral.

Pegiat media sosial sekaligus dokter, Dr. Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa, turut memberikan tanggapan terhadap berita viral ini.

Baca Juga:
Upaya Pencarian Buron Kelas Kakap Harun Masiku Makin Intens, Menteri Maruarar Tawarkan Sayembara Rp8 Miliar Bagi yang Menemukannya

Dalam cuitan di akun Twitter atau X resminya pada Jumat, 29 November 2024, ia mempertanyakan sumber dana pembuatan tas biru tersebut.

"Apakah yang dipakai buat bikin ini adalah UANG PAJAK SAYA?" tulisnya.

Dokter Tifa menegaskan bahwa jika tas tersebut dibuat menggunakan uang pajak, ia mengecam tindakan tersebut.

"Kalau iya, saya ucapkan LAKNATULLAH bagi siapapun yang menyalahgunakan uang pajak yang saya bayar dengan susah payah, untuk kepentingan pribadi," lanjutnya.

Baca Juga:
Komentari Pilkada Serentak 2024, Politikus PDIP Adian Napitupulu: Institusi Negara Gagal Belaku Netral Saat Pemilu

Komentar Dokter Tifa mendapatkan respons luas dari warganet. Sebagian besar warganet tampak mendukung pernyataan tersebut.

Akun @mes*** menulis, "Amiin moga terlknat pejabat yg menggunakan uang pjk utk di korup!!! Bahkan hrs diusut itu oleh kpk."

Balasan lain dari akun @sap*** menyatakan, "Sama bun saya jg ga rela dunia akherat, uang pajak saya di gunakan samsul untuk pencitraan dirinya."

Akun @oki*** turut mempertanyakan alasan pencantuman nama Wapres pada bantuan tersebut, "Pake uang pribadi apa rakyat knp ada namanya tercantum?"

Perdebatan ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat peka terhadap penggunaan dana publik, terutama jika dikaitkan dengan pencitraan pribadi pejabat.

Transparansi dalam penggunaan dana dan tujuan bantuan menjadi hal yang sangat penting untuk menghindari kontroversi seperti ini di masa depan. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Resmi Dibuka! Begini Cara Daftar Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Tahun 2025, Lengkapi Syarat-syarat Berikut

Pendaftaran seleksi PPIH 2025 telah dibuka. Simak panduan lengkap cara daftar dan syaratnya di sini.

Upaya Pencarian Buron Kelas Kakap Harun Masiku Makin Intens, Menteri Maruarar Tawarkan Sayembara Rp8 Miliar Bagi yang Menemukannya

Menteri Maruarar Sirait tawarkan hadiah Rp8 Miliar untuk penangkapan Harun Masiku, buron kelas kakap.

Komentari Pilkada Serentak 2024, Politikus PDIP Adian Napitupulu: Institusi Negara Gagal Belaku Netral Saat Pemilu

Politikus PDI Perjuangan, Adian Napitupulu mengomentari adanya berlangsungnya Pilkada serentak 2024, Adian sebut ada kecurangan

Tegas! Menteri Agama Langsung Serahkan Barang yang Diduga Gratifikasi ke KPK, Ini Isinya

Menteri Agama buktikan komitmennya dengan menyerahkan barang gratifikasi ke KPK untuk memastikan good governance.

Sambut Libur Nataru 2024, Harga Tiket Pesawat Turun 10 Persen di Semua Bandara RI, Catat Tanggal Berlakunya!

Harga tiket pesawat di Indonesia mengalami penurunan 10 persen dalam periode libur nataru 2024-25, berikut ini aturan dan tanggal berlakunya

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;