Umar Hasibuan Bandingkan Jokowi dan SBY di Momen Tahun Baru, Sebut Joko Widodo Pengen Diperhatikan Terus

Tangkap layar video yang menampilkan momen Jokowi bersama masyarakat merayakan tahun baru 2025
Tangkap layar video yang menampilkan momen Jokowi bersama masyarakat merayakan tahun baru 2025 Source: (Foto/Instagram/@jokowi)

Nasional, gemasulawesi - Pegiat media sosial, Umar Hasibuan, baru-baru ini menyoroti mantan Presiden Indonesia ke-7, Joko Widodo (Jokowi), di momen perayaan tahun baru 2025.

Umar Hasibuan membandingkan sikap Jokowi dengan mantan Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pasca masa jabatan mereka sebagai Presiden.

Menurut penjelasan Umar Hasibuan, Jokowi dan SBY menunjukkan perbedaan yang mencolok dalam hal sorotan media setelah tidak lagi menjabat sebagai Presiden.

Umar menjelaskan, setelah tidak lagi menjadi Presiden, SBY cenderung menjauhi sorotan media massa.

Baca Juga:
Soroti TNI yang Bersihkan Sungai Penuh Sampah, Susi Pudjiastuti Minta Presiden Prabowo Wajibkan Pemdes Beli Eskavator

Hal ini berbeda dengan Jokowi, yang menurut Umar, justru seolah ingin terus mendapatkan perhatian dari media.

"Kenapa SBY selepas dr presiden menjauhi media massa sdg orang ini seolah pengen diperhatikan terus," tulis cuitan Umar Hasibuan melalui akun X atau Twitter resminya @UmarHasibuan__ pada Rabu 1 Januari 2025.

Dalam cuitannya, Umar juga mengunggah berita yang mengabarkan tentang Jokowi yang memberikan pesan untuk tahun baru 2025, yang menunjukkan bahwa Jokowi tetap menjadi pusat perhatian meski sudah tidak lagi menjabat.

Cuitan Umar soal Jokowi tersebut pun menuai banyak komentar dari warganet di X. Beberapa warganet tampak sependapat dengan pandangan Umar Hasibuan.

Baca Juga:
Rocky Gerung Beberkan Dua Alasan Penyebab Jokowi Masuk Daftar Tokoh Paling Korup Menurut Lembaga Luar Negeri

"Bukan seolah, tapi memang pengen diperhatikan terus," tulis balasan dari akun @amr***.

"Dia takut...Kl dia berdiam diri di rumah dia gelisah, maka dia sok sibuk kesana kemari hanya brusaha menutupi dan melupakan kegelisahnnya." Tulis balasan lain dari akun @vor***.

"Karena bapak ini kena penyakit post power syindrom akut. Merasa masih pegang kekuasaan," tulis balasan dari akun @opo***.

Di sisi lain, Jokowi memang turut merayakan tahun baru 2025 bersama masyarakat.

Baca Juga:
Tegas! Menkeu Sri Mulyani Pastikan PPN Tidak Naik, Kebijakan Pajak Tetap Pro Rakyat, Berikut Detailnya

Hal ini diketahui melalui unggahannya di akun Instagram resminya @jokowi, yang memperlihatkan kegiatan perayaan tersebut.

Pada unggahannya, Jokowi menyampaikan pesan bahwa Indonesia di tahun 2025 akan semakin lebih baik dan maju.

"InshaAllah, tahun depan kita semua lebih baik. Indonesia semakin maju," tulis keterangan dalam unggahan Jokowi tersebut.

Meskipun sudah tidak lagi menjabat sebagai Presiden, Jokowi memang kerap menjadi bahan perbincangan di media.

Baik melalui kegiatan-kegiatan yang ia lakukan, seperti perayaan tahun baru bersama masyarakat, maupun melalui pesan-pesan yang ia sampaikan.

Hal ini menunjukkan bahwa Jokowi masih memiliki daya tarik besar bagi publik dan media, meskipun posisinya kini telah berubah. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Soroti TNI yang Bersihkan Sungai Penuh Sampah, Susi Pudjiastuti Minta Presiden Prabowo Wajibkan Pemdes Beli Eskavator

Susi Pudjiastuti meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mewajibkan Pemda atau Pemdes membeli alat berat eskavator, begini alasannya

Rocky Gerung Beberkan Dua Alasan Penyebab Jokowi Masuk Daftar Tokoh Paling Korup Menurut Lembaga Luar Negeri

Pengamat politik Indonesia, Rocky Gerung mengomentari Jokowi yang masuk ke dalam daftar tokoh paling korup menurut lembaga luar negeri

Tegas! Menkeu Sri Mulyani Pastikan PPN Tidak Naik, Kebijakan Pajak Tetap Pro Rakyat, Berikut Detailnya

PPN tetap 11%, barang bebas pajak tak berubah. Menkeu Sri Mulyani pastikan kebijakan pajak tetap pro rakyat.

Meresapi Pemikiran Tan Malaka Seperti Berkaca pada Cermin Retak, Memunculkan Mozaik Gagasan yang Membingungkan

Meresapi pemikiran dari Tan Malaka seperti berkaca pada cermin retak yang memunculkan mozaik gagasan yang mencengangkan.

Kementan Pastikan Akan Bekerja Sama dengan Pemda untuk Perlancar Distribusi Bahan Baku Pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis

Kementerian Pertanian memastikan akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memperlancar distribusi bahan baku pangan.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;