Soroti KPK yang Tunggu Laporan Terkait Dugaan Korupsi Jokowi, Said Didu: Cari Bukti Informasi, Bukan Meminta

Potret mantan Presiden Indonesia, Jokowi yang baru-baru ini jadi sorotan YLBHI
Potret mantan Presiden Indonesia, Jokowi yang baru-baru ini jadi sorotan YLBHI Source: (Foto/Instagram/@jokowi)

Nasional, gemasulawesi - Pegiat media sosial, Said Didu, mengkritik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinilainya seharusnya aktif mencari bukti terkait dugaan korupsi yang melibatkan mantan Presiden Indonesia ke-7, Joko Widodo.

Kritik tersebut muncul setelah pernyataan Ketua KPK, Setyo Budiyanto, yang menyebut pihaknya masih menunggu laporan masyarakat terkait dugaan korupsi Jokowi.

Pernyataan itu disampaikan Setyo saat menanggapi kabar yang menyebut Jokowi sebagai tokoh terkorup tahun 2024 versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).

Dia juga menegaskan bahwa segala dugaan tindak pidana korupsi harus dilengkapi dengan bukti, baik berupa dokumen pendukung maupun alat bukti lainnya.

Baca Juga:
Gugur Saat Selamatkan Wisatawan Tenggelam, Bripka Aditya Munartono Terima Kenaikan Pangkat Anumerta dari Kapolri

Namun, pandangan Setyo ini justru menuai kritik dari Said Didu pada 4 Januari 2025.

Menurut Said Didu, KPK harusnya aktif mencari bukti korupsi, bukan hanya mengandalkan atau menunggu laporan dari masyarakat.

Melalui cuitan di akun X resminya, @msaid_didu, Said Didu menulis, "Tugas KPK tuh mencari bukti informasi terjadinya korupsi - bukan sekedar meminta laporan dari masyarakat."

Kritiknya tidak berhenti di situ. Said Didu bahkan menyebut bahwa pimpinan KPK saat ini terkesan enggan mencari informasi karena memiliki utang budi kepada Jokowi.

Baca Juga:
Adi Prayitno Sebut Keputusan MK Hapus Ambang Batas Calon Presiden Akan Jadi Hal Percuma Jika Parpol Lakukan Hal Ini

"Tapi sudahlah, yg memilih Pimpinan @KPK_RI yg ada skrg adalah Jokowi - jadi terjadi utang budi," tambahnya dalam cuitan tersebut.

Cuitan Said Didu tersebut memicu berbagai reaksi dari warganet yang sebagian besar senada dengannya.

Salah satu pengguna akun X, @ban***, menyindir kinerja KPK dengan menulis, "KPK banyak omong doang kerjanya."

Sementara itu, akun @the*** menyuarakan kritik yang lebih tajam, "Udah ada laporan juga ga diproses. Keja males, tapi gaji gede. Uang pajak rakyat cuma dikasi ke orang orang males KPK. Rugi."

Baca Juga:
PBNU Singgung Kredibilitas OCCRP yang Rilis Daftar Tokoh Terkorup, Rocky Gerung: Makin Konyol Argumen Pendukung Jokowi

Di sisi lain, akun @alm*** menambahkan kritik dengan menyebut, "KPK Makan Gaji Butak tak mau Kerja tak tahu malu."

Kritik terhadap KPK ini menunjukkan adanya ketidakpuasan publik terhadap lembaga tersebut, terutama dalam menyikapi isu besar seperti dugaan korupsi yang melibatkan mantan kepala negara.

Sebagian masyarakat berharap agar KPK lebih proaktif dalam menjalankan tugasnya, termasuk menggali informasi dan mencari bukti atas dugaan korupsi, tanpa harus menunggu laporan dari masyarakat. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Gugur Saat Selamatkan Wisatawan Tenggelam, Bripka Aditya Munartono Terima Kenaikan Pangkat Anumerta dari Kapolri

Bripka Aditya meninggal saat menyelamatkan wisatawan tenggelam. Kapolri berikan kenaikan pangkat anumerta sebagai penghormatan.

Adi Prayitno Sebut Keputusan MK Hapus Ambang Batas Calon Presiden Akan Jadi Hal Percuma Jika Parpol Lakukan Hal Ini

Adi Prayitno menilai putusan MK menghapus ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden akan percuma jika partai politik lakukan ini

PBNU Singgung Kredibilitas OCCRP yang Rilis Daftar Tokoh Terkorup, Rocky Gerung: Makin Konyol Argumen Pendukung Jokowi

Rocky Gerung memberikan pandangannya usai Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf mempertanyakan kredibilitas OCCRP yang sebut Jokowi tokoh terkorup

Bongkar Kasus Korupsi PT Pembangunan Perumahan, KPK Sita Uang Rp62 Miliar, Ini Rincian Temuannya

KPK mengusut dugaan kerugian negara Rp80 miliar dalam kasus PT PP, dengan penyitaan uang Rp 62 miliar.

Viral di Media Sosial! Brand Asal Belarus Perkenalkan Gaun Unik dari Bubble Wrap Seharga Rp1,5 Juta, Netizen Ramai Berkomentar

Desain gaun dari bubble wrap viral di media sosial. Brand Belarus ciptakan karya mode anti-mainstream yang mencuri perhatian.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;