Soroti Penemuan SHM di Laut Subang, Mahfud MD ke Prabowo: Beban Bapak Sangat Berat, Indonesia Hadapi Banyak Masalah

Tangkap layar video Mahfud MD yang sedang berbicara di talkshow Terus Terang
Tangkap layar video Mahfud MD yang sedang berbicara di talkshow Terus Terang Source: (Foto/YouTube/@Mahfud MD Official)

Nasional, gemasulawesi - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Mahfud MD, menyoroti penemuan sertifikat hak milik (SHM) yang berada di perairan Subang, Jawa Barat.

Isu ini mencuat setelah adanya laporan mengenai ratusan hektare laut di Subang yang telah disertifikasi dengan mencatut ratusan nama nelayan setempat sebagai pemilik sertifikat.

Penemuan tersebut memunculkan berbagai pertanyaan mengenai legalitas dan mekanisme pemberian sertifikat di area yang secara hukum tidak seharusnya dikapling.

Mahfud MD pun memberikan perhatian serius terhadap permasalahan ini dan menyampaikan pesan terbuka kepada Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.

Baca Juga:
Soroti Bandara VVIP IKN yang Sempat Banjir Hingga Berlumpur, Susi Pudjiastuti: Semoga Cepat Tertangani

Dalam pesannya, Mahfud menegaskan bahwa permasalahan ini hanyalah salah satu dari sekian banyak tantangan besar yang dihadapi oleh pemerintahan saat ini.

"Yth. Bpk Presiden Prabowo. Kami tahu beban Bpk sangat berat, Indonesia hadapi banyak masalah akut," tulis Mahfud MD dalam cuitan di akun X resminya, @mohmahfudmd, pada Kamis, 30 Januari 2025.

Lebih lanjut, Mahfud menyebutkan beberapa masalah utama yang saat ini dihadapi negara, seperti utang yang membengkak, kemiskinan, serta kasus korupsi yang masih merajalela.

Namun, menurutnya, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah keberadaan mafia yang mengancam eksistensi negara, termasuk mafia tanah dan laut yang terus beroperasi dengan berbagai modus.

Baca Juga:
Disebut Melakukan Penyerangan, Begini Pengakuan WNI yang Jadi Korban Penembakan oleh Aparat Malaysia

Terkait penemuan SHM di perairan Subang, Mahfud melaporkan bahwa praktik sertifikasi ilegal ini bukanlah kasus pertama yang terjadi.

Sebelumnya, kejadian serupa juga ditemukan di perairan Tangerang dengan modus yang hampir sama.

"Setelah kasus pemagaran laut di Tangerang kini bermunculan banyak kasus pensertifikatan laut ilegal. Terbaru ada 460 hektar laut dikapling di Subang dengan modus membeli tanah dari rakyat. Tanahnya tidak ada (yang ada hanya laut), sertifikatnya ada, tetapi rakyat yang dicatat sebagai pemilik sertifikat ternyata tak tahu kalau mereka punya sertifikat tanah yang katanya pemberian Presiden," lanjut Mahfud dalam cuitannya.

Mahfud menilai bahwa mafia tanah dan laut ini semakin berani beroperasi, bahkan hingga melibatkan nama-nama rakyat kecil tanpa sepengetahuan mereka.

Baca Juga:
Soroti Wacana Perguruan Tinggi Mengelola Tambang, Mantan Menteri Agama RI: Pasti Muncul Ketidakadilan

Kejadian ini bukan hanya menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi tata kelola pertanahan dan perairan di Indonesia.

Menurut Mahfud, Presiden Prabowo memiliki tugas berat dalam menindak tegas praktik ilegal ini.

Ia berharap agar pemerintah benar-benar serius dalam memberantas mafia tanah dan laut yang telah merugikan banyak pihak, terutama nelayan yang terdampak langsung oleh praktik tersebut.

"Tugas Bapak (Presiden Prabowo) sangat berat, tapi Bapak harus melawan kelelahan dan semoga terus sehat untuk melawan mafia ini," pungkas Mahfud dalam cuitannya.

Baca Juga:
Kasus Penipuan Investasi Online dengan Modus Love Scamming Terbongkar, 20 Orang Ditangkap, Begini Cara Pelaku Mengelabui Korban

Keberadaan mafia tanah dan laut yang semakin merajalela menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera bertindak tegas.

Jika tidak segera ditangani, praktik ini berpotensi menimbulkan polemik berkepanjangan serta merusak kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum dan administrasi pertanahan di Indonesia. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Soroti Bandara VVIP IKN yang Sempat Banjir Hingga Berlumpur, Susi Pudjiastuti: Semoga Cepat Tertangani

Susi Pudjiastuti menyoroti kondisi Bandara VVIP di IKN yang dikabarkan sempat dilanda banjir, Susi berharap masalah cepat teratasi

Disebut Melakukan Penyerangan, Begini Pengakuan WNI yang Jadi Korban Penembakan oleh Aparat Malaysia

Begini pengakuan dari salah satu WNI yang menjadi korban selamat di insiden penembakan yang dilakukan aparat Malaysia

Soroti Wacana Perguruan Tinggi Mengelola Tambang, Mantan Menteri Agama RI: Pasti Muncul Ketidakadilan

Eks Menag RI, Lukman Hakim Syaifuddin memberikan pendapatnya terkait wacana yang sebut kampus akan mengelola pertambangan

Said Didu Beri Peringatan Soal Jokowi: Jika Kita Masih Diam, Indonesia Habis Dijual oleh Joko Widodo

Said Didu baru-baru ini menyebut Indonesia bisa saja dijual habis oleh Jokowi jika masyarakat masih diam dan tidak waspada

Kasus Penipuan Investasi Online dengan Modus Love Scamming Terbongkar, 20 Orang Ditangkap, Begini Cara Pelaku Mengelabui Korban

Polisi ungkap kasus love scamming, aplikasi investasi palsu menyebabkan kerugian besar bagi korban wanita.

Berita Terkini

wave

Kementerian Pendidikan Setujui 4 Program Prioritas Infrastruktur dan Mutu Guru Parigi Moutong

Kementerian Pendidikan setujui 4 program prioritas Parigi Moutong pada 1 Juli 2026 untuk rehabilitasi infrastruktur sekolah dan peningkatan

Bupati Erwin Burase Minta Aplikasi Pemda Parigi Moutong Diuji Siber

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memperketat keamanan siber aplikasi mandiri untuk mencegah peretasan dan kebocoran data publik.

Bupati Erwin Burase Jamin Keberlanjutan Program Perlindungan Anak Parigi Moutong Pasca Kemitraan WVI Bersama Pemkab Berakhir

Bupati Parigi Moutong Erwin Burase menegaskan komitmen perlindungan anak dan perempuan tetap berjalan meski program Wahana Visi Indonesia

Dilantik Bupati Erwin Burase, Ketua PELTI Hestiwati L Nanga Genjot Pembinaan Tenis Usia Dini

Pengurus PELTI Parigi Moutong 2026–2030 resmi dilantik. Ketua Umum Hestiwati L Nanga siap bangun infrastruktur baru demi jaga tradisi emas.

Wabup Parigi Moutong Soroti Malfungsi Keluarga dan Ancaman Siber Anak

Wabup Parigi Moutong ingatkan bahaya krisis pengasuhan atau fatherless country yang memicu kenakalan remaja pada Hari Keluarga Nasional 2026


See All
; ;