Kemensos: Banyak Daerah Tidak Aktif Lakukan Pemutakhiran DTKS

<p>Foto: Mensos Risma.</p>
Foto: Mensos Risma.

Gemasulawesi– Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengakui terdapat kabupaten/kota tidak aktif melakukan pemutakhiran DTKS.

“Data kemiskinan itu kan dinamis. Ada yang pindah, meninggal dunia, ada yang mungkin sudah meningkat ekonominya sehingga tidak layak lagi menerima. Ada juga penerima dari kalangan dekat dengan kepala desa. Kasus di Bolmo ini malah kepala desanya sendiri. Maka memang harus dikawal terus” ungkap Risma, dalam keterangan pers, Kamis 2 September 2021.

Risma mengakui mendapatkan banyak laporan tentang bantuan sosial kurang tepat sasaran, terkendala, atau tidak tersalurkan ke penerima manfaat.

Baca juga: Ini Cara Cek Penerima BST Kemensos Pada Laman DTKS

Ia menginstruksikan jajarannya turun langsung menyelesaikan masalah di lapangan. Bahkan dirinya ikut langsung.

Dia menyatakan, pemutakhiran DTKS merupakan kewenangan penuh pemerintah daerah.

Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin.

Baca juga: Kemendikbud Minta Mutahirkan Data Penerima Bantuan Kuota Pelajar

Menurut dia, proses itu dimulai dari musyawarah desa atau musyawarah kelurahan. Secara berjenjang naik hingga ketahapa kementerian.

“Jadi, Pemda dan jajarannya sampai tingkat desa/kelurahan memiliki kewenangan penuh menentukan siapa yang layak menerima bantuan dan siapa yang tidak,” kata dia.

Baca juga: Wakil Rakyat Persoalkan DTKS di Parigi Moutong

Risma temukan nama Kades sebagai penerima Bansos di Sulawesi Utara

Pernyataan Risma ini merespons polemik adanya nama Kepala Desa Ambang Dua, Kecamatan Bolaang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara sebagai penerima bantuan sosial.

Warga setempat pun menyuarakan protes diiringi dengan aksi penyegelan kantor desa.

Baca juga: Verifikasi Validasi DTKS Parigi Moutong Dibawah 50 Persen

Baca juga: Petinggi Demokrat Syarif Hasan Jagokan Jenderal Andika Perkasa Jadi Panglima TNI

Setelah mengecek informasi itu dan menemukan nama Kepala Desa Ambang Dua, Sangadi, sebagai penerima bantuan sosial, Kemensos pun langsung mengeluarkan namanya dari daftar.

Dia menegaskan, Kementerian Sosial tidak mendata secara langsung. Kemensos dalam hal ini menetapkan data diterima dari tingkat daerah. (***)

Baca juga: Rapat Evaluasi DTKS, Hasilkan Tujuh Poin Penting

Baca juga: Anleg Minta Ada Porsi Anggaran UPTD Disdukcapil di APBD-P 2021

...

Artikel Terkait

wave

Aceh Barat Jadi Lokasi Kongres Santri Pancasila

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mendukung Kota Meulaboh, Ibu Kota Kabupaten Aceh Barat menjadi tuan rumah Kongres Santri Pancasila.

Harga Tertinggi Antigen Rp99 Ribu Jawa-Bali dan Rp109 Ribu Luar Jawa-Bali

Pemerintah menetapkan harga tertinggi antigen wilayah Jawa dan Bali Rp99 ribu, dan Rp109 ribu untuk luar Jawa dan Bali, melalui evaluasi.

Petinggi Demokrat Syarif Hasan Jagokan Jenderal Andika Perkasa Jadi Panglima TNI

Politikus Partai Demokrat, Syarif Hasan melihat figur KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa cenderung paling tepat menjadi Panglima TNI.

Kepala Staf Presiden Moeldoko Segera Laporkan ICW ke Kepolisian

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko segera laporkan ICW ke kepolisian. Karena lembaga swadaya masyarakat itu tidak mau meminta maaf.

Komisi VIII DPR Dukung Usulan Tambahan Anggaran Rp35,72 Milliar KPPPA

Komisi VIII DPR RI mendukung usulan tambahan anggaran KPPPA Rp35,72 milliar untuk menyokong program pemberdayaan perempuan dan anak.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;