Ketum Partai Demokrat AHY Tanggapi Gagasan Pembentukan Koalisi Permanen untuk KIM Plus: Saya Rasa Semangatnya Bagus

Potret Ketua Umum Partai Demkorat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY yang menanggapi gagasan koalisi permanen
Potret Ketua Umum Partai Demkorat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY yang menanggapi gagasan koalisi permanen Source: (Foto/Instagram/@agusyudhoyono)

Nasional, gemasulawesi - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan tanggapan mengenai gagasan koalisi permanen dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.

Pernyataan ini muncul setelah Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran ketua umum dan pengurus pusat partai politik dalam KIM Plus untuk mempertahankan koalisi hingga 2029.

Keinginan tersebut disampaikan dalam pertemuan di kediaman pribadi Prabowo di Hambalang, Bogor, pada Jumat, 14 Februari 2025.

Gagasan koalisi permanen ini mengundang berbagai respons dari partai-partai yang tergabung dalam KIM Plus.

Baca Juga:
Kampus Batal Mendapatkan Izin untuk Kelola Tambang, Sekjen Kemendiktisaintek RI Berikan Tanggapan Begini

Beberapa ketua umum dan pengurus partai yang menghadiri pertemuan tersebut menegaskan bahwa wacana ini bertujuan untuk menjaga stabilitas politik serta mendukung jalannya pemerintahan dalam lima tahun ke depan.

Dengan tetap solidnya koalisi hingga akhir masa pemerintahan, diharapkan kebijakan pemerintah dapat dijalankan tanpa hambatan politik yang berarti.

Menanggapi hal tersebut, AHY menyatakan bahwa gagasan koalisi permanen memiliki semangat yang baik dalam menjaga kekompakan partai-partai pendukung pemerintahan.

Ia menilai soliditas Koalisi Indonesia Maju merupakan hal penting untuk memastikan efektivitas pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.

Baca Juga:
Kemensos RI Berencana Batasi Durasi Penerima Bansos Hanya untuk Selama 5 Tahun, Gus Ipul Beberkan Alasannya

"Saya rasa semangatnya bagus, dan saya tentu ingin fokus, yang jelas saat ini Koalisi Indonesia Maju solid," kata AHY di Jakarta, Selasa, 18 Februari 2025.

Menurut AHY, salah satu faktor utama yang membuat koalisi ini tetap kuat adalah kepemimpinan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Ia menilai bahwa koalisi yang dibangun oleh Prabowo bukan sekadar strategi politik sesaat atau sekadar gimmick, melainkan merupakan hasil dari komunikasi yang intensif antara partai-partai di dalamnya.

KIM Plus, kata AHY, telah melalui berbagai pertemuan yang bersifat formal maupun informal, baik secara terbuka maupun tertutup.

Baca Juga:
Soroti Mahasiwa Demo dengan Tema Indonesia Gelap, Mensesneg: Nggak Ada, Kita Akan Menyongsong Indonesia Bangkit

Pertemuan-pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarpartai, tetapi juga wadah untuk membahas berbagai pemikiran, gagasan, serta masukan yang konstruktif bagi pemerintahan.

Hal ini, menurut AHY, menjadi indikator bahwa koalisi ini memiliki fondasi yang kuat dan sehat.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesinambungan komunikasi di dalam koalisi agar tetap solid dalam menghadapi tantangan politik ke depan.

Menurutnya, koalisi yang sehat akan membentuk kekuatan politik yang stabil, sehingga dapat memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintahan Prabowo.

Baca Juga:
Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran 2025, Mendagri Tito Karnavian Keluarkan Instruksi Tegas Ini untuk Seluruh Daerah

AHY mengaku bahwa Partai Demokrat merasa nyaman berada di dalam Koalisi Indonesia Maju.

Ia menegaskan bahwa Demokrat akan tetap berkomitmen untuk mendukung jalannya pemerintahan, serta berharap kekompakan yang ada saat ini bisa terus terjaga dalam lima tahun ke depan.

"Mudah mudahan hasilnya kekompakan yang berbuah pada kinerja yang baik," jelas AHY.

Gagasan koalisi permanen ini diharapkan tidak hanya menjadi konsep yang bersifat ideal, tetapi juga dapat terwujud dalam praktik politik sehari-hari.

Dengan adanya komitmen dari setiap partai anggota KIM Plus, stabilitas pemerintahan dapat terjaga, dan program-program yang telah dirancang dapat terlaksana dengan baik. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Kampus Batal Mendapatkan Izin untuk Kelola Tambang, Sekjen Kemendiktisaintek RI Berikan Tanggapan Begini

Kemendiktisaintek RI mengaku mengormati keputusan yang membuat perguruan tinggi atau kampus batal dapat izin kelola tambang

Kemensos RI Berencana Batasi Durasi Penerima Bansos Hanya untuk Selama 5 Tahun, Gus Ipul Beberkan Alasannya

Kementerian Sosial berencana membatasi durasi penerimaan bansos hanya untuk selama 5 tahun bagi yang berusia produktif

Soroti Mahasiwa Demo dengan Tema Indonesia Gelap, Mensesneg: Nggak Ada, Kita Akan Menyongsong Indonesia Bangkit

Mensesneg RI, Prasetyo Hadi mengomentari aksi demo mahasiswa yang menuntut beberapa kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto direvisi

Tegaskan Kebijakan Efisiensi Anggaran Tidak Ganggu KIP Kuliah, Mendiktisaintek: Pendidikan Hak Semua Warga

Mendiktisaintek Satryo Soemantri menjelskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah tidak ganggu KIP

Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran 2025, Mendagri Tito Karnavian Keluarkan Instruksi Tegas Ini untuk Seluruh Daerah

Pemerintah daerah diminta siapkan infrastruktur transportasi dan mencegah lonjakan harga tiket menjelang mudik Lebaran 2025.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;