Polri Periksa Personelnya yang Diduga Intimidasi Grup Band Sukatani, Kompolnas Beri Tanggapan Begini

Potret Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Muhammad Choirul Anam
Potret Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Muhammad Choirul Anam Source: (Foto/HO-ANTARA FOTO/Makna Zaezar/aww/am)

Nasional, gemasulawesi - Polemik terkait grup band Sukatani yang diduga mengalami intimidasi akibat lagu mereka, "Bayar Bayar Bayar," mendapat perhatian dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). 

Kasus ini mencuat setelah beredar video permintaan maaf dari grup band tersebut, yang memicu dugaan publik bahwa mereka ditekan untuk menarik lagu yang dianggap menyinggung institusi kepolisian.

Lagu "Bayar Bayar Bayar" mendapat sorotan luas karena dinilai sebagai kritik terhadap kepolisian, khususnya dalam isu-isu yang berkaitan dengan pungutan liar.

Beberapa pihak menduga bahwa permintaan maaf yang dibuat oleh Sukatani bukanlah inisiatif mereka sendiri, melainkan karena adanya tekanan dari aparat kepolisian.

Baca Juga:
Tak Ikut Retret Kepala Daerah di Magelang, Wagub Jakarta Rano Karno Mengaku Bakal Hadir saat Penutupan

Menanggapi polemik ini, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri memastikan bahwa mereka sedang melakukan pemeriksaan terhadap enam personel Direktorat Reserse Kriminal Siber (Ditreskrimsiber) Polda Jawa Tengah.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengklarifikasi adanya dugaan intimidasi terhadap anggota band Sukatani.

Propam Polri menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami informasi lebih lanjut terkait dugaan keterlibatan personel kepolisian dalam kasus ini.

Menyoroti langkah yang telah diambil oleh Polri, Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Choirul Anam menyampaikan apresiasinya terhadap upaya Propam yang melakukan pemeriksaan terhadap oknum personel yang diduga terlibat.

Baca Juga:
Tagar Kabur Aja Dulu Ramai di Media Sosial, Sekjen Kemenaker Anwar Sanusi Beri Respon Mengejutkan Soal Ini

Choirul menilai bahwa langkah ini merupakan respons positif dari Polri dalam menangani isu yang berkaitan dengan kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia.

"Pemeriksaan oleh Paminal ke divisi siber Polda Jawa Tengah ini merupakan langkah positif dan kami apresiasi," jelas Choirul Anam pada Sabtu, 22 Februari 2025.

Choirul juga menegaskan bahwa lagu yang diciptakan oleh band Sukatani merupakan salah satu bentuk ekspresi masyarakat dalam menyampaikan kritik terhadap institusi Polri.

Menurutnya, dalam negara demokrasi, kebebasan berekspresi harus tetap dijaga dan dilindungi.

Ia menambahkan bahwa kritik yang disampaikan melalui seni, termasuk musik, seharusnya diterima sebagai bagian dari masukan bagi institusi negara, bukan sebagai ancaman yang harus ditindak secara represif.

Baca Juga:
Usai Tahan Hasto Kristiyanto, Ketua KPK Setyo Budiyanto Pastikan Pencarian Harun Masiku Tetap Berlanjut

Kritik dari masyarakat, kata Choirul, justru dapat menjadi bahan evaluasi bagi Polri untuk meningkatkan kinerjanya.

Di sisi lain, kasus ini telah memicu perdebatan luas di media sosial.

Banyak warganet yang menyayangkan adanya dugaan intimidasi terhadap grup band tersebut.

Beberapa aktivis kebebasan berekspresi juga menilai bahwa kasus ini mencerminkan tantangan besar dalam menegakkan hak-hak demokratis di Indonesia. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Tak Ikut Retret Kepala Daerah di Magelang, Wagub Jakarta Rano Karno Mengaku Bakal Hadir saat Penutupan

Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno mengaku bakal ikut acara penutupan retret, meskipun kini tidak ikut retret kepala daerah di Magelang

Tagar Kabur Aja Dulu Ramai di Media Sosial, Sekjen Kemenaker Anwar Sanusi Beri Respon Mengejutkan Soal Ini

Anwar Sanusi merespons tagar #KaburAjaDulu dengan menyoroti pentingnya keterampilan dan pelatihan vokasi bagi tenaga kerja.

Usai Tahan Hasto Kristiyanto, Ketua KPK Setyo Budiyanto Pastikan Pencarian Harun Masiku Tetap Berlanjut

Komisi Pemberantasan Korupsi memastikan proses pencarian buronan Harun Masiku masih berlanjut, walaupun Hasto Kristiyanto sudah ditahan

Hasto Kristiyanto Minta KPK Periksa Keluarga Jokowi, Maruarar Sirait: Silahkan Saja, Ini Adalah Negara Hukum

Menteri Maruarar Sirait turut mengomentari tuntutan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto yang ingin KPK memeriksa keluarga Jokowi

Soroti Hasto Kristiyanto Jadi Tersangka dan Ditahan KPK, Umar Hasibuan Nilai PDIP Sedang Mendapatkan Karma

Pegiat media sosial, Umar Hasibuan menyoroti penahanan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto yang dilakukan oleh KPK

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Korea Pavane yang akan Segera Hadir di Netflix, Menawarkan Kisah Cinta dan Kasih Sayang

Pavane adalah film Korea yang sebentar lagi akan tampil di Netflix, menceritakan kisah tentang cinta dan penyembuhan emosional

Inilah Sinopsis Laut Bercerita yang Akan Dibintangi Reza Rahardian, Adaptasi dari Novel Sejarah Legendaris

Laut Bercerita adalah proyek film besar yang akan dibintangi Reza Rahardian, berkisah tentang seorang aktivis di era reformasi

Alan Ritchson Akan Berperang Melawan Ancaman dari Dunia Lain dalam Film War Machine di Netflix: Inilah Sinopsisnya

Alan Ritchson tampil dalam film laga fiksi ilmiah baru, War Machine, yang akan tayang di Netflix pada bulan Maret

Inilah Sinopsis Tolong Saya (Dowajuseyo), Film Horor Hasil Kolaborasi Sineas Indonesia dan Korea Selatan

Tolong Saya (Dowajuseyo) adalah film horor hasil kolaborasi sineas Indonesia dan Korea Selatan, dibintangi Saskia Chadwick

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.


See All
; ;