Kejagung RI Tegaskan BBM Pertamina yang Kini Beredar Aman dan Sudah Sesuai Spesifikasi, Begini Alasannya

Potret Harli Siregar selaku Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung yang sedang memberikan keterangan kepada wartawan
Potret Harli Siregar selaku Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung yang sedang memberikan keterangan kepada wartawan Source: (Foto/HO-ANTARA/Nadia Putri Rahmani)

Nasional, gemasulawesi - Kejaksaan Agung (Kejagung) RI menegaskan bahwa kualitas BBM Pertamina yang saat ini beredar di masyarakat sudah aman dan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. 

Pernyataan ini muncul setelah publik mencemaskan mutu BBM Pertamina menyusul terungkapnya kasus korupsi minyak yang terjadi di perusahaan tersebut.

Seiring dengan berkembangnya kasus tersebut, muncul isu bahwa BBM yang dijual oleh Pertamina tidak berkualitas karena diduga hasil oplosan.

Kekhawatiran ini semakin meluas di tengah masyarakat, yang mempertanyakan apakah produk BBM yang mereka gunakan masih memenuhi standar atau tidak.

Baca Juga:
Anggaran Gelar PSU Pilkada 2024 Capai Rp 1 Triliun, Komisi II DPR Sebut Perlu Bantuan APBN Rp 700 Miliar

Menanggapi hal itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar, memastikan bahwa Pertamina telah menjamin kualitas BBM yang saat ini beredar di pasaran. Ia meminta masyarakat agar tidak perlu merasa khawatir.

Selain itu, Harli menegaskan bahwa dugaan korupsi yang sedang diusut penyidik terjadi dalam rentang waktu 2018 hingga 2023.

Dengan demikian, menurutnya, BBM hasil dari praktik korupsi tersebut sudah tidak lagi beredar di masyarakat saat ini.

"Perlu kami (Kejagung) tegaskan bahwa penyidikan ini (kasus korupsi) dilakukan dalam kurun waktu 2018 sampai 2023. Artinya perbuatan ini sudah selesai," jelas Harli, dikutip pada Sabtu 1 Maret 2025.

Baca Juga:
DPR RI Sebut PSU Pilkada 2024 Berpotensi Habiskan Biaya Hingga 1 Triliun, Begini Rincian Anggarannya

Pernyataan ini menegaskan bahwa semua BBM yang dihasilkan selama periode tersebut sudah habis terjual dan tidak ada lagi yang beredar di pasaran saat ini.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) juga telah membantah bahwa produk BBM mereka, khususnya Pertamax, merupakan hasil oplosan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Vice President (VP) Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, yang memastikan bahwa Pertamax tetap diproduksi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Menurut Fadjar, Pertamax memiliki spesifikasi RON 92 dan memenuhi semua parameter kualitas bahan bakar yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas).

Baca Juga:
Buntut Kasus Korupsi Minyak di Pertamina, Denny Siregar Nilai Masyarakat Banyak yang Sudah Tidak Percaya Pemerintah

Ia menekankan bahwa pengawasan mutu BBM terus dilakukan oleh Kementerian ESDM dengan cara melakukan uji sampel dari berbagai SPBU secara berkala untuk memastikan kesesuaian standar.

"Terkait isu yang beredar bahwa BBM Pertamax merupakan oplosan, itu tidak benar," terang Fadjar pada Rabu 26 Februari 2025.

Pernyataan ini dimaksudkan untuk memberikan kejelasan kepada masyarakat bahwa kualitas BBM yang dijual oleh Pertamina masih dalam kondisi aman dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Meski demikian, isu terkait BBM oplosan sempat menjadi perhatian publik, terutama setelah adanya kekhawatiran mengenai kemungkinan keterkaitan antara kasus korupsi minyak dan kualitas produk yang beredar di pasaran. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Anggaran Gelar PSU Pilkada 2024 Capai Rp 1 Triliun, Komisi II DPR Sebut Perlu Bantuan APBN Rp 700 Miliar

Ketua Komisi II DPR, Rifqinizamy Karsayuda menilai perlunya bantuan senilai Rp 700 miliar dari APBN guna menggelar PSU Pilkada 2024

DPR RI Sebut PSU Pilkada 2024 Berpotensi Habiskan Biaya Hingga 1 Triliun, Begini Rincian Anggarannya

Anggota Komisi II DPR RI, Dede Yusuf menilai bahwa diperlukan anggaran sampai Rp 1 triliun untuk menggelar PSU Pilkada 2025

Buntut Kasus Korupsi Minyak di Pertamina, Denny Siregar Nilai Masyarakat Banyak yang Sudah Tidak Percaya Pemerintah

Pegiat medsos, Denny Siregar menilai bahwa kepercayaan terhadap pemerintah luntur setelah terjadi kasus korupsi minyak di Pertamina

PT Sritex Resmi Tutup Mulai 1 Maret 2025, Wamenaker Immanuel Ebenezer Jadi Sorotan dan Dicari Warganet

Wamenaker RI, Immanuel Ebenezer jadi perhatian warganet setelah terdengar kabar bahwa PT Sritex resmi bakal tutup mulai 1 Maret 2025

Jadi Sorotan Warganet, Unggahan Putra Mahkota Keraton Solo yang Sebut Menyesal Gabung Republik Viral di Medsos

KGPAA Hamangkunegoro putra mahkota keraton Solo jadi sorotan warganet karena mengunggah kaliman nyesel gabung republik

Berita Terkini

wave

10 HP Terbaik yang Akan Hadir di 2026: Spesifikasi, Fitur AI, dan Perbandingan Lengkap

Sedang mencari HP terbaik 2026? Simak daftar 10 smartphone terbaru dari Samsung, Xiaomi, Google, Vivo hingga OPPO lengkap dengan fitur AI

Skandal Galian C Sausu Taliabo: Keruk Bumi Pakai Solar Subsidi, Dewo Satria Kebal Hukum?

Aktivitas tambang galian C ilegal diduga milik Dewo Satria beraktifitas lancar dan lolos dari pantauan Unit Tipidter Polres Parigi moutong.

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali


See All
; ;