Soal Penolakan Program Makan Bergizi Gratis di Papua, Kepala BGN Dadan Hindiana: Yang Menolak Kami Maklumi

Potret Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memberikan keterangan
Potret Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memberikan keterangan Source: (Foto/HO-ANTARA/Mentari Dwi Gayati)

Nasional, gemasulawesi - Badan Gizi Nasional (BGN) menyoroti adanya penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua.

Program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak ini ternyata mendapat respons beragam di beberapa daerah, termasuk penolakan dari sejumlah pelajar di Kota Wamena dan Kabupaten Jayawijaya.

Mereka menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua Pegunungan pada Februari 2025, menyatakan keberatan atas implementasi program tersebut.

Dalam aksi tersebut, para demonstran berpendapat bahwa pemerintah seharusnya lebih memprioritaskan pendidikan gratis daripada menyediakan makanan bergizi.

Baca Juga:
Politikus PDIP Tantang Erick Thohir Bantah Pernyataan Ahok soal Mafia di Pertamina yang Sebabkan Kasus Korupsi

Mereka menilai bahwa akses pendidikan yang lebih luas dan terjangkau akan lebih berdampak positif bagi masa depan anak-anak di Papua dibandingkan pemberian makanan bergizi secara cuma-cuma.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BGN, Dadan Hindiana, menjelaskan bahwa program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di seluruh Indonesia.

Menurutnya, setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan akses makanan bergizi sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar mereka.

Dadan juga memahami bahwa penolakan ini bisa saja terjadi akibat kurangnya pemahaman masyarakat mengenai manfaat dari program MBG.

Baca Juga:
Kejagung RI Tegaskan BBM Pertamina yang Kini Beredar Aman dan Sudah Sesuai Spesifikasi, Begini Alasannya

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa BGN tetap menghormati keputusan masyarakat yang belum ingin mengikuti program tersebut.

"Yang berhak menolak ya sementara kami maklumi dan mungkin belum tahu manfaatnya. Nanti kami secara persuasif dengan pemerintah daerah akan menyampaikan hal-hal terkait makan bergizi," kata Dadan, dikutip pada Minggu 2 Maret 2025.

Sebagai langkah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, BGN akan bekerja sama dengan pemerintah daerah di Papua guna melakukan pendekatan secara persuasif dan edukatif.

Upaya ini mencakup sosialisasi langsung kepada warga agar mereka memahami tujuan dan manfaat dari program MBG.

Baca Juga:
Anggaran Gelar PSU Pilkada 2024 Capai Rp 1 Triliun, Komisi II DPR Sebut Perlu Bantuan APBN Rp 700 Miliar

Dalam pelaksanaan sosialisasi tersebut, BGN akan mengutamakan dialog serta menyampaikan informasi melalui berbagai saluran, seperti pertemuan dengan tokoh masyarakat, pemuka agama, dan kader-kader kesehatan lokal.

Harapannya, dengan pendekatan ini, masyarakat yang sebelumnya menolak dapat melihat manfaat nyata dari program ini dan akhirnya bersedia menerimanya.

Di tengah situasi ini, diharapkan program MBG tetap dapat berjalan sesuai rencana tanpa mengabaikan aspirasi masyarakat setempat. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Politikus PDIP Tantang Erick Thohir Bantah Pernyataan Ahok soal Mafia di Pertamina yang Sebabkan Kasus Korupsi

Politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli menantang Menteri BUMN Erick Thohir untuk membantah pernyataan Ahok soal korupsi di Pertamina

Kejagung RI Tegaskan BBM Pertamina yang Kini Beredar Aman dan Sudah Sesuai Spesifikasi, Begini Alasannya

Kejaksaan Agung RI menegaskan bahwa BBM dari Pertamina yang kini beredar aman dan sesuai dengan spesifikasi, begini alasannya

Anggaran Gelar PSU Pilkada 2024 Capai Rp 1 Triliun, Komisi II DPR Sebut Perlu Bantuan APBN Rp 700 Miliar

Ketua Komisi II DPR, Rifqinizamy Karsayuda menilai perlunya bantuan senilai Rp 700 miliar dari APBN guna menggelar PSU Pilkada 2024

DPR RI Sebut PSU Pilkada 2024 Berpotensi Habiskan Biaya Hingga 1 Triliun, Begini Rincian Anggarannya

Anggota Komisi II DPR RI, Dede Yusuf menilai bahwa diperlukan anggaran sampai Rp 1 triliun untuk menggelar PSU Pilkada 2025

Buntut Kasus Korupsi Minyak di Pertamina, Denny Siregar Nilai Masyarakat Banyak yang Sudah Tidak Percaya Pemerintah

Pegiat medsos, Denny Siregar menilai bahwa kepercayaan terhadap pemerintah luntur setelah terjadi kasus korupsi minyak di Pertamina

Berita Terkini

wave

10 HP Terbaik yang Akan Hadir di 2026: Spesifikasi, Fitur AI, dan Perbandingan Lengkap

Sedang mencari HP terbaik 2026? Simak daftar 10 smartphone terbaru dari Samsung, Xiaomi, Google, Vivo hingga OPPO lengkap dengan fitur AI

Skandal Galian C Sausu Taliabo: Keruk Bumi Pakai Solar Subsidi, Dewo Satria Kebal Hukum?

Aktivitas tambang galian C ilegal diduga milik Dewo Satria beraktifitas lancar dan lolos dari pantauan Unit Tipidter Polres Parigi moutong.

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali


See All
; ;