Bio Farma Kembangkan Alat PCR Metode Kumur Bernama BioSaliva

<p>Foto: Bio Farma Kembangkan Alat PCR Metode Kumur Bernama BioSaliva </p>
Foto: Bio Farma Kembangkan Alat PCR Metode Kumur Bernama BioSaliva

Gemasulawesi- PT. Bio Farma telah mengembangkan alat PCR metode kumur bernama BioSaliva. Alat ini, diperkirakan akan menjadi salah satu alternatif Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ditengah banyaknya barang impor dalam penanganan pandemi corona.  

”Seperti kita ketahui banyak sekali produk yang masih impor, sehingga atas riset yang kita lakukan (melalui BioSaliva) mudah-mudahan bisa menjadi pilihan dari Kementerian Kesehatan untuk regulasi ke depannya produk dalam negeri ini bisa diutamakan,” ujar Direktur pemasaran PT. Bio Farma, Sri Harsi Teteki dalam rilis Kemenkes, Minggu 5 September 2021.

Dalam mendeteksi penyebab covid19, alat PCR metode kumur ini memiliki sensitivitas hingga 95 persen. Artinya, alat ini bisa digunakan untuk alternatif PCR Kit.

Baca juga: 2022, Bio Farma Targetkan Produksi Vaksin Merah Putih

Bio Farma tengah menguji post market produk ini dengan Kemenkes melalui tiga laboratorium. Ketiganya adalah Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Laboratorium Biomedik Lanjut Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, dan Laboratorium Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Bahkan, BioSaliva ini bisa jadi solusi bagi masyarakat yang sudah mulai bosan karena sering dites PCR dengan cara dicolok hidung atau tenggorokannya.

Produk tersebut telah mendapatkan izin edar dari Kemenkes pada 1 April 2021 kemarin. BioSaliva diharapkan bisa meningkatkan tracing dengan mengedepankan kenyamanan pada pengambilan sampel terutama untuk anak-anak dan kelompok lanjut usia (Lansia).

Cara penggunaan

Sebelum berkumur dengan BioSaliva, pengguna dianjurkan untuk tidak makan selama satu jam sebelum pengambilan sampel.

Pengguna dianjurkan batuk sedikit untuk mengeluarkan dahak sebelum berkumur. Akan tetapi, dahak itu ditahan di dalam mulut.

Setelah itu, pengguna bisa memasukkan cairan kumur BioSaliva ke dalam mulut dan mulai berkumur hingga ke bagian dalam tenggorokan.

Lalu, cairan dari mulut pengguna dimasukkan ke dalam wadah dan dicampurkan dengan larutan pencampur yang tersedia dalam kemasan. Setelah itu, campuran itu dikocok terus diserahkan ke laboratorium untuk dites.

Larutan BioSaliva bisa disimpan hingga dua tahun. Sementara itu, untuk sampel saliva (air liur) dapat stabil di suhu ruangan hingga 30 hari, suhu -20C, dan suhu -80C. (***)

...

Artikel Terkait

wave

KKP Tangkap Kapal Ikan Tidak Berizin dan Gunakan Alat Trawl di Aceh Timur

KKP menangkap dua kapal Ikan berbendera Indonesia tidak berizin dan gunakan alat trawl di perairan Kabupaten Aceh Timur, belum lama ini.

BMKG Catat Wilayah Ini Akan Alami Tanpa Hujan Kategori Ekstrem

BMKG sebut dari monitoring hingga akhir Agustus 2021, beberapa wilayah di Indonesia mengalami Tanpa Hujan kategori ekstrim panjang.

Jatim-Jateng Penyumbang Jumlah Buta Aksara Terbesar di Indonesia

Kemendikbud ungkap Provinsi penyumbang persentase jumlah penduduk buta aksara terbesar adalah Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng).

Bocah Enam Tahun Jadi Korban Pesugihan, Lima Orang Ditangkap Polisi

Polisi mengamankan lima orang anggota keluarga di Kabupaten Gowa, Sulsel, karena diduga menjadikan bocah enam tahun menjadi korban pesugihan.

Kemnaker Dorong Pembangunan BLK Komunitas di Papua dan Papua Barat

Kemnaker tengah mendorong pembangunan BLK Komunitas di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Guna mendekatkan akses pelatihan vokasi.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;