Puan Maharani Tak Setuju dengan Usulan Merelokasi Warga Palestina, Serukan Gaza Dibangun Kembali dengan Keadilan

Potret Puan Maharani ketika mengikuti diskusi bersama perwakilan parlemen negara peserta rangkaian KTT Pro Palestina
Potret Puan Maharani ketika mengikuti diskusi bersama perwakilan parlemen negara peserta rangkaian KTT Pro Palestina Source: (Foto/Instagram/@puanmaharaniri)

Nasional, gemasulawesi - Ketua DPR RI, Puan Maharani, menegaskan ketidaksetujuannya terhadap wacana relokasi warga Palestina ke luar tanah mereka.

Pernyataan tersebut disampaikan Puan dalam forum internasional bertajuk The Group of Parliaments in Support of Palestine yang digelar di Istanbul, Turki.

Dalam forum tersebut, Puan menolak tegas segala bentuk pemindahan paksa terhadap rakyat Palestina dari tanah kelahirannya, khususnya dari wilayah Gaza.

Puan menegaskan bahwa komunitas global memiliki tanggung jawab moral dan kemanusiaan untuk menolak gagasan pemindahan paksa tersebut.

Baca Juga:
Mahfud MD Nilai Kasus Korupsi yang Dibawa ke Pengadilan akan Menjadi Sebuah Korupsi Baru, Begini Contohnya

Ia menilai bahwa Gaza adalah rumah yang sah bagi rakyat Palestina, dan tidak boleh ada kompromi terhadap hak mereka untuk tinggal di tanah itu.

Penegasan ini menjadi bagian penting dari sikap politik luar negeri Indonesia yang konsisten mendukung perjuangan Palestina atas dasar keadilan dan kemanusiaan.

"Kita harus dengan tegas menolak segala bentuk pemindahan paksa warga Palestina. Gaza adalah rumah mereka. Tidak ada usulan untuk merelokasi warga Palestina ke luar tanah mereka yang boleh diterima," jelas Puan dalam keterangannya, Sabtu 19 April 2025.

Selain menyoroti pentingnya mempertahankan hak tinggal warga Palestina, Puan juga menekankan bahwa rekonstruksi Gaza seharusnya menjadi prioritas utama setelah konflik berkepanjangan yang menyebabkan kehancuran fisik maupun psikologis bagi warganya.

Baca Juga:
Mendikdasmen RI Bakal Meminta Guru Libur Mengajar Sehari Guna Ikut Pelatihan dengan BPMP, Begini Alasannya

Namun, pembangunan kembali wilayah tersebut harus dilakukan dengan menjunjung tinggi martabat, keadilan, dan memberikan harapan baru bagi rakyat Palestina.

Menurut Puan, komunitas internasional perlu menghindari pendekatan yang mendikte atau mengambil alih proses rekonstruksi.

Sebaliknya, rekonstruksi harus dipimpin langsung oleh rakyat dan pemerintah Palestina, berdasarkan kebutuhan riil dan prioritas yang mereka tentukan sendiri.

Pendekatan yang berpusat pada rakyat Palestina dinilai akan memberikan dampak yang lebih berkelanjutan serta memperkuat legitimasi proses pembangunan tersebut.

Baca Juga:
Soal Perkembangan RUU Perampasan Aset, Bamsoet Sebut Menunggu Keputusan Politik dari Parpol di Parlemen

"Kita harus mulai mempersiapkan masa depan. Gaza perlu dibangun kembali tidak hanya dengan batu bata, tetapi dengan martabat, keadilan, dan harapan," kata Puan Maharani.

Dalam kesempatan tersebut, Puan juga mengingatkan peran penting parlemen dari berbagai negara dalam membentuk opini publik dan memengaruhi kebijakan luar negeri negara masing-masing. 

Menurutnya, para anggota parlemen di seluruh dunia memiliki kekuatan untuk mengarahkan perhatian masyarakat internasional kepada isu-isu kemanusiaan seperti yang terjadi di Palestina.

Dukungan dari parlemen, kata Puan, akan memperkuat solidaritas global dan menekan pihak-pihak yang selama ini mengabaikan hak-hak dasar rakyat Palestina. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Mahfud MD Nilai Kasus Korupsi yang Dibawa ke Pengadilan akan Menjadi Sebuah Korupsi Baru, Begini Contohnya

Mahfud MD menilai bahwa kasus korupsi di Indonesia yang dibawa ke ranah pengadilan berpotensi menghasilkan kasus korupsi baru

Mendikdasmen RI Bakal Meminta Guru Libur Mengajar Sehari Guna Ikut Pelatihan dengan BPMP, Begini Alasannya

Mendikdasmen RI Abdul Mu'ti mengatakan bahwa para guru bakal diminta untuk mengikuti pelatihan dengan BPMP guna tingkatkan kualitas

Soal Perkembangan RUU Perampasan Aset, Bamsoet Sebut Menunggu Keputusan Politik dari Parpol di Parlemen

Anggota DPR, Bambang Soesatyo menjelaskan bahwa RUU Perampasan Aset menunggu keputusan politik dari partai politik di parlemen

Kesaksian Wartawan Sebut Jokowi Berambut Gondrong di Foto Ijazah SMA, Dokter Tifa: SMA Mana yang Mengizinkan?

Pegiat medsos, Dokter Tifa mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi usai wartawan sebut Jokowi berambut gondrong dalam foto di ijazah SMA

Diminta Jadi Juru Bicara Presiden Prabowo, Mensesneg Prasetyo Hadi Pastikan Peran Hasan Nasbi Tetap Ada

Mensesneg RI Prasetyo Hadi mengaku diminta untuk menjadi juru bicara Presiden Prabowo Subianto, namun tak hilangkan peran PCO

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Korea Pavane yang akan Segera Hadir di Netflix, Menawarkan Kisah Cinta dan Kasih Sayang

Pavane adalah film Korea yang sebentar lagi akan tampil di Netflix, menceritakan kisah tentang cinta dan penyembuhan emosional

Inilah Sinopsis Laut Bercerita yang Akan Dibintangi Reza Rahardian, Adaptasi dari Novel Sejarah Legendaris

Laut Bercerita adalah proyek film besar yang akan dibintangi Reza Rahardian, berkisah tentang seorang aktivis di era reformasi

Alan Ritchson Akan Berperang Melawan Ancaman dari Dunia Lain dalam Film War Machine di Netflix: Inilah Sinopsisnya

Alan Ritchson tampil dalam film laga fiksi ilmiah baru, War Machine, yang akan tayang di Netflix pada bulan Maret

Inilah Sinopsis Tolong Saya (Dowajuseyo), Film Horor Hasil Kolaborasi Sineas Indonesia dan Korea Selatan

Tolong Saya (Dowajuseyo) adalah film horor hasil kolaborasi sineas Indonesia dan Korea Selatan, dibintangi Saskia Chadwick

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.


See All
; ;