Lhokseumawe Siapkan 20 Hektare Lahan untuk Sekolah Rakyat Permanen

Pemerintah Lhokseumawe dan Wakil Menteri Sosial.
Pemerintah Lhokseumawe dan Wakil Menteri Sosial. Source: (kemensos.go.id)

Nasional, gemasulawesi - Inisiatif Sekolah Rakyat mendapat tanggapan hangat dari sejumlah pemerintah daerah. Dukungan nyata salah satunya datang dari Pemerintah Kota Lhokseumawe.

Mereka berkomitmen penuh dengan menyediakan lahan seluas 20 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat—angka yang jauh melampaui ketentuan minimal lahan sebesar 8,5 hektare.

"Kami sudah siapkan lahan seluas 20 hektare untuk pengembangan Sekolah Rakyat permanen," ujar Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, saat bertemu Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Gedung Kemensos.

Sayuti menjelaskan bahwa area tanah yang disiapkan berada di Desa Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Ia meyakini lokasi tersebut sangat layak untuk pembangunan Sekolah Rakyat.

Baca Juga:
Perang Iran dan Israel Berpotensi Tak Kunjung Selesai, Lemhannas RI Sebut Pihaknya Siapkan Skenario untuk Indonesia

“Tanahnya sudah rata, bukan semak atau lahan liar. Jadi bisa langsung dibangun Sekolah Rakyat di sana,” ungkapnya.

Sekolah Rakyat adalah lembaga pendidikan berasrama yang disediakan secara cuma-cuma bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, khususnya yang tercatat dalam desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Tujuan utama dari pendirian sekolah ini adalah untuk menghentikan rantai kemiskinan yang terus berlanjut antar generasi, dengan memberi akses pendidikan layak bagi anak-anak dari latar belakang prasejahtera.

Sayuti mengungkapkan bahwa di Kota Lhokseumawe terdapat sekitar 6.600 warga yang tergolong dalam kelompok miskin ekstrem. Angka ini setara dengan kurang lebih 4 persen dari total populasi kota yang mencapai 197.339 jiwa.

Baca Juga:
Soroti Adanya Pair Trawl di Laut Natuna Utara, Susi Pudjiastuti ke Presiden Prabowo: Tangkap dan Tenggelamkan Mereka

Guna mendukung upaya pengentasan kemiskinan, Sayuti berharap agar Sekolah Rakyat dapat didirikan di wilayah Kota Lhokseumawe.

Harapan tersebut mendapat respons positif dari Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo, yang menyatakan bahwa program Sekolah Rakyat akan menjangkau seluruh daerah di Indonesia.

“Setiap pemerintah daerah masih memiliki kesempatan untuk menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat,” katanya.

Ia menerangkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menetapkan target pembangunan 100 Sekolah Rakyat setiap tahunnya.

Baca Juga:
Dapat Undangan dari Mentan Rusia, Andi Amran Sebut Indonesia Berpotesi Ekspor CPO dalam Skala Besar ke Rusia

Saat ini, proses pembangunan sekolah permanen tengah berlangsung dan menyesuaikan dengan lahan yang diajukan oleh masing-masing pemerintah daerah.

Karena itu, setiap daerah masih memiliki kesempatan luas untuk mengusulkan lokasi lahan sebagai bagian dari pembangunan Sekolah Rakyat di wilayahnya.

Agus Jabo menegaskan bahwa tanah yang diajukan oleh pemerintah daerah wajib berstatus milik pemerintah dan memiliki dokumen resmi.

"Luas lahan harus memenuhi ketentuan, kepemilikannya atas nama pemerintah, dan harus disertai sertifikat," ujarnya tegas.

Baca Juga:
Soroti Serangan Iran ke Israel, Ketua MUI Cholil Nafis: Perang itu Diperlukan untuk Menjaga Perdamaian

Untuk mendukung keberhasilan program Sekolah Rakyat, Kementerian Sosial membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.

"Satgas pertama yang menangani kurikulum dan tenaga pengajar berada di bawah Kemendikdasmen, lalu Satgas kedua yang mengurus sarana dan prasarana ditangani oleh Kementerian PUPR, dan Satgas ketiga yang membidangi siswa menjadi tanggung jawab Kemensos," jelas Agus Jabo.

Ia turut menegaskan bahwa penempatan siswa dan tenaga pengajar di Sekolah Rakyat harus mempertimbangkan asal wilayah. "Siswa harus berasal dari Lhokseumawe, dan gurunya juga harus warga setempat," ucapnya.

"Karena program ini ditujukan bagi masyarakat miskin, maka guru yang ditugaskan pun harus memiliki kepekaan dan empati yang tinggi. Tidak bisa asal tunjuk, harus yang benar-benar punya jiwa sosial," lanjutnya. (*/Zahra)

...

Artikel Terkait

wave

Perang Iran dan Israel Berpotensi Tak Kunjung Selesai, Lemhannas RI Sebut Pihaknya Siapkan Skenario untuk Indonesia

Lemhannas RI memberikan tanggapan resmi terkait meningkatnya potensi konflik berkepanjangan antara Iran dan Israel

Kata KPK usai Meminta Keterangan Ustadz Khalid Basalamah Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji Khusus

KPK memanggil dan memeriksa salah satu tokoh agama terkemuka di Indonesia, ustadz Khalid Basalamah terkait kasus korupsi kuota haji khusus

Soroti Adanya Pair Trawl di Laut Natuna Utara, Susi Pudjiastuti ke Presiden Prabowo: Tangkap dan Tenggelamkan Mereka

Susi Pudjiastuti menyoroti aktivitas penangkapan ikan dengan metode pair trawl yang terjadi di Laut Natuna Utara

Dapat Arahan dari Presiden Prabowo, Mendagri Tito Karnavian Sebut akan Ada Retret untuk Sekda Provinsi dan Kabupaten

Kemendagri berencana mengadakan kegiatan retret yang ditujukan bagi seluruh sekretaris daerah (sekda) Provinsi maupun Kabupaten/Kota

Pertamina Tanggapi Ancaman Penutupan Selat Hormuz oleh Iran, Pastikan Stok BBM di Indonesia Masih Aman

Pertamina menanggapi kekhawatiran publik terkait kemungkinan terganggunya pasokan BBM usai Parlemen Iran setuju menutup Selat Hormuz

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;