Menko PM Muhaimin Iskandar Bentuk Tim Khusus untuk Lakukan Razia ke Pesantren Ilegal, Begini Alasannya

Ket. Foto potret Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar ketika sedang berpidato
Ket. Foto potret Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar ketika sedang berpidato Source: (Foto/Instagram/@cakiminow)

Nasional, gemasulawesi - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) mengumumkan langkah tegas untuk menangani keberadaan pesantren-pesantren ilegal di Indonesia.

Salah satu langkah yang diambil adalah dengan membentuk tim khusus (timsus) yang bertugas melakukan razia terhadap pesantren yang tidak memiliki legalitas atau menyimpang dalam praktik pengelolaannya.

Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator PM, Muhaimin Iskandar, pada Selasa malam, 24 Juni 2025, di Jakarta.

Dalam pernyataannya, Muhaimin menyebutkan bahwa daerah dengan jumlah pesantren ilegal terbanyak saat ini berada di wilayah Jawa Barat. Atas dasar itu, Jawa Barat akan menjadi lokasi utama dari pelaksanaan razia dalam waktu dekat.

Baca Juga:
Peringkat Kampus Indonesia Naik 46 Persen di QS WUR, Mendiktisaintek Brian Yuliarto Beri Taggapan Begini

Tujuannya bukan hanya untuk mendata dan menertibkan pesantren ilegal, tetapi juga untuk mencegah dampak negatif yang mungkin timbul terhadap sistem pendidikan keagamaan di Indonesia secara umum.

“Terbanyak di Jawa Barat. Saya akan razia itu,” tegas Muhaimin dalam pernyataannya kepada publik. Ia juga menambahkan bahwa timsus yang dibentuk akan bertugas tidak hanya sebagai pengawas, namun juga melakukan pendekatan persuasif terhadap lembaga pendidikan yang dianggap bermasalah.

Lebih lanjut, Muhaimin menyoroti bahwa beberapa pesantren ilegal telah menimbulkan berbagai pemberitaan negatif yang mencemari citra ribuan pesantren resmi di Indonesia.

Saat ini, terdapat kurang lebih 39 ribu pesantren yang terdaftar dan aktif memberikan kontribusi dalam pendidikan keagamaan. Ia menekankan pentingnya menjaga nama baik pesantren yang sah dan berfungsi sesuai aturan.

Baca Juga:
Transformasi Layanan KUA: Kemudahan Akses Tanpa Batasan Wilayah Administratif

Selain permasalahan legalitas, Cak Imin juga menyoroti praktik pengelolaan pesantren ilegal yang dinilai eksploitatif terhadap santri maupun lingkungan sekitarnya.

Kondisi ini tidak dapat dibiarkan dan memerlukan tindakan langsung demi melindungi peserta didik serta masyarakat luas dari penyalahgunaan wewenang oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Saya dan teman-teman bakal lakukan penyadaran, razia untuk mengingatkan,” sambung Muhaimin.

Ia menekankan bahwa tindakan ini tidak bermaksud mendiskreditkan lembaga pendidikan Islam, melainkan untuk memperkuat sistem dan menjaga kredibilitas pesantren sebagai pilar penting dalam pembangunan moral dan spiritual bangsa.

Langkah yang diambil Kemenko PM melalui pembentukan tim khusus ini mendapat perhatian dari berbagai kalangan, mengingat urgensi perlindungan terhadap institusi pendidikan keagamaan dari praktik-praktik yang menyimpang. (Antara)

...

Artikel Terkait

wave

Peringkat Kampus Indonesia Naik 46 Persen di QS WUR, Mendiktisaintek Brian Yuliarto Beri Taggapan Begini

Respons Mendiktisaintek usai peringkat perguruan tinggi dunia dalam QS World University Ranking (QS WUR) alami peningkatan 46 persen

Peresmian Kopdes Merah Putih Diundur ke Tanggal 19 Juli 2025, Menko Zulkifli Hasan Beri Penjelasan Begini

Menko Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa peresmian Kopdes Merah Putih akan dilaksanakan pada Sabtu, 19 Juli 2025

Wamenlu RI Dorong Penguatan Kemitraan Strategis dengan Negara-Negara Pasifik di KTT MSG

Wamenlu RI Arrmanatha Nasir bahas kerja sama Pasifik, PIF, iklim, keamanan, dan komitmen Indonesia pada perdamaian regional.

Transformasi Layanan KUA: Kemudahan Akses Tanpa Batasan Wilayah Administratif

Transformasi layanan KUA yang kini tidak lagi dibatasi wilayah, demi mendukung mobilitas dan kemudahan masyarakat.

Lindungi Perempuan dari Kanker Serviks, Kemenkes Genjot Vaksinasi HPV dan Skrining Mandiri

Kemenkes percepat vaksinasi HPV nasional, dorong skrining mandiri, dan produksi lokal demi lindungi perempuan dari kanker serviks.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;