Satgas Pangan Imbau Masyarakat Tak Panic Buying, Tiga Pegawai PT FS Jadi Tersangka Kasus Beras Tak Sesuai Mutu

Kepala Satgas Pangan Polri Brigjen Pol. Helfi Assegaf berbicara dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri Jakarta.
Kepala Satgas Pangan Polri Brigjen Pol. Helfi Assegaf berbicara dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri Jakarta. Source: (Foto/ANTARA)

Nasional, gemasulawesi - Satgas Pangan Polri mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru memborong beras secara berlebihan, menyusul mencuatnya kasus dugaan beras yang tidak memenuhi standar kualitas.

"Kami mengingatkan masyarakat agar tidak perlu melakukan pembelian beras secara panik," ujar Brigjen Pol. Helfi Assegaf, Kepala Satgas Pangan Polri.

Ia menjelaskan bahwa beredar informasi di media yang menyebutkan seolah-olah terjadi kelangkaan stok beras di pasaran.

Menyikapi informasi yang beredar, Satgas Pangan Polri di berbagai daerah langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Baca Juga:
Presiden Finlandia Siap Akui Palestina, Tunggu Usulan Resmi Pemerintah

Mereka menjalin kerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Asprindo) guna memastikan distribusi beras tetap berjalan lancar.

Upaya serupa juga dilakukan bersama pelaku usaha di ritel modern dan pasar tradisional untuk menjaga ketersediaan stok di lapangan.

Seluruh pihak diimbau untuk hanya menjual beras yang telah memenuhi ketentuan mutu, agar masyarakat memperoleh produk yang aman dan layak konsumsi.

Helfi menjelaskan bahwa produk beras yang terlanjur diproduksi dengan komposisi yang tidak sesuai tetap diperbolehkan untuk dijual. Namun, ia menegaskan agar harga penjualannya disesuaikan dengan kualitas yang sebenarnya. "Kalau mutu berasnya tergolong medium, maka jangan dijual seolah-olah premium. Harganya juga harus mengikuti kualitasnya," ujarnya.

Baca Juga:
TNI AL Evakuasi Warga Pesisir Antisipasi Tsunami Akibat Gempa Rusia

Satgas Pangan Polri tak hanya menjalin komunikasi dengan pihak ritel, tetapi juga berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) guna menjaga ketersediaan beras di pasar.

Helfi menyampaikan bahwa Bapanas telah mendorong Bulog untuk segera menyalurkan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ke ritel modern agar tidak terjadi kekosongan stok. “Teman-teman Bapanas sudah membantu, meminta untuk Bulog segera mendistribusikan beras SPHP-nya, mengisi ritel modern supaya tidak terjadi kelangkaan,” ujarnya.

Di sisi lain, Satgas telah menetapkan tiga orang karyawan dari PT FS sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran mutu beras yang diproduksi perusahaan tersebut.

Meski proses hukum berjalan, Helfi menegaskan bahwa pihaknya meminta agar mesin-mesin produksi yang disita sebagai barang bukti tetap digunakan selama proses penyelidikan berlangsung, demi menjamin pasokan beras di masyarakat tetap stabil.

Baca Juga:
Eks Pejabat ESDM Jadi Tersangka Korupsi Tambang Batu Bara PT RSM

“Proses produksi tetap diperbolehkan berjalan. Nantinya, setelah ada putusan hukum yang berkekuatan tetap, pengadilan yang akan memutuskan apakah alat produksi tersebut akan disita oleh negara atau dikembalikan. Semua tergantung keputusan pengadilan,” ujarnya.

Ketiga tersangka yang kini tengah diproses hukum masing-masing adalah KG sebagai Direktur Utama, RL sebagai Direktur Operasional, serta RP yang menjabat sebagai Kepala Seksi Quality Control di PT FS.

Ketiganya diduga memproduksi dan memperjualbelikan beras premium yang tak memenuhi standar SNI Beras Premium Nomor 6128:2020 sebagaimana diatur dalam Permentan Nomor 31 Tahun 2017 tentang Kelas Mutu Beras dan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2023 mengenai syarat mutu dan pelabelan beras. (*/ANTARA)

...

Artikel Terkait

wave

Hanif Faisol Resmikan Waste Crisis Center, Dorong Perbaikan Tata Kelola Sampah Nasional

Menteri LH Hanif Faisol meresmikan Waste Crisis Center sebagai pusat pelaporan dan konsultasi pengelolaan sampah, termasuk penanganan TPA.

Eks Pejabat ESDM Jadi Tersangka Korupsi Tambang Batu Bara PT RSM

Sunindyo Suryo Herdadi ditetapkan sebagai tersangka korupsi tambang oleh Kejati Bengkulu, terkait izin RKAB dan reklamasi.

BMKG Prediksi Hujan Ringan Warnai Awal Agustus di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

BMKG memperkirakan awal Agustus 2025 akan diwarnai hujan ringan di berbagai wilayah Indonesia, disertai imbauan kewaspadaan cuaca ekstrem.

Pemerintah Tetapkan Aturan Baru Pajak Emas: PPh 22 Dibebankan ke Bullion Bank, Konsumen Akhir Dikecualikan

Mulai 1 Agustus 2025, pemerintah berlakukan PPh 22 sebesar 0,25% atas pembelian emas oleh bullion bank, konsumen akhir dikecualikan.

DPR Minta OJK dan PPATK Transparan Soal Pemblokiran Rekening Dormant

DPR mendorong OJK dan PPATK segera beri penjelasan publik terkait pemblokiran rekening dormant yang menimbulkan keresahan.

Berita Terkini

wave

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal

Gurita Tambang Ilegal: Oknum Polisi Edi Jaya Diduga Lebarkan Sayap hingga ke Desa Maleali

Tidak hanya di Mentawa Sausu Torono, Oknum polisi Edi Jaya diduga juga mulai masuk merambah ke Desa Maleali.

Rapor Merah AKBP Hendrawan: Dinilai Gagal Total Disiplinkan Anggota Penyusup Bisnis PETI dan Solar Ilegal

Kapolres Parigi moutong, Hendrawan dinilai gagal mendisiplinkan internal dalam jajarannya berkaitan keterlibatan PETI di Parimo.


See All
; ;