Hanif Faisol Resmikan Waste Crisis Center, Dorong Perbaikan Tata Kelola Sampah Nasional

Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq (tengah), berdiskusi secara daring bersama para pakar saat peresmian Waste Crisis Center (WCC) di Kantor KLH/BPLH, Jakarta.
Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq (tengah), berdiskusi secara daring bersama para pakar saat peresmian Waste Crisis Center (WCC) di Kantor KLH/BPLH, Jakarta. Source: (Foto/ANTARA)

Nasional, gemasulawesi - Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, secara resmi meluncurkan pusat pengaduan dan pemantauan yang dinamakan Waste Crisis Center (WCC).

Pusat ini dihadirkan sebagai upaya untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah di berbagai daerah yang dinilai masih perlu perbaikan serius.

Selain itu, WCC juga berfungsi sebagai wadah bagi masyarakat untuk melaporkan berbagai persoalan, termasuk keberadaan tempat pembuangan akhir (TPA) yang beroperasi secara ilegal.

Peresmian Waste Crisis Center berlangsung di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH, Jakarta, pada hari Kamis.

Baca Juga:
Pramono Dorong Birokrasi Cepat dan Sinergi Pengembang untuk Infrastruktur Jakarta

Dalam kesempatan itu, Menteri LH sekaligus Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, turut memberikan keterangan resmi.

Ia menyoroti bahwa persoalan sampah merupakan masalah umum yang dihadapi seluruh wilayah di Indonesia.

Namun, Hanif menegaskan bahwa pendekatan penyelesaian di tiap daerah tidak bisa disamakan, karena karakteristik dan tantangannya berbeda-beda.

“Beragam karakteristik permasalahan itu perlu kita bahas secara wilayah demi wilayah. Karena itu, keberadaan Waste Crisis Center menjadi penting. Ini adalah wadah untuk mencari informasi sekaligus menemukan solusinya,” ujar Hanif.

Baca Juga:
Pemerintah Tetapkan Aturan Baru Pajak Emas: PPh 22 Dibebankan ke Bullion Bank, Konsumen Akhir Dikecualikan

Waste Crisis Center tidak hanya dijalankan oleh jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan BPLH, tetapi juga melibatkan sejumlah ahli dari berbagai bidang.

Sebanyak 16 pakar telah didedikasikan untuk terlibat aktif dalam proses konsultasi dan memberikan dukungan penuh terhadap layanan yang tersedia di pusat tersebut.

Selain itu, ia turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung fungsi pusat krisis tersebut, terutama dalam hal pelaporan.

Masyarakat diharapkan segera menyampaikan informasi apabila menemukan praktik pengelolaan sampah yang menyimpang, termasuk keberadaan tempat pembuangan akhir (TPA) ilegal di lingkungan mereka.

Baca Juga:
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi dan Angin Kencang di Maluku, 1–4 Agustus 2025

"Saya berharap masyarakat bisa menjadi mata, telinga, dan hidung bagi Kementerian Lingkungan Hidup dalam mengawasi persoalan sampah, sehingga Waste Crisis Center ini benar-benar bisa dijalankan sebagaimana mestinya," ujar Hanif.

Pemerintah daerah diberikan ruang untuk berkonsultasi terkait upaya perbaikan tata kelola sampah di wilayah masing-masing, terlebih saat ini terdapat 343 TPA yang dikenai sanksi berupa paksaan pemerintah oleh KLH/BPLH karena masih menerapkan metode pembuangan terbuka atau open dumping.

Hanif turut mendorong sinergi lima unsur yakni pemerintah, kalangan akademik, sektor usaha, media, dan masyarakat agar dapat diwujudkan melalui fasilitas yang disediakan WCC.

“Penanganan sampah yang belum ramah lingkungan seharusnya bisa kita akhiri tahun ini. Harapannya, ke depan kita bisa beralih ke sistem pengelolaan yang benar-benar berkelanjutan dan berbasis ekonomi sirkular,” tegas Hanif Faisol Nurofiq. (*/ANTARA)

...

Artikel Terkait

wave

Eks Pejabat ESDM Jadi Tersangka Korupsi Tambang Batu Bara PT RSM

Sunindyo Suryo Herdadi ditetapkan sebagai tersangka korupsi tambang oleh Kejati Bengkulu, terkait izin RKAB dan reklamasi.

BMKG Prediksi Hujan Ringan Warnai Awal Agustus di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

BMKG memperkirakan awal Agustus 2025 akan diwarnai hujan ringan di berbagai wilayah Indonesia, disertai imbauan kewaspadaan cuaca ekstrem.

Pemerintah Tetapkan Aturan Baru Pajak Emas: PPh 22 Dibebankan ke Bullion Bank, Konsumen Akhir Dikecualikan

Mulai 1 Agustus 2025, pemerintah berlakukan PPh 22 sebesar 0,25% atas pembelian emas oleh bullion bank, konsumen akhir dikecualikan.

DPR Minta OJK dan PPATK Transparan Soal Pemblokiran Rekening Dormant

DPR mendorong OJK dan PPATK segera beri penjelasan publik terkait pemblokiran rekening dormant yang menimbulkan keresahan.

Gempa Kamchatka Rusia Tahun 2025 dan Kesiapan Indonesia dalam Menghadapi Bencana

Menelusuri hubungan dan keterkaitan antara gempa Kamchatka Rusia tahun 2025 dengan kesiapan Indonesia dalam menghadapi bencana.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;