Menteri PPPA Ingatkan Dampak Negatif Perkawinan Anak

<p>Foto: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga.<br />
Menteri PPPA Ingatkan Dampak Negatif Perkawinan Anak.</p>
Foto: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga. Menteri PPPA Ingatkan Dampak Negatif Perkawinan Anak.

Gemasulawesi- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengingatkan, perkawinan anak memberikan banyak dampak negatif mulai dari putusnya pendidikan anak, kesehatan, ekonomi yang dapat menyebabkan munculnya kemiskinan baru atau kemiskinan struktural. 

“Ini juga belum termasuk dampak lainnya seperti potensi terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), perdagangan orang, serta pola asuh yang salah terhadap anak. Sehingga seluruh hak-hak anak bisa terenggut,” ujar Bintang dalam keterangan pers, Rabu 27 Oktober 2021.

Dalam Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak, pemerintah secara spesifik menargetkan penurunan angka perkawinan usia anak dari 11,21 persen (2018) menjadi 8,74 persen pada akhir tahun 2024.

Baca juga: Kementerian PPPA Temukan Hambatan Implementasi Pendidikan Inklusif

Upaya guna mencapai target itu, diantaranya membuat pakta integritas di 20 provinsi yang angka perkawinan anak di atas rata-rata angka nasional dan mendorong terbentuknya Desa Champion dalam pencegahan perkawinan anak.

“Kemen PPPA selama ini sangat intensif melakukan kampanye Gerakan Bersama Pencegahan Perkawinan Anak hingga ke tingkat desa,” ujarnya.

Tokoh agama juga dipandang sangat berperan penting mencegah terjadinya perkawinan anak. Sehingga, Kemen PPPA telah melakukan MoU dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang Deklarasi Pendewasaan Usia Perkawinan.

Baca Juga: Pemda Parigi Moutong Akan Gelar Pameran UMKM

Lalu Bintang menggerakkan peran Forum Anak Nasional (FAN) sebagai pelopor, dan pelapor pencegahan perkawinan anak. Sesama anak merupakan pelopor/subjek perubahan untuk perbaikan dan kemajuan anak bangsa.  

“Saat ini, kami sedang mengupayakan percepatan penyelesaian Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) terkait pencegahan perkawinan usia anak dan pemberian dispensasi kawin,” ucap Bintang.  

Dia menilai, pencegahan perkawinan anak masih menjadi tantangan besar meskipun mengalami penurunan. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan perkawinan anak mengalami penurunan menjadi 10,35 persen pada 2020 dari tahun 2019 yang mencapai 10,82 persen. 

“Perkawinan anak akan berdampak buruk bagi diri anak secara mental dan fisik, serta menjadi salah satu penyebab lahirnya anak stunting. Kami mengajak semua pihak, dapat bersama-sama melakukan pencegahan perkawinan anak,” kata dia.

Ia menambahkan, hanya kolaborasi, kerja sama dan sinergi yang dapat membuat jumlah perkawinan anak terus ditekan. (***)

Baca juga: Satgas Covid Bubarkan Pesta Perkawinan di Luwuk

...

Artikel Terkait

wave

BPN Bayar Ganti Rugi Pengadaan Tanah Bendungan Warga Gowa

BPN Kabupaten Gowa, Sulawesi Tengah bayar ganti rugi pengadaan tanah proyek strategis nasional pembangunan Bendungan Karalloe.

Bahlil Lahadalia: Realisasi Investasi di Luar Jawa Lebih Kencang

Menteri Bahlil Lahadalia mengungkap, realisasi investasi di luar Pulau Jawa melaju lebih kencang dibandingkan dengan di Pulau Jawa.

Menteri Tjahjo Kumolo akan Pecat ASN Terlibat Kecurangan Seleksi Calon ASN

Menteri Tjahjo Kumolo menegaskan oknum aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat tindak kecurangan dalam seleksi calon ASN harus dipecat.

Jokowi Instruksikan Daerah Percepat Capaian Target Vaksinasi

Jokowi instruksikan daerah untuk terus meningkatkan angka capaian vaksinasi covid19, dengan menuntaskan target telah ditetapkan pemerintah.

Kemendagri Minta PKK Berperan Sosialisasi Penerapan Prokes

Kemendagri minta PKK memainkan peran strategis untuk terus mensosialisasikan penerapan Protokol kesehatan (Prokes) di masyarakat.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;