Gempa Guncang Tapanuli Utara Pagi Ini, Ini Penjelasan BMKG

<p>Ket Foto: Seismograf gempa bumi (Foto Ilustrasi/Pixabay)</p>
Ket Foto: Seismograf gempa bumi (Foto Ilustrasi/Pixabay)

Berita Nasional, gemasulawesi – Gempa yang mengguncang wilayah Tapanuli Utara pada pukul 04.40, WIB, Minggu, 11 Desember 2022 berdasarkan penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), adalah gempa bumi tektonik berkekuatan 4,8 M dengan episenter terletak di koordinat 2.09 Lintang Utara dan 98.97 Bujur Timur.

Hal itu diungkapkan Kepala BMKG Wilayah I Medan Hendro Nugroho, kepada wartawan, Minggu 11 Desember 2022.

“Atau tepatnya di darat dengan jarak 8 km timur laut Tapanuli Utara-Sumatera Utara pada kedalaman 10 km,” ucap Hendro Nugroho.

Menilik letak pusat gempa dan kedalaman hiposenter, ia mengatakan bahwa gempa yang terjadi disebabkan oleh aktivitas Sesar Sumatera pada segmen renun.

Baca: Guru Besar USU Dilarang Ngampus, Jadi DPO Kejari Tapanuli Utara

Dampak gempa dirasakan berupa guncangan di Sipoholon dan Tarutung menurut laporan masyarakat.

“Gempa ini masih termasuk dalam rangkaian gempa susulan dari gempa utama 5,8 M di Tapanuli Utara pada 1 Oktober 2022,” ucapnya.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Baca: Pelajar Viral Usai Tendang Lansia di Sumatera Utara Dibekuk Polisi

Dia meminta agar hanya informasi resmi BMKG yang disebarluaskan melalui saluran komunikasi resmi yang terverifikasi.

BMKG Wilayah I Medan melaporkan 101 gempa susulan di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara pada Minggu malam, 2 Oktober 2022.

Selain itu, jumlah gempa susulan yang dirasakan sebanyak 9 kejadian.

Baca: Hadapi Hari Pangan Sedunia, Parigi Moutong Perkuat UMKM

Berdasarkan hasil analisis BMKG, magnitudo gempa susulan terbesar adalah 5,3 dan terkecil 2,0.

Dampak gempa yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara mengakibatkan 952 unit rumah rusak, menurut data yang diperoleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera pada 2 Oktober 2022. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

80 Rumah Tahan Gempa Cianjur Bakal Selesai Akhir Tahun 2022

80 rumah tahan gempa Risha (Rumah Instan Sederhana Sehat) di tempat relokasi korban gempa bumi, Desa Sirnagalih, Kabupaten Cianjur,

Kementerian PUPR Sebut Kendaraan Listrik Solusi Atasi Polusi Udara

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga menyebutkan, penggunaan kendaraan listrik

BMKG Imbau Warga Tidak Mendirikan Bangunan di Patahan Cugenang

gempa bumi Cianjur, Provinsi Jawa Barat, yang tinggal di enam desa Kecamatan Cugenang dan Cianjur untuk tidak mendirikan di Patahan Cugenang

BMKG Sebut Gempa Cianjur Timbulkan Patahan Baru

Badan Meteorologi, Kliamatologi dan Geofisika (BMKG) sebutkan bahwa gempa Cianjur, Provinsi Jawa Barat menimbulkan patahan baru bernama

Pencairan Bantuan Rumah Rusak di Cianjur Dilakukan Bertahap

Pencairan program bantuan kepada warga yang rumahnya rusak akibat gempa di Cianjur, Provinsi Jawa Barat akan dilakukan secara bertahap hal

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;