Susi Pudjiastuti Membantah Rumor Pilot Kapten Philips Bergabung ke OPM

<p>Ket. Foto: Susi Pudjiastuti Membantah Rumor Pilot Kapten Philips Bergabung ke OPM (Foto/Pinterest)</p>
Ket. Foto: Susi Pudjiastuti Membantah Rumor Pilot Kapten Philips Bergabung ke OPM (Foto/Pinterest)

Nasional, gemasulawesi – Pendiri perusahaan Susi Air yaitu Susi Pudjiastuti membantah rumor pilot Kapten Philips bergabung ke OPM yang berasal dari kepanjangan Organisasi Papua Merdeka.

Susi Pudjiastuti membantah rumor pilot Kapten Philips bergabung ke OPM itu dibantah ketika berada dalam konferensi pers di SA Residence yang berada di Jaktim atau Jakarta Timur.

Dalam konferensi pers Susi Pudjiastuti membantah rumor pilot Kapten Philips bergabung ke OPM juga menegarkan bahwa istri dari kapten Philips juga tidak bergabung ke OPM.

Baca: Puan Maharani Dikritik Susi Pudjiastuti Tanam Padi Saat Hujan

Susi Pudjiastuti juga memberitahukan bahwa istri dari Kapten Philips pernah bekerja di bawah perusahaan yang ia pimpin di Pangandaran Provinsi Jawa Barat.

Perlu diketahui bahwa Kapten Philips sudah bekerja dengan Susi Pudjiastuti sekitar hampir 10 tahun lamanya dari mulai tahun 2012.

Rumor ini menyebar lantaran Kapten Philips Max Mehrtens saat ini masih disandera oleh kelompok KKB yang berkepanjangan Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua.

Baca: Kecelakaan Pesawat Susi Air, Tujuh Penumpang Berhasil Dievakuasi

Penyanderaan Kapten Philips ini sudah dilakukan selama beberapa hari dan setelah beberapa hari tersebut KKB membagikan foto-foto mereka dengan Kapten Philips.

Foto-foto yang dibagikan oleh KKB tersebut memperlihatkan bahwa saat ini Kapten Philips dikuasai oleh mereka.

Tidak hanya foto yang dikirimkan dan tersebar ke dunia maya KKB juga telah mengirimkan sebuah video.

Baca: Demo BBM Naik, Mahasiswa Sandera Truk Tangki BBM di Palopo

Dalam video yang di unggah tersebut seorang juru bicara dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau disingkat TPNPB-OPM bernama Sebby Sambom mengatakan bahwa Kapten Philips berada dalam keadaan sehat walafiat.

Sebby Sambom juga memberitahukan bahwa selama Kapten Philips disandera, Kapten Philips akan ditahan dengan tinggal bersama dengan pasukan KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) tersebut.

Selain itu informasi yang didapat dari Sebby Sambom mengatakan bahwa walaupun Kapten Philips disandera oleh KKB, Kapten Philips tetap diperlakukan baik tidak seperti tahanan yang disandera oleh musuh-musuh yang mempunyai niat jahat.

Baca: Profesor Australia dan Dua Peneliti Lokal yang Disandera di Papua Nugini Dibebaskan

Penahanan Kapten Philips ini juga akan dilepas ketika tujuan dari KKB ini tercapai yaitu menginginkan kebebasan Papua dari NKRI atau Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*/Wulandari)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Nelayan Wajib Hati-Hati, Gelombang Tinggi Masih Incar Sultra

Nasional, gemasulawesi &#8211; Nelayan yang biasa mencari nafkah di perairan Sulawesi Tenggara (Sultra) nampaknya harus waspada selama 1 minggu yang akan datang. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak akhir Februari telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan Sultra. Dalam website Pusat Meteorologi Maritim, Rabu, 01 Maret 2023, Gelombang Tinggi (2,5-4,0 meter) diprakirakan terjadi [&hellip;]

Begini Cara Asyik Belajar Hidroponik Untuk Kalian yang Tinggal di Perkotaan

Nasional, gemasulawesi &#8212; Banyak cara yang bisa dilakukan untuk belajar hidroponik. Bisa dengan botol-botol air mineral bekas yang dilakukan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sepatan, Tangerang yang membuat hidrobotan. Urban farming menjadi lifestyle produksi pangan yang paling gampang dibuat di tingkat keluarga di perkotaan. Inilah yang kemudian menjadi alasan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sepatan untuk lebih [&hellip;]

Ditemukan 2 Orang Wanita Meninggal Dunia di Sebuah Rumah Kontrakan Bekasi yang Jasadnya di Cor

Tindakan kriminal kasus pembunuhan kembali lagi terjadi kali ini pihak kepolisian menemukan dua orang wanita meninggal dunia di sebuah rumah kontrakan yang jasadnya di cor.

Seorang Wanita Sibolga Memotong Kemaluan Pacar Karena Diancam akan Sebar Video Mesum

Seorang wanita Sibolga memotong penis pacar karena diancam akan sebar video mesum mereka berdua, saat ini pacar atau korban sedang mengalami luka serius.

23 Fakta Kasus Penganiayaan yang Dilakukan Mantan Anak Pejabat Pajak dengan Anak Pimpinan Ansor

Berikut ini 23 fakta kasus penganiayaan yang dilakukan mantan anak pejabat dengan anak pimpinan Ansor sampai koma dan saraf otaknya terluka.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;