Terkait Pilkada, Mendagri Ungkap Telah Keluarkan SE tentang Pengunduran Diri Pj Kepala Daerah yang Akan Maju

Ket. Foto: Menteri Dalam Negeri Menyatakan Telah Mengeluarkan SE Pengunduran Diri Pj Kepala Daerah yang Akan Maju di Pilkada 2024
Ket. Foto: Menteri Dalam Negeri Menyatakan Telah Mengeluarkan SE Pengunduran Diri Pj Kepala Daerah yang Akan Maju di Pilkada 2024 Source: (Foto/ANTARA/Rio Feisal)

Politik, gemasulawesi – Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyatakan telah mengeluarkan SE atau Surat Edaran Mendagri mengenai pengunduran diri Pj kepala daerah yang akan maju untuk mengikuti Pilkada.

Menurut Menteri Dalam Negeri, SE tersebut juga mengatur batas waktu pengunduran diri seorang Pj kepala daerah.

Lebih lanjut, Tito Karnavian mengungkapkan mereka yang akan mencalonkan diri di Pilkada diberikan waktu 40 hari sebelum masa pendaftaran yang akan jatuh di tanggal 27 Agustus 2024 harus telah mengundurkan diri.

Baca Juga:
Jelang Pilkada 2024, Khofifah Sebut Sebaiknya Media Sosial Digunakan untuk Menyebarkan Hal yang Positif dan Menyejukkan

Tito Karnavian menyebutkan batas waktu itu dibutuhkan karena mengganti seorang Pj kepala daerah membutuhkan waktu dan juga proses yang tidak sebentar.

Tito mengakui pihaknya memerlukan waktu sekitar 30 hari untuk mempersiapkan dikarenakan harus mengirimkan surat ke DPRD, Pj Gubernur atau Gubernur dalam rangka mengirimkan nama-nama kembali.

“Itu akan kembali melalui proses kembali dan juga sidang kembali,” ujarnya.

Baca Juga:
Dilengkapi dengan Kemenangan Kader di Sidang PHPU MK, Golkar Ungkap Perolehan Kursi DPR Naik Dibandingkan Pemilu 2019

Dia menambahkan diperlukan waktu paling tidak sekitar 2-3 minggu.

“Kami tidak asal menunjuk orang,” katanya.

Dalam keterangannya kemarin, dia menerangkan bahwa merupakan suatu hal yang wajar jika seorang Pj kepala daerah memiliki keinginan untuk maju dalam Pilkada tahun 2024, terutama jika seorang Pj itu adalah kepala daerah.

Baca Juga:
Pilgub Jawa Timur, PAN Tegaskan Menolak Ide PDI P yang Ingin Mengusung Duet Khofifah dan Kadernya

“Kami telah menyampaikan jika kami tidak menghalangi hak politik orang untuk memilih dan juga untuk dipilih, selagi individu yang bersangkutan tidak dicabut hak politiknya,” ucapnya.

Namun, disebutkan Tito jika ada persyaratan, yakni pada saat pendaftaran, mereka harus mundur sebagai ASN dengan risiko kehilangan ASN dan juga kehilangan jabatannya.

Dikutip dari Antara, sebelumnya, Tito juga memerintahkan pemda untuk membentuk tim penanganan TB atau tuberkulosis, mengingat TB adalah salah satu persoalan kesehatan serius yang perlu untuk segera ditangani.

Baca Juga:
Akan Dihadiri oleh Ketua Majelis Syariah hingga Pengurus Harian, PPP Selenggarakan Rapimnas Hari Ini

“Selain itu, TB juga menjadi perhatian atau atensi Presiden Jokowi,” tuturnya.

Dia mengatakan berdasarkan data yang diterima, sekitar 75 persen pasien TB merupakan usia produktif dan sebanyak 45 persen pasien belum bekerja. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Terkait Pilkada DKI Jakarta, Gerindra Akui Melirik Kaesang Pangarep Sebagai Calon Wakil Gubernur

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra mengakui melirik Kaesang Pangarep sebagai calon wakil gubernur di Pilkada DKI Jakarta.

Terkait Putusan MA, KPU Disebutkan Dapat Terjebak Kepentingan Politik Pragmatis Jika Memasukkannya di Revisi PKPU

Komisi Pemilihan Umum disebutkan dapat terjebak kepentingan politik pragmatis jika memasukkan putusan MA di revisi PKPU.

Penunjukan Sejumlah Petinggi Gerindra di Tim Gugus Tugas Sinkronisasi, Demokrat Yakin Telah Dibicarakan Prabowo dengan Ketum Parpol KIM

Demokrat yakin penunjukan sejumlah petinggi Partai Gerindra di tim sinkronisasi telah dibicarakan Prabowo dengan ketua parpol di KIM.

Mengenai Putusan MA, Pengamat Ungkap Diduga Telah Disiapkan Sejak Lama untuk Memberi Jalan Kaesang Pangarep di Pilkada 2024

Pengamat menyamapaikan putusan MA diduga telah disiapkan sejak lama untuk memberi jalan Kaesang Pangarep di Pilkada tahun ini.

Bangga dan Mendukung Penuh, SBY Sebut Pidato Prabowo Terkait Gaza Menunjukkan Keteguhan Sikap dari Pemimpin Indonesia

SBY menyatakan pidato Prabowo Subianto tentang Jalur Gaza menunjukkan keteguhan sikap dari pemimpin Indonesia.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;