Ini Tuntutan Warga Penyintas Bencana Alam Kepada DPRD Parigi Moutong

<p>Demo penyintas bencana- Aliansi Masyarakat Penyintas Bencana (Alamat Pena) demonstrasi di gedung DPRD Parigi Moutong, Kamis 16 Januari 2020. GemasulawesiFoto/MuhammadRafii.</p>
Demo penyintas bencana- Aliansi Masyarakat Penyintas Bencana (Alamat Pena) demonstrasi di gedung DPRD Parigi Moutong, Kamis 16 Januari 2020. GemasulawesiFoto/MuhammadRafii.

Parigi moutong, gemasulawesi.comWarga terdampak gempa bumi Padagimo tahun 2018 yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Penyintas Bencana Alam atau Alamat Pena Parigi Moutong ajukan tuntutan kepada DPRD Parigi Moutong (Parimo).

“Tuntutan penyintas bencana alam Parigi Moutong terkait dengan proses penyaluran dana bantuan bencana, yang diduga adanya praktik korupsi dalam pelaksanaannya,” ungkap Sukri Tjakunu, Koordinator lapangan (Korlap) Alamat Pena di gedung DPRD, Kamis, 17 Januari 2019.

Dua tuntutan itu kata dia adalah pertama tuntutan terkait dengan Petunjuk teknis (Juknis) yang digunakan pada penyaluran dana bencana sebagaimana petunjuk dari Pemerintah pusat. Kedua lanjut dia, pengawasan terkait penetapan harga bahan yang diduga dimanipulasi fasilitator.

Sehingga, ia menganggap terjadi dugaan penyimpangan dalam penyaluran dana hibah bantuan bencana. Perlu sikap tegas dari perwakilan rakyat di DPRD untuk mengawasi dan menindaklanjuti temuan di lapangan.

Nampak, puluhan massa demonstran menyambangi Kantor DPRD Parigi Moutong dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi Sulawesi Tengah, menyuarakan aspirasinya dengan mendapat pengawalan dari pihak Polres.

Ini Tuntutan Warga Penyintas Bencana Alam Kepada DPRD Parigi Moutong
Demo penyintas bencana- Aliansi Masyarakat Penyintas Bencana (Alamat Pena) demonstrasi di gedung DPRD Parigi Moutong, Kamis 16 Januari 2020. GemasulawesiFoto/MuhammadRafii.

“Seharusnya, dalam penyaluran bantuan bencana itu, Juknis yang digunakan adalah Juknis yang diterbitkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI. Terkait bantuan hibah 1,9 triliun Rupiah, yang anggarannya ditransfer langsung ke rekening penerima bantuan,” jelasnya.

Faktanya, penyaluran bantuan di Parigi Moutong tidak mengindahkan petunjuk dari Pemerintah Pusat. BPBD malah menggunakan Juknis dari Gubernur Sulawesi Tengah, yang penyaluran dananya melalui Kelompok masyarakat (Pokmas).

Juknis dari Gubernur Sulawesi Tengah itu sejatinya dipakai untuk penyaluran bantuan bencana yang lainnya. Sebaliknya, petunjuk dari Pemerintah pusat adalah penyaluran bantuan sekitar Rp. 232 Miliar.

Ia menganggap dalam pelaksanaan kegiatan, bantuan korban bencana itu dipihak ketigakan. Dan fasilitatorlah sebagai aktornya.

“Buktinya, harga bahan bangunan yang diberikan kepada warga penerima bantuan diduga sudah diatur dan dimainkan dengan nilai mengikuti standar daerah, sesuai yang termuat dalam Rancangan Anggaran Biaya (RAB),” tegasnya.

Menurutnya, cara seperti itu tidak ada bedanya dengan pekerjaan proyek pemerintah yang dipihak ketigakan. Semua bahan bangunan termasuk material diharuskan belanja di toko bangunan. Termasuk material pasir dan batu, sementara toko itu tidak menjualnya.

Sementara itu, DPRD Parigi Moutong dalam pertemuan dengan perwakilan demonstran bersepakat membentuk Pansus untuk mengawal serta mengawasi secara detail penyaluran bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana.

“Lima pimpinan fraksi yang hadir pada rapat dengan perwakilan demonstran bersepakat untuk menuangkan dalam Berita Acara pembentukan Pansus,” tutur Ketua DPRD Parigi Moutong, Sayutin Budianto.

Usai menyampaikan orasinya di gedung DPRD Parigi Moutong, massa aksi melanjutkan ke Kantor Kejari Parigi guna menyampaikan tembusan salinan atas laporan ke Kejaksaan Agung.

Baca juga: Bongkar ‘Mafia’ Listrik, DPRD Parigi Moutong Usulkan Bentuk Pansus

Laporan: Muhammad Rafii

...

Artikel Terkait

wave

Bongkar ‘Mafia’ Listrik, DPRD Parigi Moutong Usulkan Bentuk Pansus

DPRD mengusulkan untuk membentuk Pansus, untuk membongkar indikasi mafia listrik di PLN Sub Rayon Parigi Moutong Berita, Poso Palu dan Banggai

Rumah Milik Warga Maesa Parigi Moutong Hangus Terbakar

Sebuah rumah milik warga di Kelurahan Maesa Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong hangus terbakarBerita, Poso Palu dan Kabupaten Banggai

Desakan Transparansi Data Jamkesda Parigi Moutong

DPRD Parigi Moutong mendesak pihak BPJS serta Dinas Sosial untuk transparan, terkait data warga dalam Jamkesda Berita, Poso Palu dan Banggai

Bupati Parigi Moutong Cs Tidak Bisa Hadirkan Saksi Bantahan

Sidang pengusaha Hantje Yohanis versus Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu, tidak bisa menghadirkan saksi bantahanBerita, Poso Palu dan Banggai

Optimalkan Peran Mahasiswa STIFA Palu Cegah Stunting Parigi Moutong

Pemda Parigi Moutong mengajak mahasiswa KKN STIFA Palu ikut program pencegahan stunting. Berita, Poso Palu dan Parigi Moutong Kabupaten Banggai

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Laut Bercerita yang Akan Dibintangi Reza Rahardian, Adaptasi dari Novel Sejarah Legendaris

Laut Bercerita adalah proyek film besar yang akan dibintangi Reza Rahardian, berkisah tentang seorang aktivis di era reformasi

Alan Ritchson Akan Berperang Melawan Ancaman dari Dunia Lain dalam Film War Machine di Netflix: Inilah Sinopsisnya

Alan Ritchson tampil dalam film laga fiksi ilmiah baru, War Machine, yang akan tayang di Netflix pada bulan Maret

Inilah Sinopsis Tolong Saya (Dowajuseyo), Film Horor Hasil Kolaborasi Sineas Indonesia dan Korea Selatan

Tolong Saya (Dowajuseyo) adalah film horor hasil kolaborasi sineas Indonesia dan Korea Selatan, dibintangi Saskia Chadwick

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan


See All
; ;