Kejari Parigi Moutong Musnahkan Barang Bukti dari 41 Perkara

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Kejari Parigi Moutong lakukan pemusnahan barang bukti dari 41 perkara (Foto/Facebook Kejari Parigi Moutong)

Berita , gemasulawesi – Kejaksaan Negeri () , Provinsi hasil penegakan hukum selama Januari hingga Oktober 2022 dari 41 perkara.

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Pengelolaan dan Barang Rampasan (PB3R) , Ikram Achmad usai hasil penegakan hukum di Parigi, Selasa 8 November 2022.

yang dimusnahkan karena tindak pidana mempunyai kekuatan hukum tetap,” ucap Ikram Achmad.

Dia menjelaskan, pemusnahan terdiri atas kejahatan umum dan kejahatan khusus dari 41 perkara.

Baca: Kebakaran PT GG Kediri, Manajemen Enggan Beritahu Penyebab

Dari jumlah tersebut, 27 perkara terkait dengan kejahatan narkoba jenis sabu, kemudian kejahatan terhadap keamanan nasional dan ketertiban umum dan kejahatan umum lainnya sekitar enam perkara, kejahatan terhadap orang dan harta benda enam kasus, dan pelanggaran kepabeanan dalam satu perkara.

berupa senjata tajam, 69 gram sabu dan 139.000 batang rokok atau tembakau ilegal,” kata Ikram.

Dia menjelaskan barang bukti dalam tindak pidana narkoba (sabu) dimusnahkan, dilarutkan dalam air yang mengandung deterjen kemudian dibuang ke tanah sehingga tidak bisa digunakan lagi.

Baca: Ramalan Harian Zodiak Pisces, Butuh Olahraga Ringan

Lalu dia melanjutkan, barang bukti lainnya berupa senjata tajam dimusnahkan dengan alat potong, dan barang bukti berupa kupon dan tembakau dimusnahkan dengan cara dibakar.

Ikram mengatakan, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan bahwa perkara yang diputus oleh pengadilan mempunyai kekuatan hukum tetap atau inkrah, maka barang bukti tersebut akan dimusnahkan.

Dia menambahkan, langkah itu diambil sebagai bentuk kewajiban jaksa untuk menegakkan hukum bagi individu yang terbukti bersalah melakukan kejahatan umum atau tindak pidana khusus.

Baca: Ramalan Zodiak Leo Harian, Fokus dan Berani Kuncinya

“Semua barang bukti yang dimusnahkan adalah kasus atau terpidana yang sudah diproses di rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan,” pungkas Ikram. (Dn)

Editor: Muhammad Ikhsan

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.