Kemenhub Tunda Kenaikan Tarif Ojol

waktu baca 2 menit
Ilustrasi

Berita Ekonomi, gemasulawesi – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunda kenaikan tarif ojek online (Ojol) yang semula dijadwalkan mulai berlaku hari ini, 14 Agustus 2022. Tarif baru akan mulai berlaku pada 29 Agustus.  

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kemenhub, Hendro Sugiatno, mengatakan, penundaan kenaikan tarif ojol dilakukan untuk memaksimalkan sosialisasi tentang tarif baru.

“Diharapkan 25 hari kalender terhitung sejak tanggal 4 Agustus 2022 (waktu penerbitan Keputusan Menteri (KM) Nomor KP 564 tahun 2022), Kemenhub dapat memaksimalkan sosialisasi terkait kenaikan tarif ojol” terangnya.

Hendro menerangkan, Kementerian Perhubungan menganggap sosialisasi lebih lama dari standar ini perlu dilakukan. Sebab, aturan ini baru perlu waktu mensosialisasikan bagi semua pemangku kepentingan.

“Efektifnya aturan ini diperpanjang paling lama 25 hari kalender,” lanjutnya.

Hendro berharap terkait keterlambatan penyesuaian tarif di aplikasi, aplikator juga dapat segera menerapkan tarif baru dan meningkatkan pelayanan  penumpang, termasuk  keselamatan penumpang.

Diberitakan sebelumnya, Kemenhub akan menaikkan tarif ojol dijadwalkan akan berlaku mulai 14 Agustus 2022.

Kenaikan ojol berlaku di tiga zona yaitu zona 1 meliputi Sumatera, Jawa (diluar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Bali). Zona II meliputi DKI Jakarta, Kota Tangerang dan Kota Bekasi. Dengan demikian, Wilayah III meliputi Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Penetapan tarif ojek online terbaru tertuang dalam Keputusan Menteri (KM) Perhubungan Nomor KP 564 Tahun 2022 tentang pedoman perhitungan biaya penggunaan sepeda motor yang digunakan untuk Kepentingan masyarakat menggunakan aplikasi.

Baca: Mulai 14 Agustus 2022 Tarif Ojol Naik

Berikut daftar tarif ojek online yang sempat dijadwalkan Kemenhub :

Zona I
Besaran tarif ojol di zona I yang naik adalah biaya jasa minimal. Tarifnya naik dari Rp 7.000 sampai dengan Rp10 ribu menjadi Rp 9.250 sampai dengan Rp 11.500.

Sementara, untuk biaya jasa batas bawah masih sebesar Rp1.850 sejalan dengan km dan biaya jasa batas atas sebesar Rp 2.300 per km.

Zona II
Besaran tarif zona II untuk biaya jasa batas bawah naik dari Rp2.000 menjadi Rp2.600, biaya jasa batas atas naik dari Rp2.500 menjadi Rp 2.700 per km. Sedangkan, biaya jasa minimal naik dari Rp8.000 sampai dengan Rp10 ribu menjadi Rp 13 ribu sampai dengan Rp13.500.

Zona III
Besaran tarif di zona III yang naik adalah biaya jasa minimum saja. Yakni dari Rp7.000 sampai dengan Rp 10 ribu menjadi Rp 10.500 sampai dengan Rp 13 ribu.(*/Aj)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Baca: Banjir Bandang Kembali Terjang Desa Torue Parigi Moutong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.