Kemenkop UKM Gandeng Pemkot Palu Perluas Lapangan Kerja

waktu baca 2 menit
Pelaku UMKM (Foto Ilustrasi Gambar/Dokumentasi gemasulawesi)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM gandeng Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah untuk membuka bagi tenaga kerja mandiri (TKM) yang berbasis kelompok melalui Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Palu, Setyo Susanto di Palu, Rabu 9 November 2022.

“Program ini bertujuan untuk menciptakan wirausahawan baru untuk menyerap tenaga kerja. Kami ingin bekerja sama dengan kementerian terkait dalam program ini untuk membuka bagi masyarakat,” ucap Setyo Susanto.

Setyo Susanto menjelaskan bahwa program Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM memberikan dampak yang sangat positif bagi masyarakat dengan perluas , untuk itu pihaknya perlu menjalin kerjasama untuk diselaraskan di daerah, karena pemerintah daerah juga dinilai memiliki program prioritas yang sama.

Baca: Pemda Parigi Moutong Bakal Gelar Festival Durian se-Asia

Program TKM berada di bawah pengawasan langsung Kementerian Koperasi dan UMKM dan kemudian dikoordinasikan dengan Pemerintah Sulawesi Tengah dimana proses pendampingannya dilakukan oleh tim kementerian terkait.

“Kami akan menyelesaikan kerjasama ini dengan kementerian terkait untuk mencapai harmonisasi dalam satu program,” kata Setyo.

Ia menjelaskan bahwa salah satu arah kebijakan pembangunan adalah menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sebagai bagian dari strategi penanggulangan kemiskinan.

Baca: Pinkan Mambo Percaya Diri Sebut Pernah Jadi Simpanan Orang

Ia berharap, kehadiran TKM dapat membantu pemerintah daerah, sekaligus menumbuhkan wirausahawan baru di daerah melalui UMKM.

Ia menyebutkan jumlah TKM di Sulteng hampir 500 kelompok berbagai kegiatan usaha dan manfaat program pada prinsipnya berdampak langsung.

Kemudian, ke depan, pihaknya akan mendorong kelompok UMKM berdasarkan potensi unggulan daerahnya masing-masing untuk diikutsertakan dalam program tersebut, maka tugas membuka jalur, komunikasi dengan pemerintah pusat.

“Program ini juga merupakan bagian dari program padat karya sebagai upaya pemerintah untuk mendorong produktivitas masyarakat menengah ke bawah agar mereka hidup sejahtera secara ekonomi,” ucap Setyo. (Dn)

Editor: Muhammad Ikhsan

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.