Kodim 1418 Bangun Ruko Kuliner Masakan Khas Sulbar

<p>Ket Foto: Masakan khas Sulbar JEPA (Foto/Screenshoot Youtube Cerita Edyatma Jawi)</p>
Ket Foto: Masakan khas Sulbar JEPA (Foto/Screenshoot Youtube Cerita Edyatma Jawi)

Berita Sulawesi Barat, gemasulawesi – Kodim 1418 Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), bangun sejumlah rumah took (ruko) untuk menjual kuliner masakan khas Sulawesi Barat.

Ruko Kartika itu dibangun di Jalan Yos Sudarso, Desa Binanga, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju.

Kolonel Inf M. Imasfy, Komandan Kodim (Dandim) 1418 Kabupaten Mamuju di Mamuju mengatakan, Kamis 24 November 2022 peresmian toko tersebut merupakan inisiatif yang baik sebagai salah satu upaya Kodim setempat untuk meningkatkan atau mempromosikan budaya lokal.

“Program ini bertujuan untuk mendorong dan mendukung pengembangan sektor pariwisata dengan mempromosikan produk budaya Sulawesi Barat,” ucapnya.

Baca: Polda Sulbar Salurkan Bantuan Ratusan Sembako Bagi Korban Banjir Mamuju

Program ini, lanjutnya, juga akan meningkatkan pendapatan koperasi kodim setempat.

Koperasi yang sudah memiliki izin usaha ini sedang dikembangkan dengan beberapa usaha lainnya.

Kesepakatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI dan keluarganya, yang akan menjadi peluang bisnis yang terus berkembang.

Baca: Banjir Terjang Mamuju, BPBD Sebut Tidak Ada Korban Jiwa

Menurutnya, Sulbar juga memiliki kuliner masakan khas dan kerajinan yang diminati oleh setiap pengunjung di Sulbar, sehingga toko ini dijadikan tempat untuk berkunjung dan membeli makanan dan kerajinan khas Sulbar.

Promosi akan dilakukan melalui media sosial dan sistem pemasaran yang baik, katanya, sehingga Ruko Kartika dapat dikenal oleh seluruh masyarakat.

Dia mengatakan ada peluang usaha dengan toko yang menjual makanan khas Sulbar dan kerajinan lokal.

Baca: Ratusan Rumah di Mamuju Terendam Banjir

Bahkan, pihaknya akan menjalin hubungan bisnis dengan pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) lain di Sulbar agar bisa berkembang.

“Kami meminta dukungan bank agar perusahaan dapat memperoleh dukungan modal usaha dan mampu berkembang,” ucapnya. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Tekan Kasus HIV AIDS, Pemkot Palu Gencarkan Sosialisasi

Tekan kasus HIV AIDS, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah, menggencarkan sosialisasi dan edukasi pencegahan

Mahfud MD Minta KAHMI Kembali Ciptakan Kader Bangsa Tangguh

Mahfud MD, Menteri Politik dan Hak Asasi Manusia (Menkopolhukam) minta Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), kembali kepada khittah

Hadiri Munas KAHMI XI, Wapres Minta Jaga Kerukunan dan Perdamaian

Hadiri Musyawarah Nasional (Munas) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ke XI di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah

Pemkot Palu Dorong Guru Adaptasi Pembelajaran Digital

Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, dorong guru untuk adaptasi pembelajaran digital saat menyiapkan bahan ajar maupun

Polda Sulbar Salurkan Bantuan Ratusan Sembako Bagi Korban Banjir Mamuju

Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), berikan bantuan ratusan sembako korban banjir Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;