Konflik antara India dan China Kembali Memanas Menjelang G20 di New Delhi

<p>Keterangan Foto: Menteri Luar Negeri India S Jaishankar, (Foto/Twitter/@Sjaishankar)</p>
Keterangan Foto: Menteri Luar Negeri India S Jaishankar, (Foto/Twitter/@Sjaishankar)

Internasional, gemasulawesi – Konflik antara India dan China kembali memanas menjelang G20 di New Delhi hal ini diungkapkan langsung  oleh Menteri Luar Negeri India S Jaishankar.

Menurut Jaishankar situasi antara India dan China di wilayah Himalaya barat Ladakh berbahaya, dengan pasukan militer dikerahkan sangat dekat satu sama lain di beberapa bagian.

“Situasi di benak saya masih sangat berbahaya karena pasukan militer kedua negara sangat dekat dan rawan terjadi konflik kembalik,” kata Jaishankar.

Baca : Ternyata Sulteng Provinsi Satu-Satunya yang Pernah Diundang ke Presidensi G20

Jaishankar menyebutkan jika konflik kembali meletus di wilayah perbatasan kedua negara meskipun tidak menimbulkan korban jiwa namun potensi konflik yang akan memanas beresiko menganggu kestabilan dunia.

Ia juga menambahkan jika China dianggap tidak menaati kesepakatan perdamaian yang telah disepakati oleh China dan India.

“China harus menaati kesepakatan yang telah ada sejak 2020 agar potensi peperangan diantara kedua negara tidak terjadi lagi,” jelasnya.

Baca : Ternyata Supir Bus di KTT G20 Diseleksi Secara Ketat

Meskipun pasukan dari kedua belah pihak telah menyepakati untuk tidak melakukan peperangan kembali.

Namun hingga saat ini pemerintah India mengklaim bahwa beberapa kesepakatan tersebut masih perlu waktu untuk dibicarakan kembali dengan China.

“Kami tengah berupaya mendiskusikan beberapa poin kesepakatan yang masih bersifat kurang jelas dengan China,” ungkapnya.

Baca : India Batalkan Bea Masuk Anti Dumping Produk Baja Indonesia

Jaishankar mengatakan dia akan membahas situasi tersebut dengan menteri luar negeri China, Qin Gang, di sela-sela G20 yang diselenggarakan di India pada bulan ini.

Jaishankar menyatakan harapan bahwa New Delhi dapat membuat forum G20 akan membawa lebih perdamaian untuk semua negara yang sedang berkonflik.

“Saya berharap G20 mampu menjadi forum yang menyatukan berbagai negara dalam misi utama yaitu tercapainya perdamaian tanpa ada konflik berkepanjangan,” harapnya.

Baca : Menlu Retno Kecam Dua Politikus India Penghina Nabi Muhammad SAW

Terakhir dalam keterangan Jaisnhankar mengungkapkan jika pertemuan G20 di India akan penuh dengan kecemasan akibat invasi Rusia ke Ukraina, Konfik China dan India dan berbagai konflik internasional yang saat ini terjadi. (*/Siti)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Empat Belas Orang Tewas Akibat Gempa berkekuatan 6,8 Magnitudo di Ekuador

Internasional, gemasulawesi &#8211; Empat belas orang telah tewas akibat gempa kuat dengan kekuatan 6,8 Magnitudo yang mengguncang wilayah pesisir Ekuador dan Peru utara serta kerusakan pada beberapa rumah, sekolah, dan pusat medis. Presiden Ekuador Guillermo Lasso menyatakan gempa dengan magnitudo 6,8  menghantam pada kedalaman 66,4 km sekitar 10 km  dari kota Balao di provinsi Guayas. [&hellip;]

Korea Utara Mengklaim Ratusan Ribu Warganya Siap Berperang Melawan Amerika Serikat

Internasional, gemasulawesi &#8211; Korea Utara mengklaim bahwa ratusan ribu warganya telah mendaftar menjadi tentara untuk berperang melawan Amerika Serikat. Dilansir dari laporan surat kabar Rodong Sinmun sebanyak delapan ratus ribu warga Korea Utara yang terdiri dari mahasiswa dan pekerja telah mendaftar untuk berperang melawan Amerika Serikat. &#8220;Antusiasme yang melonjak dari kaum muda untuk bergabung dengan [&hellip;]

The Real Beban Keluarga Pahlawan Bangsa, Cucu Mantan Presiden Korea Selatan Buat Akun Instagram Khusus untuk Sebarkan Aib Keluarga

Masyarakat Korea Selatan dibuat kaget karena cucu mantan Presiden Korea Selatan buat akun Instagram khusus untuk sebarkan aib keluarga.

Tragis Dua Puluh Dua Orang Tewas Akibat Pembantaian di Myanmar

Internasional, gemasulawesi &#8211; Sebanyak 22 orang dan juga tiga biksu Buddha telah ditemukan tewas akibat pembantaian di Myanmar tengah. Zaw Min Tun juru bicara junta militer Myanmar mengatakan Pasukan Pertahanan Kebangsaan Karenni atau KNDF telah menemukan mayat tergeletak berserakan di sebuah biara Buddha di Desa Nan Neint. “Kami menemukan mayat berserakan dengan luka peluru di [&hellip;]

Korea Utara Meluncurkan Rudal ICBM untuk Memperingatkan AS dan Korea Selatan

Internasional, gemasulawesi &#8211; Korea Utara pada hari Kamis 16 Maret 2023 telah melakukan peluncuran rudal balistik antar benua (ICBM) yang disebut Hwasong-17. Menurut kantor berita KCNA rudal yang ditembakkan selama latihan adalah untuk menunjukkan respons yang keras terhadap latihan militer gabungan antara AS dan Korea Selatan. “Rudal yang telah diluncurkan adalah bentuk respon pemerintahan Kim [&hellip;]

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;