Catatan BNN, Kota Palu Kasus Narkoba Tertinggi di Sulteng

waktu baca 2 menit
Foto: Illustrasi Kasus Narkoba

Berita , gemasulawesi– Berdasarkan catatan BNN, Kota menjadi wilayah dengan kasus Narkoba tertinggi Sulteng.

“Selain Kota , wilayah tertinggi penyalagunaan Narkoba disusul Kabupaten Parigi Moutong,” ungkap Kepala BNN Kota AKBP Dr Baharuddin, pada kegiatan press release akhir tahun 2020, di Kantor BNN Kota , Senin 28 Desember 2020.

Berdasarkan hasil penelitian BNN RI dan LIPI tahun 2019, Provinsi menjadi salah satu daerah penyumbang terbesar penyalahgunaan Narkoba.

Provinsi berada pada posisi ke empat se Indonesia. BNN Kota juga mengungkap, ada enam daerah rawan penyebaran Narkoba di Sulteng.

Baca juga: Adik Pj Walikota Palu Pasha Terciduk, BNN Amankan 15 Paket Sabu

“Lima diantaranya berada di Kota . Sementara, ada tiga daerah masih dalam pantauan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, wilayah rawan peredaran Narkoba di Kota tersebar di beberapa kecamatan.

Diantaranya, Kecamatan Tatanga meliputi Kelurahan Tatanga. Di Kecamatan Utara yaitu Kelurahan Kayumalue. Di Kecamatan Selatan yaitu Kelurahan Tatura Utara khususnya jalan Anoa. Kecamatan Barat di Kelurahan Pantoloan Kecamatan Tawaeli, Kelurahan Lere dan Kampung Baru.

“Khusus di Kabupaten Parigi Moutong adalah Kecamatan Parigi,” urainya.

BNN Kota kata dia, telah melakukan berbagai upaya mengungkap kasus sepanjang Tahun 2020. Jumlahnya, sebanyak dua Laporan Kasus Narkotika (LKN).

Dalam dua LKN itu, melibatkan empat orang tersangka. Dengan jumlah barang bukti yang disita sepanjang Tahun 2020 BNN Kota , Sabu sebanyak 81,91 gram, dua timbangan digital, tiga unit handphone dan satu unit motor Mio Soul serta uang tunai Rp. 6.700.000.

“Dari seluruh kasus yang diungkap BNN Kota , teridentifikasi ada enam jaringan sindikat yang masih menjalankan bisnis Narkobanya di Kota dari tahun 2019-2020,” jelasnya.

Salah satu Upaya BNN Kota dalam menekan tingginya angka penyalahgunaan Narkoba adalah metode pemberdayaan masyarakat.

Peran serta masyarakat guna menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba. Baik dengan cara sosialisasi, maupun pelaksanaan tes urin di kelompok masyarakat, pendidikan, instansi swasta bahkan instansi pemerintah.

“Berbagai langkah pencegahan seperti mulai dari tingkat RT, RW. Kami bersama Pemkot telah merintis program Kota bersinar atau bersih dari Narkoba Yang bertujuan untuk menjadikan kawasan rawan penyalagunaan Narkoba menjadi kawasan yang bersih dari penyalagunaan Narkoba. Walaupun program ini belum berjalan dengan maksimal sesuai dengan yang diharapkan,” tutupnya.

Baca juga: BNN Tes Urine Kontestan Pilkada Kota Palu 2020

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.